Akira merasa cemas tentang masa depan hubungan mereka dan mulai mempertanyakan perasaannya pada Yuji.
Yuji sedang menunggu Akira di sebuah kafe, seperti yang mereka sepakati. Mereka telah menghabiskan banyak waktu bersama sejak mereka menjadi pasangan, tetapi saat ini Yuji merasakan ketegangan dalam perasaannya. Dia tidak yakin apa yang akan terjadi hari ini, tetapi dia berusaha untuk tetap tenang.
Akira akhirnya tiba, dan Yuji bisa melihat dari wajahnya bahwa dia sedang cemas. Yuji meminta Akira untuk duduk dan memulai percakapan mereka. "Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan, Akira?"
Akira menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, Yuji. Aku hanya merasa sedikit cemas tentang masa depan hubungan kita."
Yuji merasa lega mendengarnya. "Kenapa kamu merasa seperti itu, Akira?"
"Aku tidak tahu, mungkin aku terlalu khawatir," jawab Akira. "Kamu tahu, aku sangat menyukaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu."
Yuji tersenyum dan meraih tangan Akira. "Jangan khawatir, Akira. Aku sangat menyukaimu juga, dan aku akan selalu ada untukmu."
Akira merasa lega mendengarnya dan tersenyum. "Terima kasih, Yuji. Aku sangat beruntung bisa memiliki kamu sebagai pacarku."
"Maksudku apa yang aku katakan, Akira," kata Yuji sambil tersenyum. "Kita akan melalui semua rintangan ini bersama-sama."
Mereka berdua terus mengobrol dan menikmati waktu mereka bersama, dan Akira merasa lebih tenang setelah berbicara dengan Yuji. Dia tahu bahwa mereka masih memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi, tetapi dia yakin bahwa cinta mereka akan bertahan.
Yuji merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan Akira, ia merasa tidak bisa menjanjikan sesuatu yang belum pasti. Namun, Yuji tahu bahwa ia sangat mencintai Akira dan tidak ingin kehilangan dirinya. Yuji kemudian meminta waktu untuk berpikir, sambil meyakinkan Akira bahwa ia akan melakukan yang terbaik untuk hubungan mereka.
"Maafkan aku Akira, aku masih memikirkan banyak hal tentang masa depan kita," kata Yuji dengan penuh perhatian.
Akira mengangguk, meski ia masih merasa sedikit tidak pasti. "Tidak apa-apa Yuji, aku mengerti bahwa kita berdua harus memikirkan masa depan kita."
Yuji memeluk Akira dengan lembut, berusaha memberikan dukungan untuk dirinya sendiri dan untuk Akira. Keduanya duduk di taman, menatap langit malam yang tenang.
"Aku tahu kita berdua punya banyak masalah yang harus diatasi. Tapi aku yakin bahwa kita bisa mengatasi semuanya bersama-sama," ucap Akira dengan tegas.
Yuji tersenyum, ia merasa lega bahwa Akira tetap berpikir positif meski sedang merasa cemas. "Kita pasti bisa, Akira. Kita sudah melewati banyak hal bersama-sama, dan aku yakin kita akan terus melakukannya."
Akira tersenyum kembali, merasa lega mendengar kata-kata Yuji. Meski masih merasa sedikit cemas, ia percaya bahwa Yuji akan selalu ada di sisinya dan mereka akan melalui semuanya bersama-sama.
Akira: Maafkan aku, aku merasa seperti aku menjadi terlalu cemas belakangan ini. Aku tidak ingin hubungan kita berakhir karena aku merasa tidak yakin.
Yuji: Tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi percayalah padaku, aku akan selalu mencintaimu.
Akira: Terima kasih, Yuji. Aku benar-benar mencintaimu juga.
Yuji: Aku tahu. Dan aku ingin kita terus saling mendukung dan mencintai satu sama lain. Apa pun yang terjadi, kita akan melewatinya bersama-sama.
Akira: Ya, aku sepenuhnya setuju. Aku tidak sabar untuk melihat apa yang masa depan bawa bagi kita.
Yuji: Aku juga. Dan aku berjanji untuk selalu menjaga hubungan kita dan membangun masa depan yang indah bersama.
Akira: Aku percaya padamu, Yuji. Dan aku berjanji untuk menjadi teman, pasangan, dan mitra yang setia dan mendukungmu sepanjang hidupku.
Yuji: Itulah yang aku harapkan. Dan aku akan selalu melakukan hal yang sama untukmu. Kita berdua saling menyayangi dan mempercayai satu sama lain, dan itulah yang akan membawa kita melalui segala rintangan yang mungkin kita hadapi.
Akira: Aku tidak bisa setuju lebih banyak lagi. Aku sangat beruntung memiliki kamu di hidupku, Yuji.
Yuji: Dan aku sangat beruntung memiliki kamu di hidupku, Akira. Kita akan terus bersama-sama dan menjalani kehidupan yang penuh cinta dan kebahagiaan.
Akira menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan itu masalahnya. Aku tidak ingin merusak hubungan kita. Tapi aku juga takut kita akan berakhir dengan patah hati jika aku tidak mempersiapkan diri dengan baik."
Yuji memegang tangan Akira dan menatap matanya dengan penuh kasih sayang. "Aku mengerti perasaanmu, Akira. Tapi kita tidak perlu terlalu khawatir tentang masa depan. Kita bisa menghadapi apa pun yang terjadi bersama-sama. Aku percaya pada cinta kita dan aku akan selalu ada untukmu."
Akira tersenyum, merasa lega mendengar kata-kata Yuji. "Terima kasih, Yuji. Aku juga percaya pada cinta kita dan aku akan selalu mencintaimu."
Yuji tersenyum dan mereka berdua berpelukan erat, merayakan cinta mereka yang indah. Meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, mereka yakin bahwa mereka akan selalu bersama dan melewati semuanya dengan kekuatan cinta dan kepercayaan satu sama lain.
Akhirnya, mereka berdua berjalan pulang dengan tangan dalam tangan, menatap matahari terbenam di ufuk barat. Mereka tahu bahwa masih banyak petualangan yang menunggu di depan, tetapi mereka siap menghadapinya bersama-sama sebagai pasangan yang saling mencintai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments