Yuji dan Akira menghadapi tantangan besar dalam hubungan mereka, dan mereka harus memutuskan apakah mereka akan terus berjuang atau mengakhiri hubungan mereka.
Pada episode terakhir cerita ini, Yuji dan Akira menghadapi tantangan besar dalam hubungan mereka. Setelah sebulan berpacaran, mereka menemukan bahwa jarak dan perbedaan minat mulai memengaruhi hubungan mereka. Akira merasa frustrasi karena Yuji tidak menunjukkan minat yang sama dengan hobi dan kegiatan yang ia sukai, sedangkan Yuji merasa tertekan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang dianggap "normal" oleh Akira.
Mereka mencoba untuk memecahkan masalah ini dengan berbicara dan mencoba memahami satu sama lain, tetapi semakin banyak mereka berbicara, semakin jelas bahwa perbedaan mereka menjadi semakin besar. Pada akhirnya, mereka merasa bahwa hubungan mereka tidak bisa lagi berjalan dengan baik dan mulai merenungkan apakah mereka harus terus berjuang atau mengakhiri hubungan mereka.
"Yuji, aku merasa sedih karena kita selalu bertengkar tentang hal-hal yang tidak penting," ucap Akira dengan suara sedih.
Yuji menyahut, "Aku tahu, dan aku juga merasa seperti itu. Aku mencintaimu, tapi aku merasa seperti kita terjebak di tempat yang sama dan tidak tahu harus berbuat apa."
"Apakah kita seharusnya mengakhiri semuanya?" tanya Akira, dengan matanya yang berkaca-kaca.
Yuji merenung sejenak sebelum menjawab, "Aku tidak tahu. Aku ingin mencoba lagi, tapi aku juga tidak ingin membuatmu menderita. Apa yang kamu pikirkan?"
Akira menghela nafas dan berpikir sejenak. "Aku juga tidak ingin kehilanganmu, tapi aku tidak tahu apakah kita bisa menyelesaikan masalah ini."
"Bagaimana kalau kita memberikan waktu satu sama lain dan mencoba lagi nanti?" usul Yuji.
Akira memandang ke arah Yuji, "Kamu serius?"
Yuji tersenyum, "Aku serius. Aku pikir kita harus mencoba lebih keras dan mencoba memahami satu sama lain."
Akira tersenyum, "Aku setuju. Aku mencintaimu, Yuji."
Yuji juga tersenyum, "Aku mencintaimu, Akira."
Mereka berpelukan erat, merasakan kehangatan satu sama lain. Mereka tahu bahwa hubungan mereka masih jauh dari sempurna, tapi mereka yakin bahwa mereka akan bekerja keras dan tetap bersama-sama untuk mencapai kebahagiaan yang mereka inginkan.
Dengan harapan dan keyakinan dalam hati, mereka melangkah ke masa depan bersama-sama.
Yuji: Apakah kamu benar-benar merasa itu? Aku ingin kau jujur padaku.
Akira: Ya, aku merasakannya. Tapi aku juga merasa khawatir tentang kita. Apa yang akan terjadi pada kita di masa depan?
Yuji: Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku tahu bahwa aku sangat mencintaimu, Akira. Aku siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang akan datang asalkan aku bisa melakukannya denganmu.
Akira: Aku juga mencintaimu, Yuji. Dan aku siap untuk menghadapi tantangan apa pun bersamamu. Aku tidak ingin kehilanganmu.
Yuji: Aku tidak ingin kehilanganmu juga. Kita harus saling mempercayai dan saling mendukung satu sama lain, bahkan ketika hal-hal tidak mudah.
Akira: Aku sepenuhnya setuju. Kita harus berjuang untuk hubungan kita dan saling menopang satu sama lain.
Yuji: Jadi, apa yang kamu pikirkan? Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Akira: Aku pikir kita harus berbicara dengan jujur tentang apa yang kita inginkan dari hubungan ini dan berusaha menemukan cara untuk membuatnya bekerja. Kita bisa melakukannya bersama-sama, Yuji.
Yuji: Benar. Kita bisa melakukannya bersama-sama.
Mereka saling tersenyum dan bergandengan tangan, merasa lebih dekat dari sebelumnya. Meskipun tantangan besar menunggu di depan mereka, mereka yakin bahwa dengan saling percaya dan saling mendukung, mereka dapat mengatasi semua rintangan dan membangun hubungan yang kuat dan bahagia bersama-sama.
Dalam keheningan yang tegang, Yuji meraih tangan Akira. "Sudah kudengar semua yang kau katakan," katanya, lalu menatapnya tajam. "Tapi aku pikir kita bisa melewatinya. Aku ingin kita tetap bersama, meski tantangan apa pun yang menghadang."
Wajah Akira mulai terang, dan ia meraih tangan Yuji dengan lebih erat lagi. "Aku juga merasa begitu," ujarnya, wajahnya berseri-seri. "Kita bisa melalui ini bersama-sama."
Yuji tersenyum lebar, hatinya penuh dengan kebahagiaan dan lega. "Kita akan saling mendukung, dan saling menguatkan," katanya, lalu mencium kening Akira dengan lembut.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya merentangkan tangan satu sama lain, menandakan bahwa mereka akan terus menjalani hubungan mereka, meski tantangan apa pun yang menghadang.
Malam itu, mereka pulang dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Dan sejak saat itu, mereka belajar untuk lebih terbuka satu sama lain, dan membangun kepercayaan yang lebih besar dalam hubungan mereka.
Akira belajar untuk mempercayai Yuji, bahkan ketika ia merasa tidak aman atau ragu, sementara Yuji belajar untuk lebih terbuka dan berbicara tentang perasaannya, bahkan jika itu terasa tidak nyaman.
Keduanya berjuang bersama-sama melalui tantangan dan rintangan yang mereka hadapi, dan karena itu, hubungan mereka semakin kuat dan kokoh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments