Kekejaman Raka

"Selama ini Nicole tidak pernah mengusik orang lain tapi Nicole tidak mengerti kenapa Nicole selalu di benci sama teman sekolah bahkan di kampus Nicole juga di benci. Padahal Nicole itu selalu berbuat baik sama mereka tapi balasannya mereka membenci tanpa sebab." Ucap Nicole.

"Apa yang mereka lakukan padamu?" Tanya Raka dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarahnya terhadap mereka.

"Mereka mem bully dan terkadang ada orang yang melempari telur busuk ke pakaian Nicole padahal Nicole tidak pernah jahat sama orang," Jawab Nicole dengan mata berkaca-kaca.

"Kakak akan mencari siapa dalangnya karena telah berani berbuat jahat terhadap calon istriku," ucap Raka sambil masih menahan amarahnya.

"Terima kasih banyak kak, maaf Kak aku mau tidur dulu," ucap Nicole yang sejak tadi menguap terus sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Raka dengan tangan kanannya memeluk tubuh Raka.

"Tidurlah, Kakak akan selalu menjaga dirimu," ucap Raka sambil membelai punggung Nicole.

"Nicole percaya kalau kak Raka akan menjaga diriku," ucap Nicole sambil memejamkan matanya.

Tidak membutuhkan waktu lama Nicole tidur dengan pulas sedangkan Raka mengambil ponselnya yang diletakkan di meja untuk mengirim pesan ke anak buahnya.

"Selidiki tentang masa lalu Nicole waktu Nicole duduk di bangku sekolah mau pun ketika Nicole kuliah."

"Baik tuan."

Selesai mengirim pesan ke orang kepercayaannya Raka meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya kemudian berbaring di ranjang sambil memeluk Nicole.

'Mulai sekarang dan seterusnya tidak ada lagi orang yang akan berani mengusik dirimu karena Kakak akan memberikan hukuman ke mereka.' Ucap Raka dalam hati.

Selesai mengatakan hal itu Raka memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu yang lama Raka tidur dengan pulasnya.

xxxxxxxx

Waktu berjalan dengan cepatnya dan kini waktu menunjukkan jam dua belas siang perlahan Raka membuka matanya dan melihat Nicole masih tidur dengan pulasnya.

Raka turun dari ranjang kemudian mengambil celana boxer nya yang tergeletak di lantai lalu memakainya.

Raka mengambil ponsel miliknya yang ada di meja kemudian keluar dari kamar Nicole menuju ke arah dapur karena dirinya mulai lapar dan berencana untuk memasak.

Delapan belas menit kemudian Nicole membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan kamarnya tidak melihat Raka.

"Mungkin kak Raka sudah pulang," ucap Nicole sambil bangun dari ranjang dengan wajah kecewa.

"Kenapa Kak Raka tidak pamitan?" Tanya Nicole sambil bangun dari ranjang.

"Sstttttt... Punyaku perih banget," ucap Nicole sambil meringis.

Nicole perlahan turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya.

Ceklek

Nicole membuka pintu kamar mandi kemudian berjalan ke arah shower untuk menyegarkan tubuhnya. Nicole memutar kran shower dan otomatis keluar air shower yang lumayan hangat hingga tubuhnya yang lengket dan lelah hilang seketika dan berganti dengan tubuhnya yang segar.

Nicole memejamkan matanya menikmati air hangat hingga dirinya merasakan pelukan hangat seseorang membuat Nicole membuka matanya kemudian mendongakkan kepalanya ke atas. Hal itu membuat Nicole mematikan kran shower kemudian menyandarkan tubuhnya di dada bidang Raka.

"Kak Raka," ucap Nicole dengan wajah terkejut karena Nicole mengira kalau Raka sudah pulang.

"Ya," jawab Raka sambil memainkan dua gunung kembar milik Nicole.

"Ahhhhhhh... Kak Raka ... Aku ... Ahhhhhhh ... Sangat lelah," ucap Nicole sambil mengeluarkan suara merdunya.

"Sebentar dan tidak pakai lama," bisik Raka sambil memegang ke dua tangan Nicole agar memegang tembok.

"Sayang, bungkuk kan tubuhmu," bisik Raka.

"Untuk apa?" Tanya Nicole.

"Nanti kamu akan tahu," bisik Raka lagi.

Nicole langsung membungkuk kan punggung nya dan kini posisi Nicole me x nung x ging kemudian Raka memegang tongkat kayunya yang panjang, berurat dan agak besar untuk di satukan ke tubuh Nicole.

Jleb

"Ahhhhhhh..." Desah Nicole ketika tongkat kayu milik Raka masuk ke dalam goa miliknya yang paling terdalam di mana goa tersebut dikelilingi rumput berwarna hitam.

"Tubuhmu membuatku menjadi candu," bisik Raka sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang sambil tangan kanannya memainkan salah satu gunung kembar milik Nicole dan satunya memegang tangan Nicole.

Nicole hanya memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh Raka hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar dari tongkat kayu milik Raka dan lagi-lagi dimasukkan ke dalam rahim Nicole.

Kemudian Raka menyalakan kran shower tanpa melepaskan tongkat kayu nya dan masih tertanam di goa milik Nicole. Raka mematikan kran shower kemudian menggosok tubuh Nicole dengan menggunakan sabun.

"Kak Raka, kenapa adik kecil kak Raka tidak di lepas?" Tanya Nicole yang merasa bagian privasinya masih mengganjal.

"Adik kecilku masih betah di dalam jadi jangan di usir nanti nangis," jawab Raka usil.

Bugh

"Kak Raka," ucap Nicole sambil memukul bahu Raka.

Raka tidak marah ketika Nicole memukul bahunya malah dirinya tersenyum. Setelah selesai memberikan sabun di tubuh Nicole dan Raka barulah Raka menyalakan kran shower.

Air yang keluar dari kran shower membuat Raka memainkan dua gunung kembar milik Nicole membuat Nicole menundukkan kepalanya sambil mengeluarkan suara merdunya.

Raka yang melihat Nicole kembali te x rang x sang membuat tongkat kayu nya kembali bangun. Raka menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga tongkat kayunya keluar lahar.

"Ahhhhhhh... " Desah Raka dan Nicole secara bersamaan.

Bruk

"Tubuhku rasanya seperti tidak bertulang," ucap Nicole sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang Raka.

"Aku akan menggendong mu," ucap Raka.

Tubuh Nicole langsung lemas membuat Raka menarik tongkat kayunya kemudian membersihkan area privasi milik Nicole tanpa ada rasa jijik sekalipun dengan menggunakan air shower.

Setelah selesai Raka menggendong tubuh polos Nicole. Raka berjalan ke arah lemari dekat kamar mandi yang menyimpan handuk dan jubah handuk.

Raka mendudukkan Nicole di lemari kemudian memakai kan jubah handuk ke tubuh polos Nicole kemudian barulah dirinya.

"Kak Raka, boleh aku minta satu hal?" Tanya Nicole sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Raka.

"Boleh, minta apa? Rumah, mobil, apartemen atau perhiasan atau pakaian atau tas branded?" Tanya Raka sambil kembali menggendong Nicole seperti bayi koala 🐨.

"Aku tidak butuh itu," jawab Nicole.

"Lalu minta kartu kredit tanpa batas atau kartu debit sebulan seratus juta?" Tanya Raka.

"Aish memang wajahku kelihatan matre ya?" Tanya Nicole dengan wajah cemberut dan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Raka mendekatkan wajahnya ke wajah Nicole.

Cup

"Jangan cemberut nanti cantiknya hilang, aku tidak pernah berpikiran kamu matre karena apapun yang kamu minta aku akan berusaha untuk memberikan nya," jawab Raka kemudian mengecup bibir Nicole yang sudah menjadi candunya.

"Benarkah?" Tanya Nicole.

"Tentu saja benar, apa yang ingin kamu minta akan aku turuti," sambung Raka sambil berjalan ke arah pintu kamar mandi.

"Aku hanya meminta tolong pesankan makanan karena tubuhku sangat lemas kalau aku memasak," jawab Nicole sambil membuka pintu kamar mandi.

"Ok, ada yang lain?" Tanya Raka penasaran karena biasanya jika wanita tidak akan menolak jika ditawari apa yang tadi dikatakan oleh Raka sambil berjalan ke arah ranjang.

"Oh ya, satu lagi aku pinta," ucap Nicole.

"Apa itu?" Tanya Raka penasaran.

"Hari ini tubuhku sangat lemas jadi jangan melakukan hubungan suami istri," pinta Raka.

" Ok, tapi kalau tidak lemas lagi bolehkan kalau kita melakukan hubungan suami istri?" Tanya Raka yang sudah kecanduan dengan tubuh Nicole.

Raka meletakkan perlahan tubuh Nicole kemudian duduk di sisi ranjang sambil menatap wajah cantik Nicole.

"Kenapa Kak Raka jadi mesum?" Tanya Nicole.

"Tidak tahu sejak kamu memintanya Kakak jadi ketagihan," jawab Raka.

Bugh

"Aish nyebelin," ucap Nicole sambil memukul bahu Raka.

Raka hanya tersenyum kemudian mengambil piring yang berisi makanan.

"Kak Raka sudah beli makanan?" Tanya Nicole dengan wajah terkejut.

"Kakak tidak beli tapi Kakak masak dan semoga saja kamu suka," Jawab Raka sambil mengambil piring yang sudah ada makanannya.

"Kak Raka bisa masak? Hebat banget, pasti enak,'' puji Nicole sambil berusaha bangun dari ranjang kemudian bersandar di kepala ranjang.

"Bisa donk, buka mulutmu," ucap Raka.

Nicole membuka mulutnya kemudian Raka mengambil makanan dengan menggunakan sendok lalu memasukkannya ke dalam mulut Nicole.

Nicole mulai mengunyah makanan kemudian Nicole memegang tangan Raka yang memegang sendok untuk mengambil makanan.

"Kak Raka juga harus makan," ucap Nicole setelah makanan di dalam mulutnya sudah mulai habis.

Raka hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka mulutnya. Nicole mulai memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulut Raka.

Mereka akhirnya makan saling bergantian dengan saling menyuapkan hingga tidak membutuhkan waktu lama piring yang berisi makanan habis tanpa sisa.

"Masakan kak Raka enak banget, senang banget jadi istri kak Raka," Puji Nicole sambil tersenyum bahagia setelah dirinya selesai minum.

"Senang kenapa?" Tanya Raka sambil minum bekas gelas Nicole tanpa ada rasa jijik sekalipun.

"Sudah tampan dan pintar masak," jawab Nicole.

"Kakak juga sangat senang jika nanti kamu jadi istri Kakak karena kamu sangat cantik, baik dan bisa membuat Kakak selalu ingin cepat pulang kerja.'' ucap Raka jujur.

"Kenapa ingin selalu cepat pulang kerja?" tanya Nicole penasaran.

"Karena Kakak ingin melakukan hubungan suami istri dengan istri Kakak yang sangat cantik." bisik Raka.

Bugh

"Kak Raka mesum banget," ucap Nicole sambil memukul bahu Raka.

"Mesum sama istri sendiri tidak apa-apa kan?" Goda Raka.

"Kitakan belum menikah," ucap Nicole.

" Secepatnya kita menikah, nanti siang kita pulang ke mansion orang tuamu," ucap Raka.

"Mau ngapain Kak?" Tanya Nicole.

Ctak

"Aduh," ucap Nicole sambil mengelus keningnya yang di sentil oleh Raka.

"Maaf, habis kamu nya pakai nanya, tentu saja ingin melamar dirimu agar kita segera menikah dan dapat melakukan hubungan suami istri tanpa ada rasa bersalah sedikitpun," ucap Raka sambil mengusap kening Nicole kemudian menaiki tubuh Nicole.

"Kak Raka aku sangat lelah dan mengantuk," ucap Nicole yang tahu Raka ingin melakukan hubungan suami istri lagi.

"Baiklah," ucap Raka singkat yang tidak tega melihat Nicole kecapaian dan mengantuk.

Raka menggulingkan tubuhnya ke arah samping sedangkan Nicole berbaring di ranjang. Sebenarnya Nicole tidak tega tapi dirinya sangat lelah dan ingin istirahat.

Tidak membutuhkan waktu lama Nicole tidur dengan pulas sedangkan Raka mengusap rambut Nicole dengan lembut kemudian turun dari ranjang untuk mengambil piring dan gelas kotor.

Raka berjalan ke arah pintu untuk keluar menuju ke arah dapur untuk mencuci piring dan gelas kotor.

Setelah selesai mencuci piring dan gelas Raka kembali ke kamar Nicole untuk melihat Nicole tidur.

Siang berganti sore Nicole perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling kamarnya mencari Raka yang tidak ada di kamarnya hingga dirinya melihat sepucuk surat yang tergeletak di atas meja. Nicole mengambil kertas tersebut kemudian membacanya.

Maaf sayang, kakak ada keperluan yang harus segera diselesaikan dan nanti malam kakak akan datang. Besok pagi kita pergi ke rumah orang tuamu untuk melamar dirimu sekaligus membicarakan tentang pernikahan kita.

I Love You,

Raka

Nicole memeluk kertas tersebut kemudian menciumnya.

"I Love You Too," ucap Nicole sambil tersenyum bahagia.

Nicole meletakkan kembali kertas tersebut kemudian Nicole turun dari ranjang dengan perlahan karena bagian privasinya masih terasa perih.

Nicole berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di markas milik Raka.

Raka berjalan ke arah ruang penyiksaan di mana Strawberry dan orang suruhan Strawberry di ikat di kursi dengan ke dua tangannya dan ke dua kakinya diikat dengan tali.

"Sebanyak ini orang nya Strawberry?" Tanya Raka dengan wajah terkejut.

"Benar tuan enam belas orang ini adalah orang yang suka membully Nicole dari sekolah dan kuliah bahkan enam belas orang ini juga yang sebagian menyerang Nona Nicole dan sebagian lagi menunggu di kamar hotel," jawab anak buahnya.

"Kurang aj*r," ucap Raka dengan nada kesal.

"Wanita itu sudah di suntik?" Tanya Raka sambil menatap tajam ke arah Strawberry.

"Sudah Tuan," jawab anak buahnya.

" Tambahkan dosisnya yang lebih tinggi," perintah Raka.

"Baik Tuan," jawab anak buahnya dengan patuh.

Salah satu anak buahnya mengambil jarum suntik dan ampul kemudian mengambil cairan yang berada di dalam ampul. Setelah selesai anak buah tersebut berjalan ke arah Strawberry.

"Apa itu Tuan? Tuan aku mohon jangan lakukan itu," Mohon Strawberry.

"Obat perang sang dosis tinggi," jawab anak buah tersebut.

Jleb

Selesai berbicara anak buah Raka mulai menyuntikkan di lengan Strawberry setelah cairan tersebut masuk ke dalam tubuh Strawberry barulah anak buah Raka menarik suntikkan tersebut kemudian berjalan ke arah kotak yang berisi alat penyiksaan.

"Tuan, apa salahku? Aku tidak pernah melakukan kesalahan tapi kenapa aku di tangkap?" Tanya Strawberry yang merasa dirinya tidak bersalah sedikitpun.

"Cihhhhh ... Tidak pernah melakukan kesalahan! Apa kamu tidak ingat apa yang telah kamu lakukan terhadap calon istriku?" Tanya Raka sambil menatap sinis ke arah Strawberry.

"Calon istri? Maksudnya apa?" Tanya Strawberry pura-pura tidak tahu apa-apa.

"Biar aku kasih tahu agar kamu tidak ma ti penasaran, kalau kamu telah menyakiti dan membully Nicole bersama orang-orang suruhanmu waktu Nicole sekolah dan kuliah dan kini aku Raka akan membalas perlakuan terhadap apa yang kamu lakukan terhadap calon istriku yang bernama Nicole," ucap Raka dengan nada tegas dan dingin sambil menjelaskan semuanya ke Strawberry.

"Calon istri? Apakah Tuan tidak tahu kalau Nicole sudah tidur dengan banyak pria?" Tanya Strawberry dengan nada sinis dan merendahkan Nicole.

Plak

Plak

"Calon istriku Nicole hanya tidur denganku dan tidak ada pria lain yang tidur dengan calon istriku," ucap Raka dengan nada tegas dan dingin kemudian menampar pipi Strawberry sebanyak dua kali.

Tamparan yang di lakukan oleh Raka lumayan keras membuat ke dua sudut bibir milik Strawberry pecah dan mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.

Ketika Strawberry ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba tubuhnya merasakan sangat panas membuat Strawberry menggeliatkan tubuhnya hingga ke dua pergelangan tangannya memar begitu pula dengan ke dua kakinya karena ada sesuatu yang membuat tubuhnya merasakan ada yang mau meledak dan harus segera dituntaskan secepat mungkin.

"Aku mohon, aku sangat tersiksa dengan obat yang Tuan berikan padaku," Mohon Strawberry dengan wajah memerah menahan sesuatu.

"Itu yang dirasakan oleh calon istriku dan karena itu kamu harus bersiap karena sebentar lagi siksaan akan segera kamu rasakan," ucap Raka dengan wajah yang sangat menyeramkan.

Raka menjentikkan jarinya dan tidak membutuhkan waktu lama datang dua puluh lima pria untuk memberikan pelajaran ke Strawberry.

"Lakukan apa yang mesti kalian lakukan," perintah Raka.

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

Paling itu karena tusukan dari sahabat laknat mu Nicole

2025-03-19

0

Ranny

Ranny

typo Thor seharusnya pinta Nicole

2025-03-19

0

Ani Sifa

Ani Sifa

sereemmmm

2025-03-09

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Di Bilangin Tidak Percaya
3 Kenapa Dengan Wajahmu?
4 Si Muka Tembok
5 Mengikuti
6 Kenapa sih buru-buru banget?
7 Apa Yang Kamu Lakukan
8 Trik Kotor
9 Raka dan Nicole
10 Berpelukan
11 Pengakuan Raka
12 Anabelle
13 Harta Berharga
14 Kemeja Putih Kesayangan
15 Cemburu
16 Sangat Berarti
17 Terima Kasih
18 Raka dan Nicole
19 Kekejaman Raka
20 Kematian Strawberry
21 Bertemu Dengan Calon Mertua
22 Diam
23 Ronald Alexander
24 Suka
25 Mencuri Hati
26 Cemburu
27 Kenapa Istriku Berhenti
28 Ingin Hamil
29 Menyembunyikan
30 Kemarahan Raka
31 Pengakuan Raka
32 Aku Sangat Mencintai Suamiku
33 Cemburu
34 Kamu Sengaja Menggodaku?
35 Terasa Panas
36 Apakah Istriku Cemburu?
37 Marah Besar
38 Hukuman
39 Bersembunyi
40 Paman Donald
41 Bertengkar
42 Hamil
43 Mommy, kenapa Mommy menangis?
44 Rani dan Rico
45 Rico Alexander dan Rani Alexander.
46 Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47 Dendam
48 Awal Pertemuan
49 Kenapa tidak pulang?
50 Sahabat
51 Kita bantu gadis itu
52 Rico, Ronald dan Marcel
53 Rico dan Karen
54 Karen Hamil
55 Hamil
56 Karen dan Rico
57 Bertemu Kembali Rico dan Karen
58 Rico dan Karen
59 Rico dan Karen 2
60 Dokter Adrian
61 Rico dan Karen
62 Kamu Lelah?
63 Maafkan Daddy
64 Menghilang
65 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66 Olah Raga Di Atas Kasur
67 Adriana
68 Leonard
69 Perintah
70 Gawat
71 Karen dan Tio
72 Karen dan Tio 2
73 Penyerangan
74 Penyerangan 2
75 Tamat
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Awal Mula
2
Di Bilangin Tidak Percaya
3
Kenapa Dengan Wajahmu?
4
Si Muka Tembok
5
Mengikuti
6
Kenapa sih buru-buru banget?
7
Apa Yang Kamu Lakukan
8
Trik Kotor
9
Raka dan Nicole
10
Berpelukan
11
Pengakuan Raka
12
Anabelle
13
Harta Berharga
14
Kemeja Putih Kesayangan
15
Cemburu
16
Sangat Berarti
17
Terima Kasih
18
Raka dan Nicole
19
Kekejaman Raka
20
Kematian Strawberry
21
Bertemu Dengan Calon Mertua
22
Diam
23
Ronald Alexander
24
Suka
25
Mencuri Hati
26
Cemburu
27
Kenapa Istriku Berhenti
28
Ingin Hamil
29
Menyembunyikan
30
Kemarahan Raka
31
Pengakuan Raka
32
Aku Sangat Mencintai Suamiku
33
Cemburu
34
Kamu Sengaja Menggodaku?
35
Terasa Panas
36
Apakah Istriku Cemburu?
37
Marah Besar
38
Hukuman
39
Bersembunyi
40
Paman Donald
41
Bertengkar
42
Hamil
43
Mommy, kenapa Mommy menangis?
44
Rani dan Rico
45
Rico Alexander dan Rani Alexander.
46
Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47
Dendam
48
Awal Pertemuan
49
Kenapa tidak pulang?
50
Sahabat
51
Kita bantu gadis itu
52
Rico, Ronald dan Marcel
53
Rico dan Karen
54
Karen Hamil
55
Hamil
56
Karen dan Rico
57
Bertemu Kembali Rico dan Karen
58
Rico dan Karen
59
Rico dan Karen 2
60
Dokter Adrian
61
Rico dan Karen
62
Kamu Lelah?
63
Maafkan Daddy
64
Menghilang
65
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66
Olah Raga Di Atas Kasur
67
Adriana
68
Leonard
69
Perintah
70
Gawat
71
Karen dan Tio
72
Karen dan Tio 2
73
Penyerangan
74
Penyerangan 2
75
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!