Velvet kini duduk di jok belakang motor. Ia memegang bagian belakang motor agar tak terjatuh. Ia merutuki dirinya sendiri yang lupa bahwa acara bertukar kekasih telah dimulai dan pertukarannya terhitung sejak hari ini.
Biasanya, Allan akan menjemputnya dengan mobil. Bukan Velvet ingin membandingkan antara Allan dengan Cord, tapi mereka memang pribadi yang berbeda. Allan tak pernah terlambat menjemputnya, bahkan Allan sangat memperhatikannya.
Sebenarnya Velvet akan memilih naik transportasi umum saja daripada harus naik motor. Hanya saja ia tak ingin menyakiti hati Cord yang sudah meluangkan waktu menjemputnya.
Sesampainya di kampus, Velvet langsung memberikan helm yang ia gunakan pada Cord, lalu memegang dadanya yang mulai terasa sesak. Velvet mencoba mengambil nafas dan membuangnya secara teratur. Ia tak ingin merepotkan siapa pun saat ini dengan rasa sesak di dadanya.
“Terima kasih,” kata Velvet pada Cord.
Tanpa menunggu Cord, Velvet berjalan masuk ke dalam kampus. Ia langsung mengarahkan langkahnya ke gedung tempat ia menjalani kuliah arsitekturnya. Saat melewati taman, ia melihat Allan tengah duduk bersama dengan Lyora. Keduanya tertawa bersama, membuat Velvet hanya bisa tersenyum kecil.
Sudah menjadi aturan acara bertukar kekasih bahwa mereka dilarang menyapa pasangan asli mereka, jadi Velvet harus menahan diri jika di kampus. Namun, ia langsung mengirimkan pesan pada Lyora bahwa ia ingin bertemu sepulang kuliah nanti.
Maaf Vel, aku tak bisa. Allan minta ditemani ke toko buku sepulang kuliah nanti. Lagipula, aku tak ingin kalah dalam acara ini. Bayangan berlibur ke hawaii sudah ada di benakku. - Pesan singkat dari Lyora.
Velvet mendessah kasar. Kalau saja ia memiliki banyak uang, mungkin ia akan memberikan uang pada Lyora agar sahabatnya itu bisa segera pergi ke Hawaii, sehingga tak masalah jika mereka gagal dalam acara bertukar kekasih kali ini.
Ia pun segera masuk ke dalam kelas dan mengikuti mata kuliah pertamanya hari itu. Ia sedikit tak fokus, tapi ia tak ingin gagal. Ia ingin segera lulus dan bekerja.
**
“Siapa?” tanya Allan pada Lyora setelah Lyora meletakkan ponselnya. Saat ini mereka tengan menikmati sarapan pagi bersama.
“Velvet,” jawab Lyora jujur.
“Ada apa dengannya?” tanya Allan.
“Ia meminta untuk bertemu denganku sepulang kuliah nanti.”
“Biarkan saja dulu. Bukankah untuk sementara kita tidak boleh berbicara dengannya, bahkan menyapanya pun tidak,” kata Allan.
“Hmm … tapi Velvet adalah sahabatku dan juga kekasihmu. Apa kita langgar saja aturan itu, jadi kita bisa bertemu dan berbicara dengan Velvet,” kata Lyora.
“Bukankah kamu ingin menang?”
“Sangat. Aku ingin mendapatkan semua hadiah itu. Apa kamu benar-benar akan membantuku?” tanya Lyora.
“Tentu saja aku akan membantumu,” jawab Allan.
Cuppp
Tiba-tiba saja sebuah kecupan mendarat di pipi Allan. Pria itu langsung menoleh ke samping.
“Ah maaf, aku terbawa suasana. Maafkan aku,” kata Lyora.
Namun tanpa diduga oleh Lyora, Allan malah menahan tengkuknya dan mencium bibir Lyora. Sejak menjemput Lyora tadi, Allan harus menahan hassrat yang menggebu-gebu karena melihat Lyora yang berpakaian seksi. Sungguh jauh berbeda dengan penampilan Velvet yang hanya mengenakan T-shirt dan jeans setiap harinya.
Allan langsung bangkit dan meraih tangan Lyora setelah meletakkan sejumlah uang di atas meja. Ia meminta Lyora untuk naik ke dalam mobil dan Allan pun langsung melajukan mobilnya.
Sampai di tempat yang agak sepi, Allan memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Ia membuka seatbelt dan menyampingkan tubuhnya.
“Kita benar-benar sepasang kekasih untuk satu bulan ini kan?” tanya Allan.
“Tentu saja! Dan kita harus bersungguh-sungguh menjalankan peran ini. Kita harus menang!” kata Lyora bersemangat.
Allan langsung kembali mendekatkan tubuhnya pada Lyora, kemudian mencium bibir wanita itu dan menyesapnya dalam. Lyora tersenyum tipis kemudian membalas ciuman Allan. Keduanya larut dalam ciuman panas tersebut, hingga akhirnya Allan menyudahi dan kembali melajukan mobilnya.
Allan masuk ke dalam sebuah hotel bersama dengan Lyora, “Kita lanjutkan yang tadi.”
Lyora langsung mengalungkan tangannya di lengan Allan dan mereka menuju ke meja resepsionis untuk memesan kamar. Tak ada kecanggungan di antara keduanya. Sesaat setelah masuk ke dalam kamar, Allan langsung menyerang Lyora. Dengan cepat Allan membuka pakaian Lyora, begitu pula sebaliknya.
Mereka berdua telah dipenuhi hassrat dan gairrah yang tak dapat dibendung. Bahkan tanpa rasa bersalah melakukan hubungan terlarang padahal masing-masing dari mereka sudah memiliki kekasih.
“Kamu luar biasa, Ly. Jauh berbeda dari Velvet. Aku tak pernah bisa mendapatkan kepuasan dan kenikmatan ini dari Velvet. Ia selalu mengutamakan aturan yang ia buat sendiri,” ujar Allan saat mereka baru saja menyelesaikan pergulatan panas mereka.
“Kamu menyukainya?” tanya Lyora.
“Tentu saja aku suka dengan apa yang kamu berikan. Tapi, bagaimana dengan Cord?” Allan bertanya balik.
“Mereka tak akan mengetahuinya jika kita tak mengatakan apa-apa,” kata Lyora.
Mata Allan membulat sempurna dan wajahnya menampakkan kebahagiaan. Ia merasa bahwa ia akan mendapatkan sesuatu yang ia nanti-nantikan selama ini.
“Kamu tidak masalah dengan semua ini?” tanya Allan sekali lagi. Lyora tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Senyum sekali lagi terbit di wajah Allan. Ia kembali mellumat bibir Lyora dan kembali mengulangi pergulatan panas mereka. Hal inilah yang dinantikan oleh Allan sejak ia berhubungan dengan Velvet, namun wanita itu tak pernah memberikannya. Ia mengatakan bahwa ia hanya akan memberikannya pada pria yang serius padanya, yang artinya telah menikahinya.
**
“Kamu sudah selesai?” tanya Cord saat Velvet sudah keluar dari kelas.
“Ya.”
“Kuantar pulang,” kata Cord.
“Tidak perlu, terima kasih. Aku akan pulang naik bus saja.”
“Baiklah kalau begitu,” Cord pun tak memaksa Velvet. Jika memang wanita itu tak ingin pulang diantar olehnya, ia tak peduli. Cord segera pergi dari sana. Dari kejauhan, terlihat seseorang tengah mencatat sesuatu ke dalam buku.
🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Anonymous
okok
2025-02-26
0
Tiwi
keren
2024-10-19
0
Sintia Dewi
wahhh... wahhh....ternyata mreka cocok ya...allan gampang tergoda dan lyora si penggoda.../Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2024-10-12
0