🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Flashback...
.
.
BRAAAK...
Hantaman yang cukup keras terasa oleh Daffa putra Bramasta saat mobilnya jelas sedang berhenti, ia yang kaget tentu langsung keluar melihat apa yang terjadi. Pria berkaca mata itupun sontak sedikit berlari saat melihat seorang gadis berseragam SMA itu tersungkur di aspal dengan luka di bagian lutut dahi.
"Ada apa ini? kamu tak apa-apa?" tanya Daffa sambil menolong gadis tersebut.
Ia tak lain adalah Viana, seorang istri yang lebih memilih pulang dengan ojek online dibanding bersama suaminya. Tapi mungkin ceritanya tak akan begini jika pemuda yang statusnya sebagai suaminya itu tak memiliki kekasih saat dan setelah mereka jelas sudah menikah.
Dan sialnya kendaraan roda dua yang di tumpangi Viana oleng saat sebuah mobil Box menyerempet secara tiba-tiba. Si pengendara ojek yang kebetulan pria baya pun tak kuasa untuk menahan beratnya motor juga penumpang di belakangnya yang kebetulan sedang berat juga cobaan hidupnya 🙄. Jadilah, mau tak mau motor pun menabrak sebuah mobil sedan mewah yang terparkir di pinggir jalan.
"Sakit," jawab Viana lirih dengan mata berkaca-kaca.
Bukan hanya Daffa yang menolong tapi ada juga beberapa orang yang entah warga sekitar atau mungkin yang kebetulan lewat. Karna yang paling parah adalah Viana, tentu fokus Daffa pada gadis itu yang langsung di bawanya ke rumah sakit terdekat.
.
.
.
"Hanya terkilir dan lecet sedikit, tak apa," ucap Daffa saat dokter dan suster sudah memeriksa dan memberi obat pada Viana.
"Perih," jawabnya lirih.
Viana yang tak pernah jatuh tentu kaget dan itu wajar di rasakan oleh seorang putri semata wayang yang lumayan di manja sepertinya tersebut. Tapi, bukan sakitnya yang ia rasakan tapi malunya yang cukup membuat ia tak berani menatap kearah Daffa.
"Kamu siswi SMA Pelita Harapan?"
Viana reflek medongak saat mendapat pertanyaan tesebut dan itu sontak membuatnya mengangguk kan kepala.
"Kamu tahu?"
"Ya, dari seragammu, adik laki-laki ku juga sekolah di sana," jelas Daffa sambil tersenyum.
Pria berkacamata itu bertutur kata sopan dan lembut, ia juga sempat meminta maaf karna sudah berani menyentuh Viana dan menggendongnya ke mobil. Tapi, itu semua karna situasai yang cukup Urgent.
Mereka pun akhirnya berkenalan, Daffa langsung kaget saat Viana memberi tahu alamat rumah yang akan ia tuju untuk membawa gadis itu pulang. Rasa terkejutnya kian menjadi saat Viana juga mengatakan jika ia adalah seorang menantu di kediaman Bramasta yang tak lain adalah istri siri dari Andra Putra Bramasta.
"Kamu adik iparku, maaf aku memang tak datang saat kalian menikah. Mami sempat mengirim fotomu dan Andra tapi ini jelas sungguh berbeda," kata Daffa sambil tersenyum kecil.
Jelas, Viana yang di foto adalah Viana dengan make-up khas pengantin lain dengan hari ini yang polos tanpa apapun tapi terlihat cantik karna memang sudah bawaannya dari bayi.
"Hem, tak apa. Aku juga tahu Andra punya kakak laki-laki dan sempat melihat fotomu di rumah tapi aku lupa," jawab Viana. Ia tak mungkin memperhatikan satu hal yang menurutnya tak penting apalagi itu hanya sekilas beginya.
Kesan pertama bertemu dengan Daffa jauh berbeda saat bertemu dengan Mikha. Viana masih saja kesal dengan wanita itu yang dengan sudah dengan lantang menghina ibu di depan Andra. Sempah demi apapun, Viana akan menaruh rasa sakit hati itu dan membuktikan pada kakak iparnya jika ia tak serendah apa yang sudah di tuduhkan tempo hari saar makan bersama.
.
.
.
Dengan menggunakan kursi roda, Viana di dorong sampai ke parkiran rumah sakit. Hatinya mrncelos saat melihat body mobil Daffa yang rusak dan lecet. Kini, ia pun mulai ingat lagi pada si pengendara ojek online yang entah bagaimana karna ia pun belum sempat membayar ongkosnya.
"Bapak ojek tadi gimana ya?" tanya Viana saat ia sudah di ada di kursi depan mobil Daffa.
"Kenapa?"
"Kasihan, aku juga belum bayar," jawab Viana, kini kepalanya menunduk melihat kuku jari yang ia mainkan sendiri.
"Oh, nanti biar itu jadi urusanku. Kamu fokus saja pada dirimu sendiri. Kita pulang ya," ucap Daffa yang langsung menyalakan mesin mobilnya.
Ia tersenyum simpul membayangkan raut wajah Mami yang pasti sulit di artikan. Ada senang dan panik yang bercampur jadi satu saat nanti melihatnya pulang. Bagaimana tidak, putra kedua wanita itu memang jarang pulang setelah sibuk kuliah kedokteran. Ia lebih memilih tinggal di Apartemen dekat kampusnya di banding tetap di rumah tapi terus berdebat dengan adik satu-satunya yang tak lain adalah suami dari gadis yang kini duduk di sebelahnya.
Hanya obrolan biasa yang terjadi diantara Daffa dan Viana. Hingga akhirnya mobil pun kini sudah masuk kedalam garasi kediaman Bramasta.
Dan benar tebakan Daffa jika Maminya menyambut dengan ekspresi kaget namun tetap tersenyum khas seorang ibu yang merindu.
"Loh, Viana kok bisa pulang bersama Daffa? ini kenapa kening dan kakimu, Sayang?" tanya Mami yang panik ketika sadar saat menantu perempuannya itu tak baik baik saja.
"Kecelakaan kecil, Mih. Gak apa-apa kok," jawab Viana yang langsung di bantu juga oleh ibu mertuanya menuju kamar sang suami di lantai dua.
"Tadi Andra marah-marah mencarimu saat kamu belum sampai di rumah, kenapa tak pulang bersama?" selidik Mami.
"Hem, Andra---, "
"Pasti anter Haura dulu kan?" potong Mami yang langsung membuang napas kasar karna jengkel pada Putranya tersebut.
"Mih, ingat kesehatan Mami ya, Mamih telepon Andra dulu saja, katakan padanya jika Viana sudah dirumah," ucap Daffa sambil mengelus punggung wanita yang punya surga untuknya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
@Tie
knp gk dik
jodohin sm daffa aja..calon dokter gt loh
2024-04-17
1
Ragil Saputri
udah sih Viana ma Daffa aja
2023-10-10
1
Ragil Saputri
hubungan yg semakin rumit.....
2023-10-10
0