Berpelukan

Raka menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mematikan air shower kemudian Raka mulai memainkan dua gunung kembar milik Nicole hingga Nicole mengeluarkan suara merdunya.

"Ahhhhhh... " Desah Nicole sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan Raka.

Suara merdu yang keluar dari mulut Nicole membuat Raka menuntun tombak saktinya ke arah goa milik Nicole.

Jleb

"Ahhhhhh..." Desah Nicole kembali ketika tombak sakti milik Raka masuk ke dalam goa miliknya.

Raka memegang ke dua tangan Nicole untuk memegang tembok dekat kran shower kemudian membungkukkan tubuh Nicole setengah dan hanya sekali hentak tombak sakti nya berhasil masuk ke dalam goa milik Nicole.

Nicole memegangi tembok sedangkan Raka memegangi ke dua pinggang Nicole kemudian Raka menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang membuat ke duanya mengeluarkan suara merdunya.

Hingga lima belas menit kemudian Raka mengeluarkan laharnya dari tombak saktinya dan lagi - lagi sengaja dimasukkan ke dalam rahim Nicole.

"Kak Raka, aku sangat lelah," ucap Nicole sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang Raka.

"Kita bersihkan tubuh dulu setelah itu kita bisa tidur di tempat tidur." ucap Raka sambil kembali menyalakan kran shower.

Debby hanya menganggukkan kepalanya dan Raka membantu Nicole membersihkan tubuhnya dan juga tubuh dirinya sendiri hingga lima belas menit kemudian Raka dan Nicole sudah selesai membersihkan diri dan masing - masing memakai jubah handuk.

Raka yang tidak tega melihat tubuh Nicole yang sangat lelah membuat Raka kembali menggendong Nicole untuk keluar dari kamar mandi.

Ceklek

Raka membuka pintu kamar mandi kemudian berjalan ke arah ranjang. Sampai di ranjang Raka meletakkan tubuh Nicole ke arah ranjang secara perlahan kemudian menyelimutinya.

Cup

"Selamat tidur sayang," ucap Raka kemudian mengecup kening Nicole dengan lembut.

Raka dapat melihat dengan jelas wajah lelah Nicole karena sudah empat kali mereka melakukan hubungan suami istri. Berbeda dengan Raka, tubuhnya terasa segar dan ingin melakukan hubungan suami istri lagi namun dirinya tidak mau karena tidak tega melihat tubuh lelah Nicole.

Raka mengambil ponsel miliknya yang disimpan di meja dekat ranjang kemudian berjalan ke arah balkon untuk menghubungi orang kepercayaannya dan sambungan pertama langsung di angkat.

('Hallo Tuan," panggil orang kepercayaannya).

('Besok pagi-pagi aku akan datang ke markas, apakah permintaanku untuk menyediakan banyak pria untuk wanita ular itu sudah siap?" tanya Raka dengan nada dingin dan datar ).

('Sudah tuan,' jawab orang kepercayaannya).

('Bagus dan jangan lupa siapkan empat kali dosis tinggi obat perang sang untuk wanita itu,' pinta Raka).

('Baik Tuan, apa ada yang lainnya?' tanya orang kepercayaannya).

('Aku minta dua puluh lima orang itu untuk meminum obat kuat agar wanita itu pingsan hingga menemui ajalnya,' ucap Raka dengan nada dingin dan wajah datar).

('Baik tuan,' jawab asisten kepercayaannya).

Tut Tut Tut Tut

Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Raka kemudian Raka membalikkan badannya bersamaan terdengar suara orang terjatuh.

Bruk

"Suara apa itu?" tanya Raka pada dirinya sendiri karena terdengar jelas suara orang jatuh.

Raka berjalan ke arah kamarnya dan melihat Nicole sedang duduk di lantai.

''Kenapa kamu duduk di lantai ?' tanya Raka dengan wajah bingung sambil membalikkan badannya untuk menutup pintu balkon kemudian menguncinya.

Raka kembali membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah Nicole yang masih berusaha untuk bangun dengan wajah meringis menahan rasa perih pada bagian privasinya.

"Debby tadi ingin memeluk Kak Raka tapi Kak Raka tidak ada di ranjang makanya Nicole bangun. Pas turun dari ranjang bagian privasi Nicole perih makanya Nicole jatuh dan duduk di lantai," jawab Nicole menjelaskan.

"Kenapa tidak memanggil Kakak?" tanya Raka sambil menggendong Nicole kemudian dibaringkan di ranjang dengan perlahan.

"Debby pikir, Kakak akan pergi ninggalin Nicole," jawab Nicole sambil memegang tangan Raka.

"Kak Raka, tidak akan ninggalin Nicole," jawab Raka sambil melepaskan tangan Nicole kemudian berbaring di ranjang samping Nicole.

Grep

"Sekarang sudah malam, tidurlah," ucap Raka sambil memeluk Nicole.

Raka mengambil selimut kemudian menyelimuti tubuh mereka berdua sedangkan Nicole menyandarkan kepalanya di dada bidang Raka sambil membalas pelukan Raka di pinggangnya.

"Kak Raka," panggil Nicole tanpa menjawab ucapan Raka.

"Ya," jawab Raka singkat sambil memejamkan matanya.

"Aku ingin lagi Kak," pinta Nicole.

"Ingin lagi apa?" tanya Raka sambil masih memejamkan matanya karena dirinya sangat mengantuk sekaligus lelah.

"Ingin melakukan yang tadi," jawab Nicole yang merasakan tubuhnya kembali panas.

Raka auto langsung membuka matanya dengan lebar dan rasa kantuk dan lelah hilang entah kemana kemudian Raka mengangkat tubuhnya tanpa melepaskan pelukannya agar dapat melihat wajah cantik Nicole.

"Melakukan hubungan suami istri?" tanya Raka memperjelas telinganya.

"Iya Kak." jawab Nicole sambil tersenyum mesum.

"Bukankah tadi sudah?" tanya Raka.

'Jujur Kakak sih senang banget tapikan Kakak tidak tega melihat wajah lelah mu.' sambung Raka dalam hati.

"Memang sudah Kak, tapi tidak tahu kok tubuh Nicole kembali panas," ucap Nicole apa adanya sambil melepaskan pelukannya kemudian menaiki tubuh Nicole.

Nicole menarik tali jubah handuk kemudian membuangnya secara asal. Hingga terlihat jelas tubuh polos Nicole membuat Raka menatapnya tanpa berkedip.

Selesai membuang jubah handuk secara asal, Nicole menarik tali jubah handuk milik Raka hingga terlihat jelas perut kotak-kota dan tombak saktinya yang siap bertempur.

"Pengaruh obatnya kenapa tidak habis?" tanya Raka dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarahnya secara bersamaan.

Raka sangat kesal sambil menahan amarahnya bukan sama Nicole melainkan dengan sahabat Nicole yang bernama Strawberry karena sudah berbuat jahat terhadap Nicole.

"Obat apa Kak?" tanya Nicole sambil memegang tombak sakti milik Raka yang sudah sedikit menegang untuk disatukan ke dalam goa miliknya.

"Nicole, apa yang kamu lakukan?" tanya Raka pura-pura tidak tahu apa yang dilakukan oleh Nicole untuk mengalihkan pembicaraan.

"Melakukan hubungan suami istri," bisik Nicole.

Jleb

"Ahhhhhhh..." Desah Nicole dan Raka secara bersamaan.

Apa yang dilakukan Nicole membuat Raka merem melek ketika merasakan tombak saktinya dijepit oleh goa milik Nicole yang masih sempit walau sudah empat kali mereka melakukannya.

Hingga lima menit kemudian Nicole mengeluarkan suara merdunya tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.

Bruk

"Kak Raka cape," ucap Nicole bersamaan tubuhnya ambruk di atas tubuh Raka.

Tanpa melepaskan tombak saktinya Raka membalikkan badannya dan kini tubuh Nicole berada di bawah sedangkan Raka berada di atas.

Seperti yang dilakukan oleh Nicole, Raka juga membuang secara asal jubah handuknya kemudian mengecup bibir Nicole yang sudah menjadi candunya.

Raka membuat pemanasan terlebih dahulu setelah dirasa cukup Raka mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga lima belas menit kemudian tombak sakti milik Raka mengeluarkan laharnya.

Setelah beberapa saat Raka menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Nicole kemudian tangan kirinya memeluk Nicole sedang tangan kanannya menyelimuti tubuh polos mereka.

Cup

"Semoga pengaruh obat nya segera hilang karena aku tidak tega ketika melihatmu bangun maka bersamaan tubuhmu akan sakit semuanya," ucap Raka sambil memejamkan matanya.

Debby hanya diam karena tubuhnya benar-benar sangat lelah dirinya hanya membalas pelukan Raka dan tidak berapa lama mereka tidur dengan pulas sambil masih berpelukan memberikan kehangatan masing-masing.

Terpopuler

Comments

Amerta

Amerta

Deby itu nama panjangnya Nicole atau gimana kak Thor. Tapi typo itu wajar si. Secara pemilihan kata udah pas dan seru ceritanya. Semangat kaka.

2025-03-10

1

Ranny

Ranny

hadeh berubah jadi Debby 😄

2025-03-19

0

Alifia Sakhina

Alifia Sakhina

bnyk typo,bela/strawberry,Nicole deby

2023-04-02

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Di Bilangin Tidak Percaya
3 Kenapa Dengan Wajahmu?
4 Si Muka Tembok
5 Mengikuti
6 Kenapa sih buru-buru banget?
7 Apa Yang Kamu Lakukan
8 Trik Kotor
9 Raka dan Nicole
10 Berpelukan
11 Pengakuan Raka
12 Anabelle
13 Harta Berharga
14 Kemeja Putih Kesayangan
15 Cemburu
16 Sangat Berarti
17 Terima Kasih
18 Raka dan Nicole
19 Kekejaman Raka
20 Kematian Strawberry
21 Bertemu Dengan Calon Mertua
22 Diam
23 Ronald Alexander
24 Suka
25 Mencuri Hati
26 Cemburu
27 Kenapa Istriku Berhenti
28 Ingin Hamil
29 Menyembunyikan
30 Kemarahan Raka
31 Pengakuan Raka
32 Aku Sangat Mencintai Suamiku
33 Cemburu
34 Kamu Sengaja Menggodaku?
35 Terasa Panas
36 Apakah Istriku Cemburu?
37 Marah Besar
38 Hukuman
39 Bersembunyi
40 Paman Donald
41 Bertengkar
42 Hamil
43 Mommy, kenapa Mommy menangis?
44 Rani dan Rico
45 Rico Alexander dan Rani Alexander.
46 Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47 Dendam
48 Awal Pertemuan
49 Kenapa tidak pulang?
50 Sahabat
51 Kita bantu gadis itu
52 Rico, Ronald dan Marcel
53 Rico dan Karen
54 Karen Hamil
55 Hamil
56 Karen dan Rico
57 Bertemu Kembali Rico dan Karen
58 Rico dan Karen
59 Rico dan Karen 2
60 Dokter Adrian
61 Rico dan Karen
62 Kamu Lelah?
63 Maafkan Daddy
64 Menghilang
65 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66 Olah Raga Di Atas Kasur
67 Adriana
68 Leonard
69 Perintah
70 Gawat
71 Karen dan Tio
72 Karen dan Tio 2
73 Penyerangan
74 Penyerangan 2
75 Tamat
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Awal Mula
2
Di Bilangin Tidak Percaya
3
Kenapa Dengan Wajahmu?
4
Si Muka Tembok
5
Mengikuti
6
Kenapa sih buru-buru banget?
7
Apa Yang Kamu Lakukan
8
Trik Kotor
9
Raka dan Nicole
10
Berpelukan
11
Pengakuan Raka
12
Anabelle
13
Harta Berharga
14
Kemeja Putih Kesayangan
15
Cemburu
16
Sangat Berarti
17
Terima Kasih
18
Raka dan Nicole
19
Kekejaman Raka
20
Kematian Strawberry
21
Bertemu Dengan Calon Mertua
22
Diam
23
Ronald Alexander
24
Suka
25
Mencuri Hati
26
Cemburu
27
Kenapa Istriku Berhenti
28
Ingin Hamil
29
Menyembunyikan
30
Kemarahan Raka
31
Pengakuan Raka
32
Aku Sangat Mencintai Suamiku
33
Cemburu
34
Kamu Sengaja Menggodaku?
35
Terasa Panas
36
Apakah Istriku Cemburu?
37
Marah Besar
38
Hukuman
39
Bersembunyi
40
Paman Donald
41
Bertengkar
42
Hamil
43
Mommy, kenapa Mommy menangis?
44
Rani dan Rico
45
Rico Alexander dan Rani Alexander.
46
Rico Alexander dan Rani Alexander 2
47
Dendam
48
Awal Pertemuan
49
Kenapa tidak pulang?
50
Sahabat
51
Kita bantu gadis itu
52
Rico, Ronald dan Marcel
53
Rico dan Karen
54
Karen Hamil
55
Hamil
56
Karen dan Rico
57
Bertemu Kembali Rico dan Karen
58
Rico dan Karen
59
Rico dan Karen 2
60
Dokter Adrian
61
Rico dan Karen
62
Kamu Lelah?
63
Maafkan Daddy
64
Menghilang
65
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
66
Olah Raga Di Atas Kasur
67
Adriana
68
Leonard
69
Perintah
70
Gawat
71
Karen dan Tio
72
Karen dan Tio 2
73
Penyerangan
74
Penyerangan 2
75
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!