Mulai bekerja

Sarah

Ini adalah hari pertamaku bekerja di toko kue milik Margaretha.

Sebelum aku berangkat bekerja, aku sudah membereskan semua urusan keperluan kedua putraku. Dan aku juga telah berpesan pada Kenji untuk menjaga Kenzo.

Setelah selesai mengajak mereka makan pagi bersama. Aku memandikan mereka berdua. Dan juga menyiapkan beberapa makanan cemilan untuk kedua putra ku. Yang aku letakkan di meja makan. Agar mereka bisa mudah untuk menjangkaunya.

Semalaman aku hampir tidak bisa tidur. Pikiranku terus berpikir dan berpikir.

Apa aku bisa menjalani semua ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kedua putraku?"

Aku harus berani untuk mengambil tindakan. Aku tidak bisa terus tinggal diam dan tidak melakukan apapun.

Mana mungkin aku bekerja dengan membawa kedua putraku. Dan aku rasa rumah ini aman. Tidak akan terjadi apa-apa dengan kedua putraku, aku yakin itu.

Yang penting pintu selalu terkunci dan tetap tertutup

Aku akan bicara pada Kenji untuk tidak pernah membukakan pintu kepada orang asing.

Diriku benar-benar dihadapkan pada suatu dilema. Semoga kekhawatiran tidak terjadi. Aku tega meninggalkan kedua putra ku. Ini adalah sebuah keterpaksaan yang membuat aku harus bekerja. Karena aku harus mendapatkan uang.

Ada rasa gugup dan penuh kekawatiran yang aku rasakan pada Kenji dan Kenzo ketika aku harus meninggalkan mereka.

Soal makanan, aku berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan sebelum aku berangkat bekerja.

Seperti biasa, aku tidak lupa menyiapkan sarapan untuk Cris. Meskipun ia telah melarang ku untuk melakukannya. Aku tetap membuatkan sarapan untuk Cris.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Di hari pertama aku bekerja. Semuanya nampak berjalan lancar.

Teman-teman yang berada di toko kue semua baik. Dan kami saling berkenalan satu sama lain.

Mereka semua, teman-teman di toko kue tempat aku bekerja semuanya adalah orang-orang yang luar biasa. Kebanyakan mereka ternyata juga sudah punya anak dan sudah berkeluarga.

Diserah-sela kami bekerja, kami saling mengobrol hal-hal ringan tentang anak-anak dan cara pengasuhan anak-anak.

Aku banyak belajar dari mereka. Karena mereka memiliki anak yang usianya sudah jauh lebih dewasa daripada kedua putraku.

Kepada mereka aku juga menanyakan tempat penitipan anak-anak di sekitar lokasi daerah setempat.

Dan mereka pun banyak memberikan masukan dan menawarkan beberapa tempat penitipan anak yang aman agar para ibu bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu kawatir dengan keadaan anak anaknya.

Setelah aku sedikit mapan dengan pekerjaanku nanti. Aku harus berani keluar dari rumah Cris. Dan mencari tempat yang baru untuk kami tinggali. Aku tidak mungkin berada selamanya di rumah Cris.

Mungkin untuk saat ini aku tidak bisa untuk menyewa rumah. Karena gaji ku belum memungkinkan untuk bisa menyewa tempat tinggal. Tapi kedepannya aku harus mempersiapkan itu. Agar aku bisa hidup tenang tanpa bergantung pada Cris.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Dua bulan berlalu. Kini aku sudah dapat menyesuaikan waktu untuk bekerja dan merawat putraku.

Dan untuk melakukan tugas-tugas rumah aku bisa menghandle nya dengan baik.

Menjadi ibu bekerja ternyata tidaklah buruk. Apalagi kita didesak oleh keadaan.

Selama aku menikah. Aku tidak pernah bekerja di luar rumah. Dan ini adalah kali pertamanya aku bekerja setelah aku memiliki anak.

Pertama-tama ketika aku menikah dengan Matthew. Dari awal ia sudah tidak memperbolehkan aku untuk bekerja. Dari aku hamil anak pertama Kenji.

Matthew menyuruhku untuk tinggal di rumah mengurus anak kami, dan aku tidak memperbolehkan aku bekerja.

Semenjak itulah aku benar-benar menjadi ibu rumah yang sejati.

Seorang ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan penghasilan sang suami untuk memenuhi kebutuhan kami.

Dan itu berlanjut ketika aku memiliki Kenzo.

Hingga pada suatu ketika, Sebuah ujian rumah tangga menerpa kami.

Kami berada di fase terburuk dan dengan cepatnya Matthew berubah sikap.

Padahal sebelumnya ia adalah pria hangat. Semenjak Matt berubah. Ia seolah menjadi seperti orang yang asing untuk ku.

Matthew sebenarnya tidaklah sekejam itu. Seperti saat ini sifatnya.

Dulu dia juga seorang pria yang hangat. Kurang lebih seperti Cris.

Hidup kami dulu juga sangat bahagia. Karena aku dan Matt menikah dengan saling mencintai.

Dia sangat perhatian dengan diriku, mengasihi, mencintai dan juga melindungi ku. Tapi, entah kenapa lambat tahun sikapnya berubah.

Aku tidak tahu apa yang membuatnya berubah sedemikian drastisnya.

Aku tahu perekonomian kami memang buruk. Mungkin itulah yang menjadi tekanan bagi Cris.

Tapi, apapun alasannya. Tidak dibenarkan jika Matt, kemudian memperlakukan aku dengan buruk dan seperti tidak peduli lagi dengan perasaan ku sebagai wanita yang berperan sebagai istri dan ibu dari kedua putra ku.

Itulah sebabnya aku memilih untuk meninggalkan rumah dan hidup dengan caraku. Karena sudah hampir 6 bulan aku bertahan di rumah dan keadaan ku semakin buruk dalam hal finansial dan fisik.

Sehingga membuat ku berpikir lebih baik aku pergi dari pada aku semakin gila dengan segala sikap Matthew yang makin kasar terhadap diriku

Sekarang aku sudah cukup nyaman dalam kondisi seperti saat ini.

Bekerja, menghasilkan uang untuk ku dan untuk kedua anak ku.

Meksi saat ini aku masih menumpang di rumah Cris.

Terpopuler

Comments

Shanum❤️

Shanum❤️

kalau nanti sudah mapan ,apakah Cris akan mengizinkan kamu pergi dri rumahnya ?kurasa tidak boleh 🤭

2023-03-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!