🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Mau gue bantuin bersih-bersih?" tawar Andra, ia sudah bisa menebak jika Viana pasti sulit untuk berjalan.
"Gak perlu, aku bisa sendiri," tolak Viana ketus.
Ia tentu akan risih jika Andra ikut membantunya, mengingat mereka bukan suami istri pada umumnya yang saling mencintai, mungkin jika perasaan itu ada saling menyentuh pun tak akan canggung mereka lakukan.
"Yakin, bisa?"
"Hem, awas lah, minggir sana!"
Andra hanya bangun dari duduknya, ia tetap berdiri dan bersiaga di dekat Viana bahkan mengikuti gadis itu dari belakang sampai ke kamar mandi. Andra menunggu di balik pintu dengan menyandarkan tubuhnya, banyak yang ia pikirkan yang sebenarnya tak perlu ia pikirkan. Hingga pemuda itu sadar jika istri tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.
"Vi, lo gak apa-apa?" tanya Andra sedikit berteriak.
Viana yang mendengar itu malah menggelengkan kepalanya seolah Andra ada di depannya kini, padahal posisinya sekarang sedang duduk di closet. Ia yang merasa nyeri di bagian tangan hanya bisa menarik napas pelan lalu di buangnya perlahan, rasanya sungguh luar biasa bagi dirinya yang baru pertama kali merasakan jatuh dari motor.
"Vi, udah belum? jawab dong." teriak Andra lagi yang mulai khawatir.
"Iya, tapi aku gak bisa bangun," jawab Viana dengan suara parau menahan tangis.
Cek lek
Beruntungnya pintu tak di kunci oleh Viana, Andra yang masuk langsung menghampiri istrinya yang sudah membuka seragam baju sekolah. Kini, Viana hanya memakai kaos dalam dan celana pendek setengah paha untuk menutupi Br4 dan kain tipis di area sensitifnya, jika gadis itu berdiri lekuk tubuhnya begitu jelas terlihat di depan mata Andra.
"Bisa bangun?"
"Kakinya sakit banget, Ndra," keluhnya yang baru terasa. Disana memang ada lecet dan memar kebiruan yang pastinya sangat nyeri.
Andra tak punya pilihan lain, ia membantu Viana berdiri lalu menggendong gadis itu ala bridal style menuju ranjang, tentu setelah ia meminta maaf dan mendapatkan izin. Viana pun tak bisa menolak karna jika di paksa berjalan rasanya akan tambah sakit.
"Lo diem sini ya, udah makan belum?" tanya Andra saat Viana sudah setengah berbaring karna ada tumpukan bantal di punggungnya.
"Belum, tapi aku mau pakai baju dulu," pinta Viana yang risih dan malu.
"Hem, gue ambil piyama dulu ya," jawab Andra yang memang hari semakin sore.
Andra bangun dan bergegas ke ruang ganti, ia membuka lemari baju khusus milik Viana, tak lama memilih ia pun mengambil satu piyama polos berwarna coklat muda berbentuk dress selutut agar memudahkan Viana untuk memakainya nanti.
Saat Andra kembali, ia langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh putih mulus istrinya itu, dengan sangat telaten Andra memakai kan nya hingga beres termasuk mengacingi dari atas hingga bawah.
"Makasih ya, Ndra."
"Hem, gue ambil makanan dulu," ucapnya yang kembali bangun lalu keluar dari kamar tanpa menunggu persetujuan Viana mau atau tidak untuk makan.
.
.
.
Di lantai bawah, Andra bertemu dengan Daffa yang juga hendak ke arah dapur, tak ada obrolan apapun hingga akhirnya Daffa mulai melayangkan pertanyaan.
"Bagaiamana istrimu? sudah baikan?" tanya Daffa, meski mereka jarang sekali akur tapi sebagai kakak tentu ia akan terus mengalah.
"Hem"
"Syukur lah, nanti biar ku olesi lagi salep di bagian kakinya yang memar," tawar Daffa yang memang calon dokter.
.
.
Berani menyentuh istri ku lagi, akan ku patahkan tanganmu!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
RossyNara
kenapa sewot kamu ndra. biarin aja daffa yg kasih perhatian
2023-12-21
1
Ragil Saputri
ngapa Ndra....Lo cemburu ya.....gimana dengan perasaan Viana klo Lo lgi deket ma Haura
2023-10-10
0
Mrs.Labil
ada yg marah pemirsahhhh 💃💃💃
2023-09-08
0