Apa Yang Kamu Lakukan

"Aku tidak bisa cerita dan mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah mencampuri urusan aku lagi." ucap Nicole yang tiba-tiba merasa tubuhnya mulai panas.

'Gawat sepertinya ada yang memberikan sesuatu ke dalam makanan atau minuman yang tadi aku makan dan minum. Aku harus pergi dari sini sebelum obat ini bekerja.' sambung Nicole dalam hati.

"Kenapa kamu bilang begitu, akukan sangat perduli." ucap Strawberry berbohong agar obatnya cepat bekerja.

'Kenapa lama sekali sih obatnya bekerja?' tanya Strawberry dalam hati sambil menahan kesal.

"Tubuhku terasa panas jadi aku ingin pergi dari sini." ucap Nicole yang tidak menjawab ucapan Bela.

"Masa sih? Aku saja tidak merasa panas," ucap Strawberry sambil tersenyum devil tanpa sepengetahuan Nicole.

"Aku ingin istirahat di hotel ini untuk mendinginkan tubuhku yang panas," ucap Nicole sambil berjalan.

"Aku ikut.'' ucap Strawberry yang ingin tidur di hotel bintang lima.

"Tidak lebih baik kamu pulang saja," ucap Nicole menolak permintaan Strawberry.

"Kenapa? Kamu saja boleh tinggal dan menginap di rumahku masa aku tidak boleh ikut menginap? Apalagi aku mau pinjam uang, boleh kan aku menginap di sini dan pinjam uang?" Tanya Strawberry dengan wajah berpura-pura sedih.

"Bukankah kita mengadakan pesta putus persahabatan jadi mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah mengikuti aku dan anggap saja kita tidak saling kenal satu sama lainnya," ucap Nicole dengan nada tegas sambil berjalan menuju ke arah lift meninggalkan Strawberry sendirian.

"Sombong dan sangat menyebalkan banget," desis Strawberry sambil mengambil ponselnya.

Strawberry mengetik sesuatu melalui ponselnya setelah selesai mengetik Strawberry mengirim pesan tersebut ke seseorang.

"Rasakan kamu Nicole, salah siapa kamu memutuskan persahabatan kita jadi jangan pernah menyalahkan aku jika aku melakukan ini," ucap Strawberry sambil tersenyum menyeringai.

"Nona ikut aku," ucap seorang pria berpakaian serba hitam tiba-tiba datang.

"Tuan Siapa? Aku tidak mengenal Tuan," ucap Strawberry dengan wajah terkejut.

"Ikut atau aku tembak," ancam bodyguard tersebut sambil membuka jasnya.

Glek

Strawberry menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat pistol di balik jas pria tersebut membuat Strawberry terpaksa berdiri dan mengikuti pria tersebut.

"Maaf Nona, ini pesanan Nona," ucap pelayan restoran memberikan bungkusan paper bag.

"Buat mu saja," ucap pria tersebut yang menjawab ucapan Strawberry.

"Benarkah Nona?" Jawab pelayan restoran sambil menatap ke arah Strawberry yang terlihat ketakutan.

"Benar Paman," jawab Strawberry karena mendapatkan tatapan tajam.

"Terima kasih Nona, kalau begitu bayaran nya mana Nona?" Tanya pelayan restoran tersebut.

Nicole yang sangat kesal dengan sikap dan ucapan Strawberry di tambah hawa panas menyerang tubuhnya membuat Nicole lupa untuk membayarnya.

"Nanti bos ku yang membayar," Jawab pria tersebut.

"Bosnya Tuan siapa?" Tanya pelayan restoran.

"Maaf tuan, atas kelakuan pelayan restoran kami," ucap manager restoran yang tiba-tiba datang.

Pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan hotel tersebut.

"Pria itu anak buah pemilik hotel ini jadi jangan cari masalah," ucap manager restoran.

"Baik Tuan," jawab pelayan restoran tersebut.

Manager restoran tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi menuju ke ruangan kerjanya.

Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Nicole masuk ke dalam lift sambil mengipasi wajahnya yang terasa panas.

"Kenapa panas banget ya?" Tanya Nicole sambil masih mengipasi wajahnya.

Ting

Pintu lift terbuka dan Nicole keluar dari ruangan kotak persegi empat tersebut menuju ke kamarnya namun baru beberapa langkah berjalan empat pria berwajah sangar menghadang langkah Nicole.

"Kalian siapa?" Tanya Nicole dengan wajah terkejut.

"Nona tidak perlu tahu siapa kami yang sebenarnya," ucap salah satu pria tersebut.

"Aku harap Nona, ikut kami," sambung pria ke dua.

"Kalau aku tidak mau dan menolak permintaan kalian, apa yang kalian lakukan?" Tanya Nicole sambil bersiap memasang kuda-kuda.

"Berarti kami akan memaksa Nona untuk ikut dengan kami," Jawab pria tersebut.

Ke empat pria tersebut berjalan ke arah Nicole dan Nicole pun menghindar dan memukul ke empat pria tersebut sambil menahan rasa panas pada tubuhnya.

Perkelahian yang tidak seimbang di tambah rasa panas pada tubuh Nicole membuat Nicole terdesak. Di saat krisis empat pria berpakaian serba hitam datang membantu Nicole melawan ke empat penjahat tersebut.

"Silahkan Nona pergi, biar mereka kami yang urus," ucap salah satu pria berpakaian serba hitam tersebut.

"Terima kasih para Paman," jawab Nicole sambil berjalan meninggalkan mereka.

"Sudah menjadi tugas kami nona," jawab ke empat pria tersebut yang masih menyerang para penjahat.

Walau Nicole bingung dengan perkataan mereka tapi karena tubuhnya terasa panas membuat Nicole ingin cepat - cepat ke kamarnya untuk mandi air dingin.

Seorang pemuda tampan yang ingin membuka pintu kamarnya melihat Nicole berjalan dengan langkah cepat membuat pria tampan tersebut memanggilnya.

"Mau kemana?" Tanya pemuda tampan tersebut.

Nicole yang sangat hafal dengan suara tersebut menghentikan langkahnya dan menatap ke arah pemuda tampan tersebut.

"Kak Raka," panggil Nicole dengan wajah terkejut.

Pria yang sempat dibicarakan dengan sahabatnya kini ada didepannya membuat hatinya sangat bahagia.

"Aku pikir sudah lupa dengan namaku," ucap Raka sambil tersenyum sekaligus menahan kekesalan dalam waktu bersamaan.

"Aku tidak mungkin lupa, maaf kak aku ingin kembali ke kamar ku," ucap Nicole sambil membalikkan badannya untuk bersiap melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya.

Grep

"Kenapa buru-buru?" Tanya Raka yang tidak ingin jauh dari Nicole.

"Tubuhku terasa panas kak, karena itu aku terburu-buru," jawab Nicole.

Sentuhan tangan dari Raka membuat Nicole seperti tersetrum listrik dan menginginkan lebih dari sentuhan tangan.

Nicole membalikkan badannya dan berjalan dua langkah ke arah Raka membuat Raka menatap mata indah Nicole.

Grep

Nicole melepaskan tangan Raka membuat wajah Raka kecewa namun mendadak berubah menjadi bahagia karena Nicole memeluk dirinya.

"Kenapa memelukku?" Tanya Raka antara senang sekaligus terkejut.

"Tubuhku sangat panas Kak, tolong puaskan aku," mohon Nicole untuk pertama kalinya memohon oleh pria yang baru dikenalnya.

Deg

Jantung Raka berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan ucapan Nicole yang membuat jantungnya berdetak kencang. Raka mendorong perlahan tubuh Nicole dan matanya membulat sempurna melihat wajah Nicole seperti menahan ha x srat.

'Si*l, sahabatnya telah berbuat jahat terhadap gadis yang aku cintai. Aku akan menghukumnya dengan cara yang sama tapi bukan hanya satu orang tapi secara beramai-ramai," ucap Raka dalam hati sambil menahan amarahnya terhadap Strawberry.

"Kak Raka, aku sangat tersiksa tolong aku," mohon Nicole lagi sambil memeluk Raka dengan erat sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga bagian privasinya mengenai tombak sakti milik Raka.

Tanpa menjawab, Raka melepaskan pelukan Nicole kemudian membalikkan badannya lalu menarik tangannya untuk masuk ke dalam kamar hotel tersebut.

Grep

Nicole kembali memeluk Raka dari arah belakang dan lagi-lagi Raka melepaskan pelukan Nicole. Raka menarik tangan Nicole dan masuk ke dalam kamar pribadinya yang tidak pernah dimasuki oleh siapapun termasuk asisten pribadinya dan baru kali ini Raka memasukkan seorang gadis ke kamar pribadinya.

Raka berjalan sambil masih menarik tangan Nicole menuju ke arah kamar mandi untuk memandikan Nicole dengan menggunakan air dingin tanpa memperdulikan Nicole yang ingin melepaskan genggaman tangan Raka.

Tanpa sepengetahuan Raka kalau Nicole melepaskan kancing kemeja satu persatu dengan menggunakan tangan satunya yang tidak digenggam oleh Raka.

"Kak Raka tolong aku, aku sangat tersiksa," mohon Nicole mengulangi perkataannya.

"Aku tidak ingin mengambil keuntungan darimu walau aku ingin sekali melakukannya. Itu aku lakukan karena aku sangat tulus mencintaimu dan kita melakukan itu setelah kita resmi menikah," ucap Raka yang menolak permintaan Nicole.

Ceklek

Raka membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan tangan satunya yang tidak menggenggam tangan Nicole kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke arah shower.

Raka memutar kran shower dan otomatis air dingin keluar dan membasahi tubuh mereka berdua tanpa memperdulikan kalau mereka masih menggunakan pakaian lengkap.

Deg

Jantung Raka berdetak kencang ketika melihat Nicole sudah melepaskan kancing kemeja dan terlihat dengan jelas bungkusan dua gunung kembar milik Nicole.

Glek

"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Raka sambil menelan saliva nya dengan kasar karena melihat pemandangan yang sangat indah.

Terpopuler

Comments

tia

tia

lanjut thor

2023-02-04

1

Sumawita

Sumawita

Lanjut

2023-02-04

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Di Bilangin Tidak Percaya
3 Kenapa Dengan Wajahmu?
4 Si Muka Tembok
5 Mengikuti
6 Kenapa sih buru-buru banget?
7 Apa Yang Kamu Lakukan
8 Trik Kotor
9 Raka dan Nicole
10 Berpelukan
11 Pengakuan Raka
12 Anabelle
13 Harta Berharga
14 Kemeja Putih Kesayangan
15 Cemburu
16 Sangat Berarti
17 Terima Kasih
18 Raka dan Nicole
19 Kekejaman Raka
20 Kematian Strawberry
21 Bertemu Dengan Calon Mertua
22 Diam
23 Ronald Alexander
24 Suka
25 Mencuri Hati
26 Cemburu
27 Kenapa Istriku Berhenti
28 Ingin Hamil
29 Menyembunyikan
30 Kemarahan Raka
31 Pengakuan Raka
32 Aku Sangat Mencintai Suamiku
33 Cemburu
34 Kamu Sengaja Menggodaku?
35 Terasa Panas
36 Apakah Istriku Cemburu?
37 Marah Besar
38 Hukuman
39 Bersembunyi
40 Paman Donald
41 Bertengkar
42 Hamil
43 Mommy, kenapa Mommy menangis?
44 Rani dan Rico
45 Rico Alexander dan Rani Alexander.
46 Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47 Dendam
48 Awal Pertemuan
49 Kenapa tidak pulang?
50 Sahabat
51 Kita bantu gadis itu
52 Rico, Ronald dan Marcel
53 Rico dan Karen
54 Karen Hamil
55 Hamil
56 Karen dan Rico
57 Bertemu Kembali Rico dan Karen
58 Rico dan Karen
59 Rico dan Karen 2
60 Dokter Adrian
61 Rico dan Karen
62 Kamu Lelah?
63 Maafkan Daddy
64 Menghilang
65 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66 Olah Raga Di Atas Kasur
67 Adriana
68 Leonard
69 Perintah
70 Gawat
71 Karen dan Tio
72 Karen dan Tio 2
73 Penyerangan
74 Penyerangan 2
75 Tamat
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Awal Mula
2
Di Bilangin Tidak Percaya
3
Kenapa Dengan Wajahmu?
4
Si Muka Tembok
5
Mengikuti
6
Kenapa sih buru-buru banget?
7
Apa Yang Kamu Lakukan
8
Trik Kotor
9
Raka dan Nicole
10
Berpelukan
11
Pengakuan Raka
12
Anabelle
13
Harta Berharga
14
Kemeja Putih Kesayangan
15
Cemburu
16
Sangat Berarti
17
Terima Kasih
18
Raka dan Nicole
19
Kekejaman Raka
20
Kematian Strawberry
21
Bertemu Dengan Calon Mertua
22
Diam
23
Ronald Alexander
24
Suka
25
Mencuri Hati
26
Cemburu
27
Kenapa Istriku Berhenti
28
Ingin Hamil
29
Menyembunyikan
30
Kemarahan Raka
31
Pengakuan Raka
32
Aku Sangat Mencintai Suamiku
33
Cemburu
34
Kamu Sengaja Menggodaku?
35
Terasa Panas
36
Apakah Istriku Cemburu?
37
Marah Besar
38
Hukuman
39
Bersembunyi
40
Paman Donald
41
Bertengkar
42
Hamil
43
Mommy, kenapa Mommy menangis?
44
Rani dan Rico
45
Rico Alexander dan Rani Alexander.
46
Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47
Dendam
48
Awal Pertemuan
49
Kenapa tidak pulang?
50
Sahabat
51
Kita bantu gadis itu
52
Rico, Ronald dan Marcel
53
Rico dan Karen
54
Karen Hamil
55
Hamil
56
Karen dan Rico
57
Bertemu Kembali Rico dan Karen
58
Rico dan Karen
59
Rico dan Karen 2
60
Dokter Adrian
61
Rico dan Karen
62
Kamu Lelah?
63
Maafkan Daddy
64
Menghilang
65
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66
Olah Raga Di Atas Kasur
67
Adriana
68
Leonard
69
Perintah
70
Gawat
71
Karen dan Tio
72
Karen dan Tio 2
73
Penyerangan
74
Penyerangan 2
75
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!