Yuji merasa gugup saat berada di depan rumah Akira. Mereka berencana untuk menghabiskan waktu bersama-sama dan mengunjungi keluarga Akira. Ini adalah pertama kalinya Yuji akan bertemu dengan keluarga Akira dan dia sangat ingin membuat kesan yang baik. Ketika Akira membukakan pintu, dia terlihat sangat senang dan memeluk Yuji erat.
"Yuji, ini rumahku!" kata Akira sambil menunjuk sekeliling.
"Terima kasih sudah mengajakku," jawab Yuji dengan canggung.
Akira menggenggam tangan Yuji dan membawanya ke dalam rumah. Keluarga Akira sangat ramah dan menyambut Yuji dengan senang hati. Mereka duduk bersama dan mengobrol dengan hangat, dan Yuji merasa nyaman dan tenang di tengah keluarga Akira.
"Sudah lama sekali kami tidak makan bersama seperti ini," kata ibu Akira sambil tersenyum.
"Yuji, apa kamu sudah makan? Mau makan bersama?" tawar Ayah Akira.
Yuji tersenyum dan mengangguk, dia merasa sangat senang di sana.
Setelah makan malam, mereka semua bermain permainan papan bersama-sama. Keluarga Akira sangat bahagia dan bersyukur bisa bertemu dengan Yuji. Yuji merasa sangat dekat dengan Akira dan keluarganya, dan dia tahu dia mencintai Akira lebih dari apapun.
"Saya sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama keluargamu," kata Yuji pada Akira ketika mereka berjalan pulang.
"Aku juga sangat senang," jawab Akira sambil tersenyum.
Ketika mereka berjalan pulang, Yuji meraih tangan Akira dan berkata, "Akira, aku mencintaimu."
Akira terkejut dengan kata-kata Yuji, tapi dia tersenyum dan membalas, "Aku juga mencintaimu, Yuji."
Mereka berjalan pulang dengan senyum di wajah mereka dan saling memeluk erat. Mereka tahu bahwa hubungan mereka telah diuji dengan berbagai masalah, tetapi mereka yakin bahwa cinta, kepercayaan, dan komitmen mereka akan membuat hubungan mereka bertahan lama.
"Yuji, kau ingin makan apa?" tanya ibu Akira kepada Yuji sambil tersenyum.
"Tidak, terima kasih, Bu. Saya sudah kenyang," jawab Yuji.
"Yah, jangan-jangan kau terlalu malu untuk makan banyak di hadapan kami," goda ayah Akira sambil tertawa.
Yuji merasa sedikit canggung, tetapi kemudian dia tersenyum. "Tidak, tidak begitu, Pak. Saya hanya terlalu kenyang."
"Mereka selalu seperti itu, Yuji. Jangan terlalu khawatir tentang itu," kata Akira sambil tersenyum.
Yuji memandang Akira dengan penuh kasih sayang. Ia merasa beruntung bisa mengenal keluarga Akira. Setelah makan malam, mereka duduk bersama di ruang keluarga. Mereka bercerita tentang sekolah, teman-teman, dan rencana masa depan mereka.
"Tampaknya kalian berdua semakin dekat, ya," kata ibu Akira tersenyum kepada mereka.
Yuji dan Akira saling pandang. "Iya, Bu. Saya sangat bahagia bisa mengenal Yuji lebih baik," ucap Akira.
Yuji tersenyum dan membalas tatapan Akira. Ia juga merasa sangat bahagia bisa mengenal Akira dan keluarganya. Setelah berbicara sebentar lagi, mereka berpisah untuk malam itu.
Yuji dan Akira berjalan pulang bersama di bawah bintang-bintang malam. "Aku senang kau bisa bertemu dengan keluargaku," kata Akira kepada Yuji sambil tersenyum.
"Terima kasih sudah mengundangku, Akira," jawab Yuji sambil memegang tangan Akira.
Mereka berjalan bersama, tangan dalam tangan, menikmati suasana malam yang tenang. Yuji merasa seperti hidupnya telah berubah sejak dia bertemu dengan Akira. Dia merasa lebih bahagia dan percaya diri.
"Kamu tahu, Yuji, aku merasa beruntung bisa bertemu denganmu. Kamu adalah orang yang luar biasa," kata Akira sambil tersenyum.
Yuji merasa hatinya berdebar dengan cepat. Dia merasa begitu terkesan oleh kata-kata Akira. Dia menggenggam tangan Akira lebih erat dan mengatakan, "Aku merasa sama tentangmu, Akira. Aku sangat mencintaimu."
Akira terkejut dan kemudian dia tersenyum. "Aku juga mencintaimu, Yuji."
Mereka saling berpelukan dan mencium satu sama lain, di bawah cahaya bulan yang indah. Mereka tahu bahwa hubungan mereka akan diuji di masa depan, tetapi mereka berkomitmen untuk tetap bersama-sama dan mengatasi masalah itu bersama. Akhirnya, mereka berjalan pulang ke rumah masing-masing dengan senyum di wajah mereka dan hati yang penuh dengan cinta dan harapan.
Mereka semua menikmati makan malam bersama dan bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Yuji menjadi lebih dekat dengan keluarga Akira dan merasa lebih percaya diri dengan hubungan mereka. Setelah makan malam, mereka semua duduk di ruang tamu dan menonton film bersama.
Saat film berjalan, Yuji dan Akira duduk berdampingan dan berpegangan tangan. Yuji merasa bahagia bisa berada di samping Akira, dan sekaligus sedikit gugup karena dia masih belum terbiasa dengan interaksi sosial yang intens seperti ini.
Tapi pada saat yang sama, ia merasa nyaman dan merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang spesial dalam hidupnya. Akira juga merasa nyaman dan bahagia berada di samping Yuji, dan ia merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang benar-benar dapat ia percayai dan ia cintai.
Ketika film selesai, keluarga Akira memberi salam kepada Yuji dan berterima kasih untuk datang. Yuji dan Akira kemudian berjalan pulang bersama dengan tangan mereka saling terjalin erat. Mereka merasa bahwa mereka telah melewati banyak hal bersama-sama, dan mereka siap untuk menghadapi masa depan bersama-sama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments