#5

Di dalam pesawat, Allan terlihat cemberut. Ia bahkan memalingkan wajahnya dari Lyora. Lyora yang menyadari hal itu pun mengalungkan tangannya ke lengan Allan.

“Ada apa denganmu? Mengapa wajahmu yang tampan itu cemberut saja?” jari jemari Lyora kini bermain di pipi Allan.

Allan sangat suka dengan apa yang dilakukan oleh Lyora. Sifat manja dan genit Lyora membuat dirinya selalu merasa nyaman, apalagi Lyora selalu mencari cara untuk melembutkan hatinya ketika ia kesal.

“Aku tidak suka kamu bermanja-manja dengan Cord. Aku cemburu,” ujar Allan.

Lyora tersenyum kemudian mencium pipi Allan dan berbisik di telinga pria itu, “aku akan bermanja-manja denganmu di Hawaii. Bahkan aku juga akan memanjakanmu.”

Senyum merekah di wajah Allan. Ia langsung menoleh ke arah Lyora dan menahan tengkuk wanita yang adalah sahabat kekasihnya. Ia mencium bibir Lyora dengan dalam dan panas, hingga sesuatu di bawah sana mulai sesak.

Lyora tersenyum kemudian menyentuh bagian bawah Allan yang sudah mulai menyembull, “tahanlah dulu. Kita akan bersenang-senang dan bermanja-manja.”

“Kamu benar-benar mengerti diriku. Kalau saja kamu adalah kekasihku, aku pasti akan sangat bahagia,” ujar Allan.

“Aku juga berharap seperti itu,” kembali mereka saling bertukar saliva dan menikmati perjalanan liburan mereka.

Sementara itu di Kota Roma, Italia, Cord baru saja menurunkan Velvet tepat di depan rumahnya. Tak ada pembicaraan apapun di antara keduanya selama perjalanan. Mereka berdua bagaikan dua orang asing.

“Terima kasih,” kata Velvet sesaat sebelum membuka seatbelt kemudian turun.

Velvet tak menoleh ke belakang. Ia langsung masuk ke dalam rumah yang ia tinggali bersama Mom Faira. Setelah itu, Cord pun segera pergi dari sana.

**

“Ahhh … ahhh … euhhh …,” dessahan dan errangan memenuhi kamar hotel. Saat ini Allan dan Lyora tengah berbagi peluh dan menyatukan tubuh mereka.

Mereka memang memesan dua kamar yang berbeda karena itu-lah fasilitas yang diberikan oleh panitia acara bertukar kekasih. Namun, mereka hanya memanfaatkan satu kamar hotel karena selama seminggu penuh, mereka memanfaatkan waktu untuk menuntaskan hassrat dan gairrah mereka.

“Aku tidak menggunakan pengaman. Rasanya tidak enak jika menggunakannya. Bagaimana kalau kamu sampai hamil?” tanya Allan yang seakan baru tersadar dengan akibat yang kemungkinan akan terjadi.

Lyora tersenyum, “tenanglah, aku selalu rutin meminum pil pencegah kehamilan. Kamu tidak perlu takut atau pun kuatir. Kita berdua harus menikmatu semua ini kan?”

Allan mencubit pipi Lyora gemas, “Aku benar-benar tak menyangka bahwa kamu begitu cerdas. Bahkan kamu tahu apa yang kuinginkan. Aku benar-benar ingin menjadikanmu kekasihku, hanya saja aku takut kamu dibenci oleh Velvet.”

“Biarlah kita seperti ini. Asalkan masih bisa berdua denganmu dan menikmatinya, mengapa tidak kita jalani saja,” kata Lyora.

“Kamu memang luar biasa,” Allan kembali mencium bibir Lyora dan kembali mereka mengulangi pergulatan panas mereka. Mereka seakan tak pernah puas untuk mereguk kenikmattan itu.

**

Saat Allan dan Lyora tengah berlibur, Velvet justru disibukkan dengan rencana magang yang akan ia lakukan semester depan. Ia mulai menyusun rencana mengenai mata kuliah apa saja yang akan ia ambil.

Saat ini pun ia tengah disibukkan oleh persiapan ujian akhir semester yang akan dihadapinya dua minggu lagi. Seperti biasanya, Velvet tak ingin gagal dalam satu mata kuliah pun.

Ia harus secepatnya lulus dan mencari pekerjaan. Ia ingin membantu mengurangi beban yang selama ini ada di pundak Mom Faira.

“Kamu sudah menyusunnya, Vel?” tanya Leslie. Saat ini wanita dengan kacamata dan permen lollipop yang ada di mulutnya itu tengah memperhatikan apa yang Velvet lakukan.

“Hmm … aku hanya perlu mengambil tiga mata kuliah saja dan sisa dua lagi akan kuambil di semester akhir bersamaan dengan skripsi,” jawab Velvet.

“Kamu memang luar biasa, Vel. Aku memberikan tepuk tangan dan sepuluh jempol untukmu. Aku harus mengulang beberapa mata kuliah sebelum mengambil magang. Jadi kuputuskan akan mengambil magang di semester depannya lagi saja.” Kata Leslie.

“Aku akan membantumu mengulang mata kuliah itu. Aku punya catatan yang bisa membantumu belajar,” kata Velvet.

“Ahhh terima kasih, Vel. Kamu benar-benar temanku yang luar biasa. Oya, kapan Allan akan kembali?” tanya Leslie.

“Besok,” jawab Velvet.

“Tenang saja, setelah ini semua akan kembali normal seperti sebelumnya,” kata Leslie.

“Ya, dan tahun depan aku tak perlu mengikuti acara seperti ini lagi. Aku benar-benar tak suka,” kata Velvet.

“Sekarang kita harus fokus pada kuliah saja. Kamu juga harus segera mencari tempat magang.”

“Ya, kita harus tetap bersemangat!” Velvet menguatkan dirinya.

Ia pun kembali berkutat dengan rencana kuliahnya dan segera pulang untuk melanjutkan pekerjaannya di cafe.

**

Allan dan Lyora telah kembali dari perjalanan liburan mereka. Kedatangan mereka di universitas disambut oleh Jett, ketua panitia acara bertukar kekasih.

Jett bahkan mewawancarai pasangan tersebut dan akan memasukkannya ke media khusus berita universitas, yang dikelola secara online dan offline. Berita-berita penting akan diletakkan di website universitas dan juga di papan pengumuman yang terletak di setiap jurusan.

Wajah sumringah keduanya, membuat perasaan keduanya mudah ditebak. Mereka berdua benar-benar menikmati liburan kali ini dan panitia acara merasa sangat senang karena kelancaran acara tersebut.

Setelah wawancara bersama Jett, Allan dan Lyora yang memang satu jurusan itu pun kembali mengikuti perkuliahan. Kesibukan rencana magang pun mulai terpapar di mata Lyora.

Hingga dua minggu berlalu dan besok mereka akan menghadapi ujian akhir semester. Lyora menciba menghubungi Allan, tapi sudah satu minggu ini jarang sekali diangkat.

“Halo.”

“Ada apa, Ly?”

“Apakah kita bisa bertemu?”

“Kamu merindukanku?”

“Sangat. Aku rindu semua yang ada padamu.”

“Maaf, tapi saat ini aku sedang berada di rumah Velvet. Aku sedang membantunya belajar untuk ujian besok.”

“Menyebalkan sekali! Apa dia tidak bisa belajar sendiri?” gerutu Lyora.

“Sepertinya kamu benar-benar merindukanku,” ujar Allan.

“Apa hanya aku yang merindukanmu?” Lyora kini bertanya balik.

“Tidak, aku juga sangat merindukanmu, kecupanmu, ciumanmu, tubuhmu, suaramu, dan semua yang ada padamu. Aku merindukannya.”

“Kalau begitu, segeralah kembali. Aku akan menunggumu di tempat biasa, okay?”

“Okay, baby.”

Lyora pun segera bergegas menyiapkan pakaiannnya, kemudian langsung berangkat menuju ke hotel, di mana biasa ia berbagi peluh dengan Allan. Namun, hingga pagi hari menjelang, tak tampak kedatangan Allan.

Ia menggerutu kesal seorang diri. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Allan, tapi hanya masuk ke operator penjawab pesan. Itu artinya ponsel Allan sudah kehabisan daya atau bahkan sengaja dimatikan.

Lyora akhirnya bangkit dan segera membersihkan diri. Ia harus pergi ke universitas untuk mengikuti ujian akhir semester. Ia masih menyimpan kekesalan pada Velvet karena sepertinya sahabatnya itu yang menahan Allan untuk pulang, hingga tak bisa menemuinya.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Ta..h

Ta..h

hihh menjijikkan sekali nih pasangan lucnut.

2025-02-13

0

Sintia Dewi

Sintia Dewi

sumpah acara kalian gk mutu

2024-10-12

0

Murniyati

Murniyati

kampus edun hhhh

2024-09-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!