Mengikuti

Nicole menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian turun dari mobil. Nicole membuka pintu mobil dengan lebar agar Strawberry turun dari mobil.

Tanpa bicara sedikitpun Strawberry pergi meninggalkan Nicole sambil menahan amarahnya karena Nicole tidak menginap di rumahnya. Hal itu membuat Nicole menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Nicole masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang pengemudi tempat di mana Strawberry tadi duduk.

"Jalan Pak," ucap Nicole.

"Baik Nona," jawab sopir tersebut.

Sopir itupun melanjutkan perjalanan ke tempat yang ditujukan oleh Nicole.

"Maaf Pak, tolong antar kan aku ke hotel Alexis," ucap Nicole sambil memijat keningnya yang tidak pusing.

"Tidak ada perubahan kan Nona?" tanya sopir taksi tersebut.

"Tidak ada perubahan Pak, maaf Pak tadi aku terpaksa berbohong karena kalau aku bilang jujur mau menginap di hotel bisa dipastikan temanku yang sangat menyebalkan itu ikut denganku," ucap Nicole tidak enak hati karena telah berbohong.

"Maaf Nona, kenapa punya teman seperti itu dipertahankan?" tanya sopir tersebut sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Sebenarnya nanti malam kami bertemu terakhir Pak, karena setelah ini aku tidak akan bertemu dengannya lagi," jawab Nicole.

"Bagus Nona, saya saja jujur melihatnya tidak suka. Wajahnya cantik tapi sayang hatinya jelek. Wajah wanita itu seperti muka tembok yang tidak punya rasa malu sedikit pun," ucap sopir tersebut yang juga tidak suka dengan Strawberry.

"Betul Pak, makanya aku memutuskan persahabatan karena aku tidak suka dengan sifatnya," ucap Nicole.

"Aku dukung Nona untuk memutuskan persahabatan karena wanita seperti itu tidak layak untuk dijadikan sahabat," ucap sopir tersebut.

"Iya Pak, karena itu nanti malam kami bertemu di bar untuk merayakan persahabatan kami putus," ucap Nicole.

"Maaf Nona, kalau boleh usul jangan di bar lebih baik di hotel tempat Nona menginap," usul sopir tersebut.

"Memang nya kenapa Pak?" tanya Nicole penasaran.

"Maaf Nona, Bapak merasa kalau teman Nona nanti akan mencelaka kan Nona jadi lebih baik ketemu di lobby hotel," jawab sopir tersebut.

"Masa dia sejahat itu Pak? Apalagi dia ingin kami bertemu di bar karena dia ingin mabuk sedangkan aku tidak suka mabuk," jawab Nicole.

"Kalau Nona tidak percaya nanti lihat saja malamnya ketika Nona dan teman Nona bertemu di lobby hotel barulah Nona bisa percaya dengan apa yang saya katakan." ucap sopir taksi tersebut.

"Mengenai masalah minuman anggur, Nona bisa pesan minuman anggur lewat petugas hotel karena biasanya hotel menyiapkan minuman anggur," sambung sopir tersebut.

"Apakah nona pernah masuk ke bar?" Tanya sopir tersebut karena sejak tadi Nicole hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dan sepertinya Nicole sedang berpikir.

"Belum pernah," jawab Nicole jujur.

"Di bar itu banyak pria hidung belang dan sangat suka dengan gadis dan wanita untuk ...(Menjeda kalimatnya ) ... Maaf Nona ... melakukan hubungan suami istri karena itulah mereka suka mencari korban untuk gadis polos seperti Nona." Ucap sopir taksi tersebut.

"Maaf Nona kalau saya cerewet itu karena saya mempunyai anak gadis dan sebagai orang tua menginginkan putrinya tidak terjerumus ke dalam dosa apalagi sampai di jebak oleh wanita seperti teman Nona. Bar tidak cocok untuk Nona jadi lebih baik bertemulah di lobby hotel jadi kalau seandainya dia berbuat sesuatu yang jahat Nona bisa pergi ke kamar Nona untuk menyelamatkan diri," sambung sopir taksi tersebut panjang lebar.

Nicole hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju karena apa yang dikatakan sopir tersebut ada benarnya kalau bar tidak baik untuk seorang gadis dan setelah itu mereka saling diam hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di hotel.

