Hening
Raka menarik selimut Nicole namun Nicole berusaha menahannya agar Raka tidak melihat dirinya menangis. Namun tenaga Raka lebih kuat daripada dirinya membuat Nicole melepaskan selimutnya hingga terlihat dua gunung kembar milik Nicole.
Glek
Raka menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat dua gunung kembar milik Nicole yang menantang namun tatapan mesumnya berubah menjadi terkejut karena melihat Nicole menangis.
"Kenapa menangis?" Tanya Raka sambil menghapus air mata Nicole dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
"Apakah artinya aku bagi kak Raka?" Tanya Nicole tanpa menjawab pertanyaan Raka.
" Tentu saja sangat berarti," jawab Raka.
"Kalau memang sangat berarti, bolehkan aku minta satu hal?" Tanya Nicole.
"Apa yang ingin kamu minta?" Tanya Raka.
"Jangan pernah membicarakan wanita lain di depanku ataupun dekat dengan wanita lain," pinta Nicole.
"Kenapa? Kamu cemburu?" Tanya Raka yang sangat suka menggoda Nicole karena sangat menggemaskan dimatanya.
"Jika seandainya aku dekat dan berbicara dengan pria lain, apakah Kak Raka cemburu?" Tanya Nicole tanpa menjawab pertanyaan Raka.
"Tentu saja cemburu, Kakak akan ..." Ucapan Raka terpotong oleh Nicole.
"Begitu pula dengan diriku, aku sangat cemburu ketika kak Raka membicarakan tentang wanita lain ataupun dekat dengan wanita lain," jawab Nicole dengan jujur.
"Maaf kalau itu membuat dirimu terluka, Kakak berjanji tidak akan mengatakan lagi," ucap Raka yang mengerti kalau Nicole terluka.
"Jujur Kakak sangat senang kamu cemburu karena itu menandakan kalau kamu mencintai Kakak," ucap Raka.
"Aku sudah memilih Kakak sebagai calon suami ku dan tentu saja aku akan selalu setia dengan Kakak dan tidak ada pria lain di hatiku," ucap Nicole.
Grep
"Kakak sangat senang mendengarnya, begitu pula dengan Kakak. Kakak sudah memilihmu menjadi calon istriku dan tidak ada wanita lain selain kamu," ucap Raka sambil memeluk Nicole.
Nicole hanya tersenyum sambil membalas pelukan Raka hingga beberapa saat Raka dan Nicole melepaskan pelukannya.
"Aku ingin memakai baju, tubuhku kedinginan," ucap Nicole.
"Kakak ada cara supaya tubuhmu tidak dingin lagi," bisik Raka.
"Caranya?" Tanya Nicole penasaran.
Tanpa menjawab Raka mendorong perlahan tubuh polos Nicole kemudian menaikinya. Raka mencium bibir Nicole secara singkat kemudian berubah menjadi *******.
Nicole membalas ciuman Raka sambil membelai punggung polos Raka hingga Nicole kehabisan nafas barulah Nicole menepuk punggung Raka. Raka yang tahu Nicole kehabisan nafas membuat Raka melepaskan ciumannya.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ..."
Nicole mengambil nafas sebanyak-banyaknya sedangkan Raka mencium leher Nicole membuat Nicole mengeluarkan suara merdunya. Raka langsung turun dari ranjang untuk melepaskan boxer nya hingga terlihat tongkat kayu yang lumayan panjang, berurat, agak besar dan mempunyai kepala helm.
Nicole yang melihatnya langsung menutup privasinya dengan menggunakan ke dua pahanya membuat Raka mengernyitkan dahinya.
"Ada apa?" Tanya Raka sambil duduk dekat ke dua paha Nicole.
"Punya kak Raka sebesar itu, apakah bisa masuk?" Tanya Nicole polos.
"Pffftttt hahahaha ...'' tawa Raka pecah.
"Kenapa tertawa?" Tanya Nicole dengan wajah kesal.
"Habis kamu lucu, bukankah kemarin kita habis melakukan hubungan suami istri?" Tanya Raka.
Wajah Nicole langsung memerah membuat Nicole menutup wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
"Jangan di tutup," ucap Raka sambil membuka ke dua tangan Nicole.
"Malu," jawab Nicole.
"Kenapa malu?" Tanya Raka sambil membuka ke dua paha milik Nicole.
Raka kembali menaiki tubuh polos Nicole sambil memasukkan mulutnya ke salah satu gunung kembar milik Nicole kemudian menyusunya seperti bayi membuat tubuh Nicole seperti tersetrum.
"Ahhhhhhh... " Desah Nicole.
Raka tersenyum mendengar suara Nicole kemudian melanjutkan memberikan pemanasan kembali membuat Nicole kembali mengeluarkan suara merdunya.
Jleb
"Ahhhhhhh..." Desah Nicole kembali ketika tubuhnya disatukan oleh calon suaminya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments