Kenji benar-benar bisa ku andalkan. pagi itu aku sudah memasak makanan untuk makan siang kedua putra ku. Dan aku sudah menaruh nya di lemari makanan yang ada di dapur.
Dan sebagian masakan yang aku olah tadi pagi aku memasukkan ke lemari pendingin. Agar nanti Cris bisa menikmati makan malamnya dengan makanan yang sudah aku buat pagi tadi.
Hari ini aku harus pergi untuk melakukan interview langsung ke ruko yang kemarin aku ingin mendapatkan pekerjaan di sana. Mereka menelpon ku dan aku harus datang untuk melakukan interview langsung siang ini.
Setelah Cris pergi, bergantian aku dan putraku menggunakan meja makan untuk makan pagi. Meskipun Cris selalu bilang untuk makan bersama-sama setiap pagi di meja makan. Tetap saja, aku tidak enak hati untuk bersarapan bersama satu meja dengan Cris.
Biasanya setelah Cris pergi ke kantor. Barulah aku dan kedua putraku menggunakan meja makan untuk menikmati sarapan bersama.
"Ken, dengarkan Mama. Ingat pesan mama ya, kamu harus menjaga adikmu. Ingatlah untuk selalu mengunci pintu dan jangan membuka pintu untuk siapapun. Karena kalian cuma berdua saja di rumah. Tolong kerja sesamanya dengan mama ya sayang. Karena mama sedang berusaha mencari pekerjaan."
"Iya ma, aku akan selalu mendengarkan kata-kata mama." jawab Ken patuh.
"Bagus, Ken memang anak pertama mama yang bisa selalu mama andaikan. Mama sangat sayang padamu, dan juga padamu Kenzo." kata ku pada kedua buah hati ku.
Entah bagaimana hidupku tanpa mereka. Karena mereka aku menjadi bersemangat. Dan demi mereka aku punya alasan untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Kenzo mengalami sedikit gangguan pada kefasihannya untuk berbicara. Dia saat ini sudah berumur 2 tahun lebih. Dan seharusnya, seumuran dia sudah lancar berbicara.
Tapi entah kenapa Kenzo belum fasih untuk berbicara. Dia baru bisa menguasai beberapa kata saja.
Aku memang harus membawanya untuk terapi. Tapi apa boleh buat, aku tidak punya uang untuk membawa dia pergi terapi.
Tenang saja sayang, mama pasti akan berusaha yang terbaik buat kalian semua.
"Ken, hari ini mama ada keperluan. Mama tidak akan pergi lama. Setelah mama selesai melakukan interview, mama akan kembali ke rumah. Doakan mama agar bisa mendapat pekerjaannya ya sayang." aku bercerita pada Kenji dan minta agar dia mendoakan aku. Kenji, meskipun ia baru berusia 4 tahun. Dia begitu dewasa dan sangat mengerti aku. Dialah satu-satunya orang yang bisa aku ajak bicara untuk meluapkan perasaan ku. Dan Kenji begitu bijak dan memahami apa yang aku alami.
Terkadang aku merasa kasihan kepada Kenji. Karena anak seusianya dia sudah bisa memendam perasaan kasihan terhadap mamanya. Yang seharusnya hal itu tidak perlu ia lakukan. Mengasihani, karena sebagai orang tua, kitalah yang harus mengasihi anak anak kita.
"Mama adalah orang hebat, dan aku yakin pasti mama akan berhasil melakukan interview itu. Mama akan bekerja dan memiliki uang." jawab Kenji.
"Terima kasih Kenji, masih ada beberapa waktu lagi sebelum mama berangkat interview. Ayo habiskan makan kalian. Setelah ini Mama akan mandikan kalian dulu."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dengan hari penuh harapan dan doa. Pagi menjelang siang kala itu aku akhirnya mendatangi ruko yang di sana mereka membuka sebuah gerai toko kue.
Dalam diskripsi yang ada di kertas lowongan pekerjaan kemarin. Yang tertempel pada rolling door. Mereka membutuhkan tenaga kasir.
Dan aku mencoba untuk melamar pekerjaan untuk bagian itu.
Dengan mengenakan baju satu satunya paling rapi yang aku punya. Dengan semangat aku menuju toko kue tersebut dengan berjalan kaki dari rumah.
Kebetulan lokasi toko kue itu tidak jauh dari rumah. Mungkin sekitar tiga kilo. Lumayan cukup jauh. Tapi yang paling penting bagi ku bisa mendapatkan pekerjaan.
Dengan berjalan kaki, paling tidak, aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya transportasi.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Apa tidak ada dokumen lain. Misalkan ijasah pendidikan terakhir mu?" tanya sang pemilik toko kue tersebut, saat ia menginterview ku.
"Hemmm, kebetulan dokumen-dokumen penting yang aku miliki tertinggal di rumah suami ku. Kami sedang tidak berselisih dan, aku meningalkan rumah. Please, aku membutuhkan pekerjaan ini demi membiayai hidup kedua putra ku. Saat ini kami menumpang hidup pada seorang teman. Aku tidak mau merepotkannya. Maka dari itu aku ingin bekerja agar aku bisa punya uang untuk kami."
Akhirnya aku bercerita sedikit tentang kisah piluku.
Mendengar ceritaku, sang pemilik toko itu sepertinya sedikit bersimpati. Tidak ada cara yang ampuh bagiku saat itu kecuali sedikit bercerita tentang kisah tak menarik dalam hidup ku.
Tapi ternyata, itu cukup efektif bisa membuat aku diterima bekerja di toko kue tersebut.
"Jangan di terus kan. Aku paham. Ya sudah, selamat, kamu di terima bekerja toko kue milik ku. Kamu bisa mulai bekerja Minggu depan. Karena kasir sebelumnya baru akan berhenti bekerja hari Sabtu besok." ucap sang pemilik toko kue yang benar Margaretha.
"Terima kasih, telah menerima ku bekerja di toko kue mu." ucap ku pada Margaretha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Shanum❤️
kerja di toko.kue tiap hari bisa bahwa pulang kue buat Kenzo dan Kenji nanti
2023-03-27
2