"Sudah sampai Nona," ucap sopir taksi tersebut.

"Terima kasih Pak,'' ucap Nicole sambil mengeluarkan uang kertas dua lembar dan diberikan ke sopir taksi tersebut.

"Maaf Nona ini kebanyakan," ucap sopir taksi tersebut.

"Tidak apa-apa Pak, anggap saja Bapak sudah menolong saya untuk tidak pergi ke bar," ucap Nicole sambil membuka pintu mobil.

"Terima kasih banyak Nona, semoga Nona mendapatkan kebahagiaan," ucap sopir taksi tersebut dengan tulus.

"Amin," jawab Nicole sambil menutup pintu mobil.

Nicole berjalan ke arah lobby kemudian memesan kamar hotel setelah lima menit mengobrol dan sudah menyerahkan identitas diri untuk diberikan ke petugas hotel.

Setelah Nicole mendapatkan kartu akses, Nicole berjalan ke arah lift untuk menuju ke lantai enam di mana kamarnya berada.

Ting

Pintu lift terbuka Nicole keluar dari ruang persegi empat tersebut dan berjalan menuju kamarnya. Setelah nomernya ketemu Nicole masuk ke dalam kamar dengan cara menempelkan kartu akses di depan pintu hingga terdengar suara klik tanda pintu sudah terbuka.

Nicole masuk ke dalam kamar hotel kemudian berjalan ke arah ranjang dan duduk di sisi ranjang.

"Aku tidak ada pakaian ganti jadi lebih baik aku hubungi butik langganan ku untuk memesan empat stell pakaian," ucap Nicole sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.

Nicole menghubungi butik langganannya hingga sepuluh menit kemudian Nicole memutuskan sambungan komunikasi dan meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjangnya.

"Lebih baik seperti ini, karena jika tinggal bersama Strawberry yang ada aku kesal terus dan bikin aku cepat tua," ucap Nicole.

"Oh ya hampir lupa, aku akan kirim pesan ke Strawberry untuk datang di lobby hotel," sambung Nicole.

Nicole kembali mengambil ponselnya untuk mengirim pesan. Nicole mengetik pesan setelah selesai Nicole mengirim pesan tersebut ke Strawberry.

Setelah pesan terkirim, Nicole meletakkan kembali ponselnya di atas meja kemudian menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

"Aku sangat lelah, lebih baik tidur dulu." ucap Nicole sambil berbaring di ranjang.

Tidak membutuhkan waktu lama Nicole tidur dengan pulas. Hingga dua jam kemudian terdengar suara ketukan pintu membuat Nicole terpaksa membuka matanya.

Nicole turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu lalu mengintipnya untuk melihat siapa yang datang mengetuk pintu.

Nicole melihat petugas butik langganannya sudah datang membuat Nicole membuka pintu kamar hotel dan mengambil paper bag pesanan Nicole. Petugas butik itupun pergi sedangkan Nicole menutup pintu kemudian menguncinya.

"Lebih baik aku mandi dan menyiapkan diriku karena hari ini adalah hari di mana persahabatan kami putus. Rasanya sangat aneh merayakan persahabatan putus karena biasanya orang merayakan menjadi kekasih atau persahabatan," ucap Nicole sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Nicole berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Lima belas menit kemudian Nicole sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Nicole keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah pintu lift lalu menekan tombol.

Ting

Pintu lift terbuka dan Nicole masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian menekan tombol angka satu bersamaan kedatangan dua pria berpakaian serba hitam masuk ke dalam lift.

Nicole melihat ke dua pria tersebut berdiri di belakang Nicole seperti dua bodyguard yang menjaga Nicole namun Nicole tidak memperdulikan hal itu.

Ting

Pintu lift terbuka Nicole keluar dari pintu lift dan diikuti oleh ke dua pria tersebut.

'Apa hanya perasaanku saja kalau ke dua pria ini seperti mengikuti ku?' ucap Nicole dalam hati sambil berjalan ke arah restoran yang ada di dalam hotel tepatnya di lobby hotel.

Episodes
1 Awal Mula
2 Di Bilangin Tidak Percaya
3 Kenapa Dengan Wajahmu?
4 Si Muka Tembok
5 Mengikuti
6 Kenapa sih buru-buru banget?
7 Apa Yang Kamu Lakukan
8 Trik Kotor
9 Raka dan Nicole
10 Berpelukan
11 Pengakuan Raka
12 Anabelle
13 Harta Berharga
14 Kemeja Putih Kesayangan
15 Cemburu
16 Sangat Berarti
17 Terima Kasih
18 Raka dan Nicole
19 Kekejaman Raka
20 Kematian Strawberry
21 Bertemu Dengan Calon Mertua
22 Diam
23 Ronald Alexander
24 Suka
25 Mencuri Hati
26 Cemburu
27 Kenapa Istriku Berhenti
28 Ingin Hamil
29 Menyembunyikan
30 Kemarahan Raka
31 Pengakuan Raka
32 Aku Sangat Mencintai Suamiku
33 Cemburu
34 Kamu Sengaja Menggodaku?
35 Terasa Panas
36 Apakah Istriku Cemburu?
37 Marah Besar
38 Hukuman
39 Bersembunyi
40 Paman Donald
41 Bertengkar
42 Hamil
43 Mommy, kenapa Mommy menangis?
44 Rani dan Rico
45 Rico Alexander dan Rani Alexander.
46 Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47 Dendam
48 Awal Pertemuan
49 Kenapa tidak pulang?
50 Sahabat
51 Kita bantu gadis itu
52 Rico, Ronald dan Marcel
53 Rico dan Karen
54 Karen Hamil
55 Hamil
56 Karen dan Rico
57 Bertemu Kembali Rico dan Karen
58 Rico dan Karen
59 Rico dan Karen 2
60 Dokter Adrian
61 Rico dan Karen
62 Kamu Lelah?
63 Maafkan Daddy
64 Menghilang
65 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66 Olah Raga Di Atas Kasur
67 Adriana
68 Leonard
69 Perintah
70 Gawat
71 Karen dan Tio
72 Karen dan Tio 2
73 Penyerangan
74 Penyerangan 2
75 Tamat
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Awal Mula
2
Di Bilangin Tidak Percaya
3
Kenapa Dengan Wajahmu?
4
Si Muka Tembok
5
Mengikuti
6
Kenapa sih buru-buru banget?
7
Apa Yang Kamu Lakukan
8
Trik Kotor
9
Raka dan Nicole
10
Berpelukan
11
Pengakuan Raka
12
Anabelle
13
Harta Berharga
14
Kemeja Putih Kesayangan
15
Cemburu
16
Sangat Berarti
17
Terima Kasih
18
Raka dan Nicole
19
Kekejaman Raka
20
Kematian Strawberry
21
Bertemu Dengan Calon Mertua
22
Diam
23
Ronald Alexander
24
Suka
25
Mencuri Hati
26
Cemburu
27
Kenapa Istriku Berhenti
28
Ingin Hamil
29
Menyembunyikan
30
Kemarahan Raka
31
Pengakuan Raka
32
Aku Sangat Mencintai Suamiku
33
Cemburu
34
Kamu Sengaja Menggodaku?
35
Terasa Panas
36
Apakah Istriku Cemburu?
37
Marah Besar
38
Hukuman
39
Bersembunyi
40
Paman Donald
41
Bertengkar
42
Hamil
43
Mommy, kenapa Mommy menangis?
44
Rani dan Rico
45
Rico Alexander dan Rani Alexander.
46
Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47
Dendam
48
Awal Pertemuan
49
Kenapa tidak pulang?
50
Sahabat
51
Kita bantu gadis itu
52
Rico, Ronald dan Marcel
53
Rico dan Karen
54
Karen Hamil
55
Hamil
56
Karen dan Rico
57
Bertemu Kembali Rico dan Karen
58
Rico dan Karen
59
Rico dan Karen 2
60
Dokter Adrian
61
Rico dan Karen
62
Kamu Lelah?
63
Maafkan Daddy
64
Menghilang
65
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66
Olah Raga Di Atas Kasur
67
Adriana
68
Leonard
69
Perintah
70
Gawat
71
Karen dan Tio
72
Karen dan Tio 2
73
Penyerangan
74
Penyerangan 2
75
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!