Suasana di malam itu cukup tenang. Udara dingin menerpa wajah mereka saat Yuji dan Akira duduk di taman kota yang sepi. Meskipun mereka tidak mengatakannya, keduanya saling merindukan selama sehari penuh yang terasa begitu lama.
Akira memulai pembicaraan, "Yuji, kau tahu aku sangat menyukaimu, kan?"
Yuji tersenyum dan mengangguk, "Aku juga menyukaimu, Akira. Tapi aku khawatir tentang bagaimana kita akan menghadapi tantangan di masa depan."
Akira meletakkan tangannya di tangan Yuji dan menggenggamnya dengan erat, "Aku yakin kita bisa menghadapi segalanya selama kita bersama-sama. Kita harus percaya satu sama lain dan komitmen untuk tetap bersama, apapun yang terjadi."
Yuji merasa lega mendengarnya, "Kau benar. Aku akan berkomitmen untuk tetap bersamamu, Akira. Apa pun yang terjadi."
Mereka duduk berdampingan sambil menatap bintang-bintang di langit malam. Meskipun masih banyak rintangan yang harus dihadapi, mereka yakin bahwa cinta mereka akan terus tumbuh dan berkembang. Mereka saling menggenggam tangan dan berharap untuk masa depan yang lebih cerah bersama.
"Maksudku, aku hanya ingin kita tetap bersama," lanjut Yuji.
Akira tersenyum, "Aku juga merasakan hal yang sama, Yuji. Aku tidak ingin kehilanganmu."
Yuji meraih tangan Akira dan mereka saling menatap. Walaupun ia tidak terbiasa dengan perasaannya, Yuji merasa nyaman dan tenang bersama Akira. Ia tahu bahwa kehadirannya dalam hidupnya adalah suatu anugerah yang luar biasa.
"Aku akan selalu ada untukmu, Yuji," ujar Akira tegas.
Yuji tersenyum dan merapatkan tangan mereka, "Aku juga akan selalu ada untukmu, Akira. Kita akan melewati rintangan ini bersama-sama."
Malam itu, mereka berjalan-jalan di sekitar kota kecil mereka. Tangan mereka tetap tergenggam erat sepanjang waktu, menunjukkan kepercayaan dan komitmen mereka satu sama lain. Mereka berbicara tentang impian dan harapan mereka untuk masa depan, dan bersumpah untuk membantu satu sama lain mencapai tujuan mereka.
Saat malam semakin larut, mereka akhirnya harus berpisah. Yuji merasa sedih, tapi ia juga merasa bersemangat untuk melihat apa yang akan terjadi pada hubungan mereka selanjutnya.
"Selamat malam, Akira. Aku berharap kita bisa segera bertemu lagi," ujar Yuji sambil melepaskan tangan Akira.
"Selamat malam, Yuji. Aku akan merindukanmu," ujar Akira, sambil memberikan senyum lembutnya yang membuat hati Yuji meleleh.
Mereka saling melambaikan tangan saat Yuji berjalan pulang, sambil merenungkan betapa beruntungnya ia telah menemukan cinta sejatinya dalam Akira.
Akira: "Ya, saya juga merasakan itu. Tapi saya yakin kita bisa melewati semua rintangan itu bersama-sama. Kita hanya perlu saling mendukung dan saling percaya."
Yuji: "Saya tahu, tapi saya khawatir. Saya tidak ingin kehilanganmu."
Akira: "Kita tidak akan pernah kehilangan satu sama lain. Kita akan selalu berjuang bersama dan menjadi lebih kuat setiap kali menghadapi rintangan."
Yuji: "Saya percaya itu. Tapi saya masih takut."
Akira: "Takut itu wajar, Yuji. Tapi jangan biarkan takut itu menguasai kita. Kita harus percaya pada diri sendiri dan pada hubungan kita. Kita memiliki cinta yang tulus dan itu akan membantu kita melewati segala hal."
Yuji: "Ya, kamu benar. Saya akan mempercayai kamu dan hubungan kita. Aku mencintaimu, Akira."
Akira: "Saya juga mencintaimu, Yuji. Dan kita akan selalu saling mendukung dan saling mencintai."
Keduanya saling tersenyum dan saling memandang dengan penuh cinta. Mereka berjanji untuk selalu mempercayai dan mendukung satu sama lain dalam setiap situasi. Walaupun masa depan mereka masih penuh dengan ketidakpastian, namun mereka yakin bahwa cinta mereka akan bertahan lama dan menjadi lebih kuat dari segala rintangan yang mungkin menghadang.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya, Yuji membuka teleponnya dan menemukan pesan dari Akira. Dia meminta untuk bertemu dengannya malam itu untuk berbicara tentang masa depan mereka bersama. Yuji tidak bisa menahan kegembiraannya dan segera setuju.
