Yuji dan Akira dihadapkan pada masa depan yang tidak pasti, dan mereka harus membuat keputusan yang akan memengaruhi karir dan hidup mereka selamanya.
Yuji dan Akira duduk bersama di balkon apartemen mereka, menatap ke arah langit yang senja mulai turun. Mereka saling berpegangan tangan, namun suasana hati keduanya sedikit cemas.
"Aku punya kabar baik dan kabar buruk, Yuji," kata Akira serius.
Yuji mengangkat alisnya, menunggu Akira untuk melanjutkan.
"Kabar baiknya, aku dipromosikan sebagai manajer cabang baru perusahaan tempatku bekerja," kata Akira, tersenyum kegirangan.
Yuji tersenyum bahagia, merasa bangga pada kekasihnya. Namun, senyumnya meredup saat Akira melanjutkan.
"Kabar buruknya, cabang baru tersebut berada di kota yang berbeda. Jadi aku harus pindah ke sana," jelas Akira, sedih.
Yuji menghela nafas, merasa sedikit kecewa dengan keputusan ini. Namun, ia berusaha tersenyum dan memperlihatkan dukungannya.
"Aku akan merindukanmu, tapi aku tahu kamu harus mengejar karirmu," kata Yuji lembut.
Akira tersenyum pahit, terdengar sedih ketika ia menjawab, "Aku tidak ingin meninggalkanmu, tapi aku juga tidak ingin melewatkan kesempatan ini."
Yuji mengangguk, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa segalanya akan baik-baik saja.
"Aku akan menunggumu, Akira. Kita bisa menghadapi masa depan ini bersama-sama," kata Yuji dengan mantap.
Namun, keduanya tahu bahwa masa depan mereka tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi jarak dan tantangan baru dalam hubungan mereka.
Beberapa minggu kemudian, Akira meninggalkan Tokyo untuk memulai pekerjaan barunya di kota yang jauh dari Yuji. Mereka berjanji untuk selalu berkomunikasi dan menyelesaikan masalah bersama-sama.
Namun, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Beberapa bulan kemudian, Yuji menerima tawaran pekerjaan yang menggoda dari perusahaan besar di kota lain. Ia tahu bahwa jika ia menerima tawaran tersebut, ia harus meninggalkan Akira dan kembali ke kota asalnya.
Yuji bimbang dan merenungkan pilihan sulit ini. Ia tidak ingin kehilangan Akira, namun ia juga tidak ingin melewatkan kesempatan karir yang baik.
Malam itu, Yuji berbicara dengan Akira melalui video call. Ia menatap kekasihnya lekat-lekat dan berkata, "Akira, aku mendapat tawaran pekerjaan yang menarik. Tapi itu berarti aku harus pindah ke kota lain."
Akira terdiam sejenak, sebelum akhirnya mengucapkan kata-kata yang sulit, "Aku merindukanmu, Yuji, tapi aku mendukungmu dalam keputusanmu."
Yuji tersenyum, merasa bersyukur memiliki pasangan seperti Akira yang selalu memberikan dukungan dan pengertian.
"Aku akan selalu mencintaimu,Akira.Kita mungkin harus berpisah untuk sementara waktu, tapi aku yakin kita bisa mengatasi jarak ini. Dan nanti, ketika waktunya tepat, kita akan bersama lagi," kata Yuji dengan penuh keyakinan.
Akira tersenyum, merasa lega bahwa Yuji mengerti situasi mereka. Ia tahu bahwa jarak bukanlah halangan untuk cinta yang tulus dan kuat.
"Aku juga akan selalu mencintaimu, Yuji. Dan aku akan selalu berada di sini untukmu, kapan pun kamu butuhkan," kata Akira, tersenyum hangat.
Yuji merasa lega dan bahagia karena memiliki Akira di sisinya, meskipun jarak memisahkan mereka. Ia tahu bahwa mereka akan selalu saling mendukung dan perjuangkan cinta mereka, meskipun harus menghadapi masalah yang sulit.
Ketika akhirnya Yuji pindah ke kota baru, mereka memulai babak baru dalam hubungan mereka. Meskipun terpisah jarak, mereka selalu berkomunikasi dan saling memberikan dukungan.
Dan setelah beberapa tahun berlalu, Yuji dan Akira akhirnya kembali bersama, di kota yang sama, dengan karir yang sukses dan cinta yang semakin kuat. Mereka menyadari bahwa perjuangan hidup bersama itu berharga dan tak tergantikan. Akhir cerita diakhiri dengan mereka saling berpegangan tangan, tersenyum bahagia, menatap ke depan untuk masa depan yang lebih cerah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments