🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Andra yang sudah siap dengan seragam sekolahnya masih berusaha bicara dengan Viana, tak perduli gadis itu mengabaikannya dan terus menghindar. Mulai dari bangun tidur, bersiap hingga sarapan dengan keluarga Bramasta.
Kemarin Mamih dan Papih pun sudah minta maaf dengan sikap anak sulung mereka, Mikha.
Wanita itu memang sudah keterlaluan karna sudah membahas masa lalu orang tua Viana yang termasuk aib orang tuanya di masa 3 tahun lalu tersebut.
"Gue anter lo sampe sekolah," kata Andra yang menarik tangan Viana ke garasi mobil tempat dimana jejeran kendaraan mewah keluarga itu berada.
Viana yang terus meronta tetap berusaha melepaskan tangannya. Tapi, apa dayanya yang tak bisa melawan tenaga seorang lelaki.
"Kamu harus jemput Haura, jadi gak usah berangkat bareng sama aku," balas Viana.
"Disini lo gak ada motor, gue udah bilang dia buat gak jemput hari ini," jawab Andra.
"Hari ini aja? terus besok, besoknya lagi, lusa dan seterusnya gimana? balik buat anter jemput pacar mu itu, iya?"
Andra hanya bisa diam, ia serba salah untuk hal ini sebab belum siap untuk terlihat bersama dengan Viana. Bukan karna Haura, tapi ini pasti akan jadi tranding gosip lagi jika seluruh murid tahu kedekatan mereka nanti.
"Udahlah, jangan pikirin aku. Kita udah sepakat untuk masing-masing kan? kamu dengan Haura dan aku dengan kesibukanku sendiri," tambahnya lagi sedikit ketus.
Cekalan tangan Andra yang longgar menjadi kesempatan bagi Viana untuk pergi. Ia meminta salah satu pria paruh baya yang sepertinya seorang supir untuk mengantarkannya ke sekolah.
Dan selama perjalanan itulah, Viana sekuat hati. untuk menahan air matanya.
Ayo, Vi... jangan main perasaan..
.
.
Di sekolah, Viana yang tak keluar dari kelas saat jam istirahat membuat Andra sempat mencarinya, ia yang pura-pura lewat depan kelas Viana hanya bisa membuang napas kasar saat gadis itu sedang duduk sendirian sambil memainkan ponsel. Ia yakin jika istrinya itu masih saja kesal karna kejadian kemarin, padahal jelas ia yang memancingnya lebih dulu. Tapi, bukan perempuan namanya jika tak seperti Viana saat ini.
Tak ada pilihan lain, Andra meminta salah satu petugas kantin untuk membawakan makanan dan minum untuk Viana. Ia terpaksa melakukan itu karna khawatir jika gadis itu jatuh sakit.
.
.
.
"Sayang, ngapain lagi ke kantin?" tanya Haura yang tak sengaja berpapasan dengan kekasihnya itu.
"Hem, aku abis pesen makanan buat Viana," jawab Andra. Ia tak peduli dengan perasaan kedua gadis itu yang Andra tahu ia suda jujur.
"Dia---, belum makan?" tanya Haura, hatinya mencelos karna perhatian kekasihnya benar-benar terbagi.
"Iya, kayanya dia gak keluar kelas, aku juga gak liat dia di kantin," jawab Andra.
Haura mengangguk paham, tak ada yang bisa gadis itu lakukan kcuali diam. Padahal, saat tadi ia sudah berusaha menyangkal sikap Andra yang lain, pemuda itu memang nampak gelisah dan seperti mencari-cari sesuatu tapi Haura tak menyangka jika yang di tunggu adalah Viana. Secara mereka sudah satu hari full bersama tanpa sedetik pun Haura menganggu mereka, bahkan untuk mengirim pesan pun tak ia lakukan sama sekali. Tapi, didepannya Andra ternyata masih memikirkan gadis itu.
Sakit?
Tentu, karna Haura masih menganggap Andra sebagai miliknya tak perduli pemuda itu sudah mengikararkan janji suci di hadapan Tuhan.
"Ra, kenapa?" tanya Andra saat gadis kesayangannya itu melamun.
"Gak apa-apa, kelas yuk, sebentar lagi bel masuk," ajak Haura yang langsung menggandeng tangan Andra seperti biasa.
Pemandangan yang lumrah bagi semua murid sekolah Pelita Harapan saat melihat pasangan itu bergandengan tangan.
"Ndra--," panggil Haura pelan saat merka berada di tengah tangga.
"Apa?"
.
.
Apa kamu nyaman dengan Viana?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
RossyNara
andra plinplan suka tarik ulur perasaan viana sama haura.hati2 ndra kmu bisa kehilangan keduanya.
2023-12-21
1
Ida Naurah
pliss buat viana jngn main hati dlu aturan thorsoal'a kan suami'a msh punya cewe lain
2023-12-16
2
Ragil Saputri
kalian bertiga akan merasakan sakit hati yg sama klo gk ada yg mau mengalah... jelas Haura yg harus mundur karna tak se-iman
2023-10-10
0