Yuji tiba di tempat yang telah ditentukan, taman kecil di kota mereka. Dia melihat Akira sedang menunggunya di bawah lampu jalan, dan dia merasa hatinya berdebar lebih cepat. Akira tersenyum padanya ketika dia mendekat, dan Yuji merasa kebahagiaan yang luar biasa.
"Malam ini benar-benar indah, kan?" tanya Akira sambil tersenyum.
Yuji hanya bisa mengangguk dan tersenyum malu-malu. Dia tidak bisa mempercayai bahwa dia benar-benar di sini dengan Akira, gadis yang dia sukai sejak pertama kali bertemu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan malam ini?" tanya Yuji sambil menatap Akira dengan tajam.
"Aku ingin berbicara tentang masa depan kita bersama," jawab Akira dengan serius.
Yuji merasa keringat dingin menetes di punggungnya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan membicarakan masa depan dengan Akira.
"Apa yang kamu pikirkan tentang hubungan kita?" tanya Akira.
Yuji merenung sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Aku sangat senang dengan hubungan kita sekarang. Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan memiliki seseorang seperti kamu di hidupku."
Akira tersenyum dan menggenggam tangan Yuji. "Aku juga sangat bahagia dengan hubungan kita, Yuji. Aku tahu bahwa kita masih memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi, tapi aku ingin berusaha untuk mengatasi semuanya bersama-sama."
Yuji merasa hatinya bergetar mendengar kata-kata itu. Dia tahu bahwa dia sangat mencintai Akira dan tidak bisa membayangkan hidup tanpanya.
"Aku ingin menjalani hidupku bersama denganmu," kata Yuji dengan mantap.
Akira tersenyum dan menarik Yuji untuk berpelukan. Yuji merasa tenang di pelukan Akira, dan dia tahu bahwa dia menemukan tempat yang tepat di hatinya. Mereka berdiri di bawah lampu jalan, menatap langit malam yang indah, sambil merenungkan masa depan mereka bersama-sama.
Saat mereka berjalan di jalan yang gelap, Akira merasa agak khawatir karena dia tahu bahwa tempat ini agak sepi dan gelap. Tapi Yuji menenangkan dia dengan berbicara tentang mimpi-mimpi masa depan mereka bersama. Dia berbicara tentang bagaimana dia ingin menjadi orang yang lebih baik dan bagaimana dia ingin memastikan bahwa mereka dapat mencapai impian mereka bersama. Akira tersenyum saat mendengar kata-kata Yuji dan merasa sangat bahagia karena memiliki seseorang seperti dia dalam hidupnya.
"Aku percaya padamu, Yuji," kata Akira dengan senyum di wajahnya.
Yuji tersenyum dan merasa senang mendengarnya. "Aku akan selalu ada untukmu, Akira. Aku tidak akan pernah membiarkan apa pun menyakitimu."
Mereka berhenti di bawah pohon besar dan duduk di bangku kayu di sebelahnya. Mereka duduk di sana selama beberapa saat sambil menikmati keheningan malam.
"Kamu tahu, Akira," kata Yuji tiba-tiba, "aku selalu merasa seperti aku tidak cukup baik untukmu. Aku merasa seperti aku tidak pantas untukmu."
Akira menatapnya dan menggenggam tangannya. "Tidak, Yuji. Kamu salah. Kamu adalah orang yang paling baik yang pernah aku temui. Kamu adalah orang yang membuatku bahagia dan selalu memberikan dukungan padaku. Kamu adalah orang yang aku cintai."
Yuji merasa air mata mengalir di matanya saat mendengar kata-kata Akira. Dia menarik Akira ke dalam pelukannya dan mencium lembut bibirnya. Mereka mencium satu sama lain dengan penuh kasih sayang dan merasa seperti tidak ada yang lebih penting daripada kehadiran satu sama lain di sana.
"Maukah kamu selalu bersamaku, Akira?" tanya Yuji dengan suara lembut.
"Selamanya," jawab Akira dengan senyum. "Aku akan selalu bersamamu, Yuji. Kita akan menghadapi masa depan bersama-sama."
Yuji dan Akira saling tersenyum dan merangkul satu sama lain. Mereka tahu bahwa masih banyak rintangan yang harus mereka hadapi, tapi mereka yakin bahwa cinta mereka akan bertahan. Mereka menatap bintang-bintang di langit malam dan merasa seperti mereka memiliki satu sama lain untuk selamanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments