Mendengar kalimat wanita murahhan keluar dari bibir Gabby, apalagi hal itu ditujukan untuk Mom Faira, tentu saja membuat Velvet naik pitam. Tak masalah jika Gabby ingin menghinanya, tapi jangan Mom Faira.
Plakkk
Velvet langsung menampar pipi Gabby. Leslie yang berada di sebelah Velvet langsung menahan sahabatnya itu. Meskipun apa yang dikatakan oleh Gabby benar-benar tak bisa ditolerir, tapi akan berbahaya bagi kuliah Velvet ke depannya jika terjadi masalah di antara keduanya.
“Vel, ingat kuliahmu,” bisik Leslie akhirnya.
Velvet menghela nafasnya pelan. Ia berusaha menenangkan dirinya. Seperti kata Leslie, ia tak boleh terpancing oleh hal-hal biruk seperti ini. Tujuannya adalah lulus dengan nilai baik dan bisa segera bekerja untuk membantu Mom Faira.
“Kita pulang saja. Aku akan mengantarmu,” kata Leslie.
“Hmm …,” Velvet akhirnya mengikuti langkah Leslie. Mereka meninggalkan Gabby serta sahabat-sahabatnya yang selalu mengekor di belakang seorang Gabriella.
“Kamu tak akan membalasnya, bi?” tanya teman-teman Gabriella.
“Aku pasti akan membalasnya dan pasti akan menyakitkan untuknya,” jawab Gabriella. Ia langsung pergi meninggalkan teman-temannya dan menuju ke mobilnya.
**
Allan dan Lyora, kini tak lagi menutupi hubungan keduanya. Ya, setelah Velvet memergoki keduanya, mereka tak lagi peduli dengan keberadaan serta status Velvet sebagai kekasih Allan.
“Kamu yakin akan memperlihatkan hubungan kita pada semuanya?” tanya Lyora dengan nada manja dan bergelayut di lengan Allan.
“Tentu saja, apa itu menjadi masalah untukmu? Atau kamu lebih memilih Cord daripada aku?” tanya Allan yang menampakkan wajah cemburu.
“Aku lebih memilihmu, sayang. Kamu lebih segala-gala-nya dari Cord. Tak akan ada yang mampu melebihi dirimu,” kata Lyora. Pujian Lyora pada dirinya selalu membuat Allan semakin percaya diri.
Cuppp
Allan pun mengecup bibir Lyora. Setelah itu mereka pun turun dari mobil dan melangkahkan kaki menuju gedung tempat mereka kuliah. Allan hanya mengantarkan Lyora saja, serta mengurus beberapa hal yang berkaitan dengan kelulusannya.
Kedatangan keduanya di Universitas X, tentu saja mengundang perhatian para mahasiswa dan mahasiswi. Gabriella yang melihat kedekatan keduanya, sebenarnya merasa kesal karena Allan lebih memilih Lyora daripada dirinya.
Gabriella memberi tanda pada salah seorang temannya untuk mulai menjalankan rencana mereka. Teman Gabby pun melangkahkan kaki mendekati Lyora.
“Hai, Lyora. Wah, sekarang gandengannya baru ya? Aku ucapkan selamat untukmu ya,” ia pun menjabat tangan Lyora dan mencium pipi kiri Lyora sekaligus berbisik.
“Kata Velvet, ia akan segera merebut Allan kembali darimu. Ia sangat yakin kalau Allan akan dengan musah ia rebut. Aku harap kamu yang akan tetap memenangkan hati Allan, meskipun aku takut Allan akan mudah goyah, apalagi kalau disuguhi …,” bisik teman wanita Gabriella.
Lyora langsung menjauhkan telinganya dari teman Gabriella. Ia kembali melingkarkan tangannya di lengan Allan, menunjukkan kepemilikannya.
“Berhati-hati-lah,” kata teman Gabriella sekali lagi sebelum ia pergi dari sana dan kembali mendekati Gabriella.
Lyora mengepalkan tangannya karena dari kejauhan ia bisa melihat Gabriella yang menatap sinis padanya. Ia tahu kalau Gabriella juga sangat menyukai Allan, dan Gabriella juga adalah salah satu wanita cantik di Universitas X. Lyora tak ingin statusnya sebagai kekasih Allan akan direbut oleh Gabriella, atau lebih buruknya lagi … Allan akan kembali pada Velvet.
“Ayo!” ajak Allan menggandeng tangan Lyora dan membawanya ke bagian administrasi Universitas. Allan akan menemani Lyora mengurus jadwal kuliahnya untuk semeser depan, sementara ia akan mengurus kelulusannya.
**
Keesokan harinya,
“Apa maksudnya?” tanya Velvet pada bagian administrasi Universitas yang mengatakan bahwa pendaftaran mata kuliah magang telah ditutup.
“Maaf, tapi kami sudah memberikan begitu banyak surat rekomendasi untukmu ke berbagai perusahaan, tapi tak ada satu pun yang diterima. Jadi kami telah menutup mata kuliah tersebut. Kami sudah memberikan waktu lebih padamu.”
“Tapi aku yakin pasti akan mendapatkannya,” kata Velvet sekali lagi memohon. Jika ia tak mengikuti mata kuliah magang di semester depan, itu artinya ia akan terlambat setengah tahun lagi untuk jadwal kelulusan yang seharusnya.
“Maaf, tapi kami tak biaa lagi membantu. Kami juga sudah memberikan banyak referensi perusahaan padamu, tapi hasil juga tetap sama. Mungkin kamu yang harus memperbaiki diri agar perusahaan-perusahaan itu mau menerimamu,” kata salah seorang staf administrasi itu.
Jlebbb
Tajam sekali perkataan staf administrasi tersebut.
Apakah sikapku atau sifatku keterlaluan sampai tak ada perusahaan yang mau menerimaku? - batin Velvet.
Velvet pun berjalan keluar dari bagian administrasi Universitas X. Rencananya ia akan mencoba sekali lagi untuk datang ke perusahaan-perusahaan yang pernah menolaknya. Siapa tahu mereka akan memberikan kesempatan kedua.
Baru saja ia melangkahkan kaki keluar dari gedung khusus itu, mata para mahasiswa dan mahasiswi kembali melihat ke arahnya. Bahkan mereka berkasak-kusuk seperti sedang membicarakan dirinya.
“Bukankah dia adalah wanita yang ada di dalam foto itu?”
“Ya benar, aku ingat sekali wajahnya. Di foto itu bahkan terlihat jelas bagaimana raut wajahnya yang seperti wanita haus belaian.”
“Pantas saja dibuang! Kelakuan minus!”
Velvet terus berjalan meskipun di kanan dan kiri terdengar orang-orang yang membicarakannya. Ia tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, tapi semua itu seperti mengarah pada dirinya.
“Kalian semua jahat!! Siapa yang melakukan ini hah?!!” teriak Leslie yang mencoba membuka papan pengumuman yang terbungkus kaca bening itu.
“Les!” panggil Velvet. Ia menautkan kedua alisnya saat melihat sahabatnya yang terlihat sangat marah.
“Vel?” Ingin sekali rasanya Leslie memecahkan kaca tersebut agar ia bisa membuang foto itu sebelum Velvet datang melihatnya.
“Ada apa ini?” tanya Velvet.
Semua mata di sana menatap Velvet dan mencebik dengan sinis. Mereka bahkan menertawakan Velvet yang terlihat sok suci tapi kelakuannya ternyata tak lebih dari seorang wanita murrahan.
Tringg … tringgg … tringgg ….
Bunyi notifikasi di ponsel para mahasiswa dan mahasiswi terdengar bersamaan. Mereka yakin itu adalah bunyi notifikasi dari group Universitas.
Dan benar saja, sebuah foto yang sama seperti yang terpajang di papan pengumuman, kini terpampang dengan nyata di ponsel mereka masing-masing.
Velvet yang melihat apa yang ada di sana langsung jatuh terduduk. Leslie yang tadinya sedang berusaha mengambil foto dari papan pengumuman langsung menghampiri Velvet dan memeluknya.
“Jangan melihatnya, Vel. Aku yakin itu bukan dirimu. Mereka tak mengenalmu sebaik aku,” kata Leslie sambil terus memeluk Velvet dengan erat.
Tak ada air mata yang keluar dari mata Velvet, hanya saja saat ini hatinya serasa hancur dan pikirannya mulai bercabang ke mana-mana.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Murniyati
vel... cuek bebek pokoke kamu udh benerr
2024-09-24
0
Hartaty
astaga rasanya pengen cekik si lyora
2024-04-01
5
Yunerty Blessa
sabar lah Velvet....akan datang juga kebahagiaan mu
2024-02-27
2