#4

“Aaahhhh!!!!” Teriakan Lyora seakan memenuhi telinga semua mahasiswa dan mahasiswi yang hadir di acara pengumuman pemenang acara bertukar kekasih selama satu bulan kemarin.

Tanpa sadar, Lyora mendekati Allan dan memeluk tubuh pria itu sambil melompat.

“Aku menang, kita menang!” Teriak Lyora sekali lagi.

Lyora memang menginginkan semua hadiah yang ditawarkan di acara bertukar kekasih kali ini, terutama perjalanan ke Hawaii. Ia ingin mengabadikan perjalanannya ini dengan banyak foto dan video yang akan ia unggah di akun media sosialnya.

Tak hanya bahagia karena menjadi pemenang, Lyora sangat senang karena perjalanannya kali ini akan ditemani dengan Allan. Bagi Lyora, Allan adalah sosok pria idaman. Bahkan saat Allan mendekati Velvet, wanita itu selalu mencari perhatian Allan dengan mendekati pria itu dan memberikan informasi mengenai apa kesukaan Velvet.

Allan tanpa sadar juga membalas pelukan Lyora, membuat Velvet dan Cord yang berada di sampingnya menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.

Allan dan Lyora tersadar saat suara yang terdengar hanya suara mereka. Tatapan semua mahasiswa dan mahasiswi yang hadir berpusat pada mereka berdua, membuat keduanya saling melepaskan diri. Apalagi saat melihat ke arah Velvet dan Cord.

“Ahhh, maaf, maafkan aku, Vel. Aku terlalu senang. Aku tak pernah menyangka akan memenangkan acara ini. Aku bisa mendapatkan nilai A di mata kuliah yang sangat kubenci,” kata Lyora pada Velvet sambil menggenggam kedua tangan sahabatnya itu.

Setelah berbicara pada Velvet, Lyora langsung beralih pada Cord dan memeluk pria itu.

“Hari ini kita makan malam bersama, okay. Aku yang akan mentraktirmu,” kata Lyora sambil menyentuh ujung hidung Cord dengan jemarinya dan tersenyum.

Setelah acara pengumuman tersebut, Allan dan Lyora pun dipanggil oleh panitia untuk naik ke atas panggung. Mereka akan secara simbolis menerima semua hadiah yang telah disiapkan. Keduanya bahkan menyebutkan mata kuliah yang ingin mereka mau mendapat nilai A.

Setelah acara tersebut selesai, Allan mengantarkan Velvet kembali ke rumahnya. Kali ini, Allan akan mampir dan menemui Mom Faira. Hal itu bukan karena keinginan Allan atau pun karena permintaan Velvet, tapi lebih disebabkan Lyora yang akan makan malam dengan Cord, sehingga Allan tak bisa memangsa wanita penghangat ranjanggnya itu.

“Allan, kamu di sini?” tanya Mom Faira.

“Maafkan Allan, Aunty. Sudah lama sekali rasanya aku tak bertemu dengan Aunty. Maklum kuliah sedang sibuk-sibuknya,” jawab Allan.

“Aunty mengerti. Kamu sudah berada di semester terakhir dan pasti disibukkan dengan skripsi. Aunty selalu mendoakan yang terbaik untukmu,” kata Mom Faira lagi.

“Terima kasih, Aunty.”

Melihat kedekatan antara Mom Faira dengan Allan, membuat hati Velvet menghangat. Sejak kepergian Dad Vermont yang lebih memilih selingkuhannya, hati Velvet terasa dingin saat berhadapan dengan pria.

Namun, sikap Allan yang selalu lembut dan baik, serta bagaimana pria itu mendekatkan diri pada Mom Faira, membuat dirinya akhirnya luluh dan menerima Allan sebagai kekasihnya.

**

Hari keberangkatan Allan dan Lyora pun tiba. Keduanya mendapatkan izin dari pihak universitas untuk cuti selama 1 minggu. Mereka bahkan akan mendapatkan waktu khusus untuk mengganti jam kuliah mereka yang tertinggal selama mereka berlibur. Sungguh hadiah yang sangat luar biasa.

Dengan dibantu oleh Cord, Lyora memasuki bandara dengan wajah berseri-seri. Di dalam pikirannya sudah tersusun rencana matang tentang apa saja yang akan ia lakukan bersama dengan Allan di Hawaii.

Sementara di sisi yang lain, Allan yang sudah tidak sabar, menarik tangan Velvet agar berjalan lebih cepat.

