🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Yank, kamu--," Haura yang baru masuk kedalam dan memberikan pertanyaan langsung berhenti saat Andra masih sibuk dengan ponselnya.
"Iya, Kenapa?" Andra buru-buru menyimpan lagi ponselnya ke saku celana, untungnya ia sudah selesai melakukan transfer ke nomor rekening Istrinya itu.
"Kamu melakukannya semalam?"
"Making Love, maksudmu?" tanya Andra memastikan arti pertanyaan yang di layangkan oleh kekasihnya itu.
"Bukankah jika sudah menikah biasanya melakukan hal tersebut, apa kamu mengingat ku? Ah, tidak... mana mungkin!" Haura seakan bicara pada dirinya sendiri dan menertawakan dirinya.
Berat menjadi Haura, karna bukan orang tua Andra saja yang tak merestui tapi orang-tua nya pun sama. Dan pernikahan kekasihnya itu bagai anak panah yang langsung menghujam jantungnya.
Sakit, sungguh sakit padahal ia dan Andra saling mencintai dengan sangat tulus, gaya pacarannya pun sehat dan tak berlebihan. Jadi tak salah jika Haura begitu sakit hati dengan ini semua.
"Aku tak melakukannya, Sayang. Sumpah Demi Tuhan. Aku mencintaimu, aku hanya memberi nafkah lahir padanya tapi tidak untuk bathin, aku pun tak sanggup," rayu Andra sambil menarik tubuh Haura untuk ia peluk.
"Bukan tidak, mungkin belum," balas Haura lirih.
Tangis gadis itu pecah dan sedih sampai Andra rasanya tak kuat mendengarnya.
"Maafkan aku, aku belum bisa melakukan apa-apa untuk kita." Andra mengurau pelukan lalu menghapus air mata kekasihnya, tak lupa ia juga mencium kening Haura sebagai tanda betapa cinta nya tak pernah berubah hingga detik ini. Andra hanya bisa berharap pemilik hatinya itu bisa sedih tenang sekarang.
.
.
.
Sampai di sekolah semua nampak berjalan normal meski ada beberapa teman yang saling berbisik mempertanyakan keadaan wajah Haura yang berantakan. Jelas gadis itu usai menangis hebat hingga matanya bengkak dan merah. Beruntungnya Andra dan Haura satu kelas jadi pemuda itu bisa terus menjaga kekasihnya terutama dari tatapan aneh dan penasaran beberapa siswi. Mereka pun jadi trending topic hari ini, dan kabar itu sampai juga di telinga Viana.
Desas desus yang santer terdengar itu semakin jelas saat Viana ada di toilet ketika jam istirahat. Hatinya mencelos merasa sangat bersalah karna gosip yang hangat di bicarakan itu adalah tentang pertengkaran pasangan yang selalu membuat iri semua orang yang sering melihat mereka bersama. Tapi tidak dengan Viana yang justru cuek dan tak perduli.
"Apa ini karna Andra menikahiku? bodoh sekali dia jika sampai tak bisa menenangkan pacarnya itu, apa jangan-jangan Andra belum bilang? lalu bagaimana jika Haura melabrak ku? bisa saja aku di cakar, di jambak dan di gigit," Ucapnya sendiri yang masih berada di bilik toilet, tak lupa juga Viana memegang rambut, pipi dan anggota tubuh yang lain saat membayangkan adegan labrak melabrak yang sering ia tonton juga di televisi atau media sosial.
Viana yang takut malah lemas dan tak sanggup untuk keluar padahal ia sudah di tunggu oleh si kembar di kantin, terlebih perutnya juga yang sudah lumayan lapar.
Waktu istirahat yang tak lagi banyak membuat Viana nekat keluar dan melangkah ke kantin, ia sudah mengatur strategi matang jika benar sampai Haura melabrak nya. Ia akan memainkan drama ikan terbang layaknya peran istri yang terdzolimi. Bayangan dan rencana aneh itu tak sadar memembuat senyum terukir di sudut bibirnya. Jalan yang sedikit lagi menuju kantin malah berbelok ke bawah tangga saat tangannya ditarik seseorang yang ternyata...
"Kamu??" Viana yang kaget tak percaya jika suaminya lah yang melakukannya.
.
.
Dari mana? nih cepet makan di kelas sana, sebentar lagi bel masuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Mamah Kekey
masalah ortu ya Andra..makanya jangan pacaran waktu masih sekolah... aku aja langsung ta,arup kok.
2024-06-16
0
Ragil Saputri
kasian Haura....... ortunya kenapa gk setuju ya .....
2023-10-10
0
Ragil Saputri
awal mula Viana luluh.......PERHATIAN Andra sungguh tak main".....
2023-10-10
0