“Bukankah dia pelaku kekerasan di Universitas X? Apa dia tidak malu berkeliaran di luar saat semua orang sudah tahu wajahnya? Kalau aku, pasti sudah diam di rumah dan tak akan pernah keluar lagi,” kata salah seorang wanita saat melihat keberadaan Velvet di sebuah minimarket.
Ia terpaksa pergi ke minimarket untuk membeli obat untuk Mom Faira. Mommy-nya itu terjatuh saat mengangkat beberapa barang yang akan mereka bawa pindah nanti, hingga membuat kaki Mom Faira keseleo.
Velvet menghela nafas pelan. Ia berusaha menetralkan emosinya karena tak ingin membuat keributan.
“Wajahnya tak terlihat brutal,” kata salah seorang lagi.
“Sekarang ini, wajah cantik saja bukan jaminan. Jadi kita tak bisa menilai seseorang hanya dari wajahnya saja. Bahkan orang yang kelihatan baik saja bisa menusuk dari belakang,” celetuk wanita yang lain.
“Tapi benar, aku tak menyangka kalau wanita ini berperilaku bar-bar, apalagi ia ternyata adalah simpanan om-om dan sekarang tengah hamil,” kata wanita yang pertama melihat Velvet.
Velvet sudah mulai mengepalkan tangannya, tapi ia terus menahan diri. Saat ini Mom Faira membutuhkan dirinya dan ia tak ingin kembali menyusahkan.
“Berapa?” tanya Velvet saat menyerahkan obat yang ia beli ke kasir. Ia tak ingin berlama-lama di sana.
“Dasar wanita kasar!!”
“Wanita jallang!!”
“Murahhan!!”
Velvet langsung keluar dari minimarket sesaat setelah ia menyerahkan sejumlah uang. Ia bahkan tak mengambil kembalian yang seharusnya ia terima. Kepalanya tiba-tiba saja terasa sakit dan hatinya kembali diremas-remas saat mendengar setiap perkataan yang ditujukan padanya.
**
4 tahun kemudian,
Sebuah acara pesta pertunangan antara Allan Morgan dan Lyora Annabelle, sedang diselenggarakan di sebuah hotel berbintang 5. Lyora terlihat sangat bahagia karena apa yang menjadi impian serta tujuannya kini hampir tercapai, yakni menjadi Nyonya Morgan.
Sementara itu, Allan yang berdiri di sebelah Lyora menampakkan wajah yang kurang bersahabat. Sejujurnya, ia tak suka dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya ini. Ya, kedua orang tua-nya memaksa dirinya untuk bertunangan dengan Lyora, padahal Allan tak suka terikat. Ia lebih suka berhubungan dengn Lyora seperti sebelumnya, hanya saling menghangatkan, tanpa ada status yang mengikat.
“Tersenyumlah, sayang. Lihat, media akan mengambil foto kita, ayo!” Lyora menyadari bahwa Allan tak menyukai rencana pertunangan ini. Bahkan Allan secara terang-terangan menolaknya.
Namun, Lyora yang sudah berambisi untuk menjadi Nyonya Morgan, tak menolak permintaan kedua orang tua Allan. Hal itu tentu saja membuat Allan sangat kesal dan sempat mendiamkan Lyora.
Melihat tatapan tajam dari kedua orang tua-nya, membuat Allan akhirnya bangkit dari duduknya. Ia berdiri di sebelah Lyora dengan tangan Lyora memegang siku Allan. Dengan terpaksa Allan tersenyum tipis, demi kedua orang tua-nya.
Sementara itu di sebuah rumah kecil di negara berbeda,
“Kamu sudah siap, sayang?” tanya Mom Faira.
“Sudah, Mom,” jawab Velvet.
Velvet yang telah selesai menyusun roti-roti buatan Mom Faira dan memasukkannya ke dalam plastik besar, kini membuka ponselnya. Ia melihat media sosial milik Allan dan Lyora. Bukan ia belum move on dari perasaannya pada Allan, tapi ia memiliki dendam pada keduanya yang tidak diketahui oleh siapa pun, baik itu oleh Mom Faira sekalipun.
Ia tersenyum saat melihat bahwa keduanya telah bertunangan.
“Apa kalian sudah sangat bahagia? Bagaimana jika sekarang aku yang datang dan masuk dalam hubungan kalian berdua? Kurasa itu akan menyenangkan,” gumam Velvet.
“Vel, apa sudah semuanya?” tanya Mom Faira.
“Sudah, Mom. Kita tinggal berangkat saja,” jawab Velvet sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.
Di lain tempat, tepatnya di Kota New York,
“Kamu sudah siap kembali, Cord?” tanya Jett.