“Pelan-pelan, Al. Kakiku sakit,” kata Velvet dengan jalan yang tak bisa mengimbangi langkah Allan.

“Nanti aku terlambat. Ayo cepatlah!” tiba-tiba saja Allan berkata sedikit ketus.

Velvet melihat ke arah jam di pergelangan tangannya. Masih 1 jam 30 menit lagi sebelum keberangkatan pesawat.

“Masih lama, Al. Pelan-pelan,” kata Velvet sekali lagi.

Sretttt …

Velvet merasa kaget ketika Allan menghempaskan tangannya begitu saja. Bahkan kekasihnya itu menatap tajam ke arahnya.

“Kamu tahu kan Vel kalau aku paling tidak suka terlambat. Apa aku pernah terlambat menjemputmu? Tidak kan?! Aku juga tidak mau terjadi padaku. Kalau kamu tidak mau mengantarku, katakan sejak tadi. Jadi aku tidak perlu mengajakmu,” ujar Allan.

Deggghh …

Hati Velvet seketika mencelos. Ucapan Allan seakan menyakitinya. Hanya demi sebuah liburan yang bisa Allan lakukan bahkan dengan uang sakunya sendiri, ia berkata dengan nada-nada tinggi pada Velvet. Ia jadi mengingat bagaimana Dad Vermont selalu berucap pada Mom Faira.

“M-maaf. Aku hanya merasa kakiku sakit,” ujar Velvet. Ia tak ingin hal ini membuat hubungannya dengan Allan merenggang. Akhirnya ia membiarkan Allan berjalan sendiri, sementara ia mengikuti di belakang.

Sesampainya mereka di area keberangkatan, Velvet melihat Lyora dan Cord yang sudah berada di sana. Cord terlihat sedang memegang koper milik Lyora dan merangkul sahabatnya itu.

“Kamu lama sekali, Al. Aku sudah menunggu di sini hampir 30 menit. Benar kan, sayang?” kata Lyora pada Allan, kemudian menoleh ke arah Cord. Cord hanya tersenyum sambil melihat ke arah Lyora.

Mereka berjalan menuju area khusus di mana tiket dan barang-barang mereka akan diperiksa. Allan berjalan mendekati Cord setelahnya.

“Cord, aku titip Velvet padamu. Tolong antarkan dia pulang. Maaf merepotkanmu. Seharusnya aku tidak mengajak Velvet tadi,” kata Allan.

Cess …

Kembali hati Velvet dibuat sakit. Ya, secara tidak langsung Allan menyakitinya dengan tidak mau diantar oleh Velvet. Apa karena ia tadi mengeluh kakinya sakit?

“Tenang saja, Al. Cord pasti akan mengantar Velvet. Ia adalah pria yang baik. Ia akan mengabulkan permintaanku. Kamu mau kan sayang mengantarkan Velvet?” tanya Lyora sambil memegang dadda Cord dan menatap manja kekasihnya itu.

“Hmm … aku akan mengantarnya,” kata Cord.

“Terima kasih, sayang,” kata Lyora sambil bermanja di lengan Cord.

Akhirnya Allan dan Lyora pun masuk ke area khusus penumpang yang memiliki tiket, sementara Velvet dan Cord melepas kepergian mereka dari area publik.

Setelah keduanya sudah tak terlihat, Cord menoleh ke arah Velvet, “kuantar pulang.”

“Tidak perlu, aku akan naik taksi saja. Terima kasih,” kata Velvet. Meskipun Lyora adalah sahabatnya, tapi Velvet tak terlalu dekat dengan Cord.

“Aku sudah berjanji dan aku akan menepati. Cepatlah,” Velvet menghela nafasnya pelan dan pada akhirnya mengikuti langkah Cord.

🌹🌹🌹

Terpopuler

Comments

Sintia Dewi

Sintia Dewi

owhhh pantes si velvet down mentalnya ternyata dadnya selingkuh...trimaksih allan km akan mengancurkan mental velvet untk ke 2xnya...laki2 silan

2024-10-12

0

Aiur Skies

Aiur Skies

UNIVERSITAS GEMBLUNG 🤣🤣🤣🤣🤣 UNTUUUUUNG bukan di Indo

2024-01-31

7

Naura Kamila

Naura Kamila

gpp vEL, mnding km tahu kebusukan mereka skrg, dr pd saat udh mnikah

2023-12-03

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!