🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hari minggu ini adalah minggu pertama Andra tak mengantar Haura ke gereja, anak Tuhan yang sangat ta'at itu sangat mengerti karna sesuai kesepakatan awal jika kekasihnya akan fokus pada Viana saat di rumah, Haura lupa jika itu juga bertepatan dengan kebiasaan Andra selama ini.
Rasa rindu itu pun terselip entah dalam hati Haura maupun Andra, hingga meski mereka berpisah jarak namun yang dirasakan tetap sama.
"Andra, Mami manggil, katanya mau pergi. Ikut gak?" tanya Viana yang tiba-tiba datang ke gazebo belakang. Pemuda itu tak mau mengganggu istrinya yang sedang berusaha dekat mertuanya itu.
"Hem, kemana?" tanya Andra yang di jawab gelengan kepala. Viana bukan tak tahu tapi ia lupa.
"Trus lo mau ikut gak?"
"Mau, yuuk." Viana menjawab dengan sangat antusias.
Andra hanya tersenyum, ia bangun lalu kembali mengulurkan tangannya yang selalu di sambut oleh Viana yang entah kenapa, karna yang ia tahu gadis itu tak punya alasan untuk menolak.
Keduanya masuk bersama dan langsung ke kamar milik Andra di lantai dua rumah mewah itu.
Viana yang senyum-senyum sedari tadi langsung mendapat pertanyaan.
"Suka sama kamar gue?"
"Iya, nuansa putih semua, bikin nyaman," Jawab Viana yang memang penyuka warna putih sama dengan Haura.
"Yang punya kamar, bikin nyaman gak?" tanya Andra lagi.
Viana tentu langsung salah tingkah, ia melepas tangannya dari Andra untuk berjalan kearah ruang ganti di dalam kamar tersebut. Berbeda dengan kamarnya yang jika ingin berganti baju langsung di depan lemari tapi semenjak ada Andra justru is harus bersusah-payah membawa baju ke kamar mandi. Viana mengedarkan pandangannya, ia buka satu persatu lemari besar yang semuanya terbuat dari kaca.
"Ini bajuku? ya ampun sudah ada seragam sekolah juga. Andra sampai seperhartian ini. Andai aku gadis yang ia cintai," ucap nya lirih setelah merasa takjub.
Viana mengganti bajunya dengan baju yang ada di sana, ia akan tanyakan semua ini pada Andra karna semuanya begitu pas di tubuhnya. Tak hanya bagus tapi juga nyaman di pakai.
"Kamu gak ganti baju?" tanya Viana saat ia melihat Andra malah duduk di sofa memainkan ponsel mahalnya.
"Enggak, lo udah siap?"
"Lagi chat Haura?" bukan menjawab, Viana malah bertanya apa yang sedang dilakukan pemuda tampan itu.
"Gue di mana sekarang? lo kenapa gak paham paham sih? berapa kali gue harus yakinin lo kalau saat gue sama lo, gak ada Haura diantara kita," jelas Andra yang gemas sendiri.
"Begitupun saat kamu sama dia? aku pun gak ada kan?"
Andra mengangguk pelan, ia yang mencoba mendekat untuk memeluk seperti biasa malah di hindari. Viana mundur beberapa langkah dari posisinya. Ia tak marah pada Andra tapi ia justru marah pada dirinya sendiri yang tak bisa menepati janji pada hatinya yang tak harus selalu cari penyakit seperti ini.
"Apa kamu tenang kaya gitu, hem?" tanya Viana dengan suara bergetar.
"Vi, lo jangan pernah tanya gitu ke gue, lo gak tahu beratnya gue gimana selama satu minggu ini," mohon Andra.
"Kamu berat, lalu aku? apa kamu pikir aku ini pohon pisang yang hanya punya jantung tak punya hati?"
"Vi, aku paham, tapi--,"
.
.
.
Jangan bicara padaku sebelum kamu putus kan Haura! Atau, mari bercerai...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Mamah Kekey
nih author nya muslim BKN yah...
2024-06-16
0
sagitariusGirl
ohh beda agama tohh...
ahh otornya gk enak bah...bwt 😭😭😭
2024-02-03
0
Siti Farida
nyesek banget Thor tidak ada angin tak ada hujan tiba-tiba berada di posisi Viana 😔😔😔😭😭😭
2023-11-19
1