“Hmm …,” jawab Cord sambil menatap kota New York dari balkon apartemennya.
“Mereka sudah bertunangan, Cord. Kamu harus mengalihkan cintamu itu,” kata Jett.
“Aku sudah tak mencintainya, Jett.”
“Kalau kamu tak mencintainya, mengapa tak membuka dirimu untuk wanita lain? Banyak wanita yang ingin menjadi kekasihmu. Bahkan mereka mau meski hanya menjadi penghangat tempat tidurmu,” kata Jett.
“Sudah kukatakan Jett, aku tak akan melakukan itu jika bukan dengan istriku.”
Jett menggelengkan kepalanya. Ia tahu bahwa Cord menyimpan dengan rapi pengkhianatan Lyora di dalam hatinya. Lyora adalah cinta pertama Cord dan mungkin sulit untuk dihilangkan, meski wanita itu sudah berkhianat.
“Terserah padamu saja,” kata Jett yang bersiap dengan T-shirt berkerah berwarna putih. Mereka akan pergi bermain golf dengan beberapa sahabat sebelum mereka kembali ke Kota Roma.
“Ayo berangkat!” ajak Cord sambil mengenakan kacamata hitamnya.
**
“Dad,” sapa Allan.
“Apa kamu sudah siap menggantikan Daddy?” tanya Lupert.
“Iya, sayang. Kamu sudah berusia hampir 27 tahun, sebaiknya kamu segera menggantikan Daddy. Lagipula Tuan Romano juga setuju,” kata Rosa, Mommy Allan.
Saat ini Allan hanya menjadi wakil Dad Lupert. Ia melakukan pekerjaan yang tak terlalu berat seperti yang Dad Lupert kerjakan.
“Tuan Romano sedang mempersiapkan putranya untuk menggantikan dirinya. Saat ini putranya sudah menyelesaikan pendidikan S2-nya dan belajar di salah satu anak perusahaan di Kota New York. Sebaiknya kamu segera masuk ke perusahaan agar saat putra Tuan Romano datang, kamu sudah siap dan bisa menjadi orang kepercayaannya,” kata Dad Lupert.
“Kamu pasti bisa, sayang. Apalagi Lyora sudah menjabat menjadi kepala sekretaris di sana, kamu pasti akan semakin bersemangat,” kata Mom Rosa.
“Seharusnya aku tak bertunangan dulu, Mom. Itu akan menghambat karirku,” kata Allan.
“Menghambat bagaimana? Mom tidak mau Lyora diambil oleh pria lain karena kamu kurang cekatan. Lyora sangat cantik, bahkan karirnya naik dengan sangat cepat. Ia wanita yang patut diperhitungkan,” kata Mom Rosa lagi.
Allan menghela nafas kasar. Mom Rosa selalu saja memuji Lyora, bahkan melebihi dirinya. Ia tak tahu bagaimana cara agar bisa terlepas dari Lyora. Jujur, Allan sudah mulai bosan dengannya. Selain itu, milik Lyora rasanya sudah tak sesempit dan senikmat dulu, jadi Allan ingin menggantinya.
Allan pernah bermain dengan wanita lain saat ia berkumpul bersama teman-temannya. Saat itu, teman-temannya menantang Allan untuk bermain di belakang Lyora. Hal itu karena Allan dianggap sebagai pria yang takut pada kekasihnya.
Namun, Allan merasakan bahwa lubang yang ia masuki juga sudah sama dengan milik Lyora, tak sempit dan tak nikmat. Oleh karena itu ia tak berniat lagi jajan di luar jika rasanya sama.
“Kapan aku harus menggantikan Daddy?” tanya Allan.
“Lusa Tuan Romano bersama asistennya Javer, akan kembali dari perjalanan bisnis. Setelahnya Daddy akan berbicara empat mata dengannya.”
“Baiklah kalau begitu. Aku ke kamar dulu,” kata Allan.
“Al, jangan lupa besok kita akan pergi ke butik untuk mulai merancang gaun pengantin dan jas yang akan kalian kenakan. Kamu jemput Lyora ya, Mommy sudah menghubunginya,” kata Mom Rosa.
“Baik, Mom,” kata Allan dengan nada malas.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Murniyati
lahh.. kan udh losss yg longgar lah hhh
2024-09-24
0
Yunerty Blessa
hari² dimasuki pasti lah longgar 🤭
2024-02-27
4
Aiur Skies
padahal yang bikin lobak loe juga🤣🤣🤣🤣 dadar PENJAHAT KELAMIN 👊👊👊👊👊
2024-01-31
2