Joseph terus menggerutu sepanjang perjalanan karena merasa dipermainkan oleh Tania. Wanita itu, menaiki kuda miliknya dengan lihai dan dengan entengnya mengatakan bahwa ia tidak bisa lagi menunggu karena dalih angin kering yang membuat Joseph berkerja sia-sia.
"Bukankah sebentar lagi akan ada hembusan angin kering? Itu sangatlah tidak bagus. Jadi, aku akan menaiki kuda saja dan untukmu jenderal kerja bagus!" Dengan kecepatan bak angin dan kelihaian yang memukau seolah kuda itu tercipta untuk nya dan dibelakang Meysa sudah ada Siu yang duduk dengan keraguan dan berdoa semoga ratunya tidak salah tarik tali kekang kudanya.
Kulitnya yang terasa panas dan keringat di wajah nya bak tanaman yang disiram air menghiasi dirinya. Karena Ratu menyusahkan itu, panas dan gerah menjadi sahabat dalam sepanjang perjalanan yang ditempuh hingga ke istana.
Hingga ia akhirnya menaiki kuda salah satu prajurit untuk perjalanan ke istana. "Ini akan menjadi informasi yang penting! Apa yang terjadi sebenarnya? Sejak kapan Ratu tania menaiki kuda dan begitu piawai?? Ibu suri antara membunuh ku atau merasa serangan jantung akan hal ini." Joseph terus berpikir sambil memacu kuda menyusul Tania dengan Siu.
Di garda terdepan, Meysa menikmati kepiawaiannya dalam berkuda. Karena status sosial nya yang sangat tinggi membuat dirinya belajar banyak hal, baik dari paksaan maupun kesukarelaan Meysa sendiri.
'Tidak sia-sia juga aku belajar!" Ya, Meysa masih ingat saat ia pulang sekolah, pelatih kuda nya sudah berdiri manis dengan kakek nya yang begitu tegas dan sedingin salju.
Tidak peduli Meysa yang masih merasa lelah atau belum mengambil napas setelah bergelut dengan kimia dan antek-anteknya. Dengan senyuman manis dan hati yang setengah Meysa mengikuti latihan dan dengan aliran darah yang mengandung keberanian dan pantang mundur yang sudah ia dapatkan dari keluarga nya membuat Meysa bisa melakukan nya.
"Buka matamu Siu! Dan lihat serta rasakan udara yang terbawa saat kita menunggangi kuda!" Ajakan itu awalnya tidak diindahkan oleh Siu karena ia sangat takut dan merasakan tubuhnya seperti kapas terasa sangat ringan.
"Ayo Siu!" Ucapan Meysa yang terdengar beroktaf tinggi langsung membuat Siu penasaran dan akhirnya ia membuka matanya dan perlahan-lahan detak jantungnya mulai normal dan ia mulai terbiasa dan merasa senang.
"Ratu, ini sangat menyenangkan!" Kedua sosok yang berlatarbelakang berbeda itu menikmati perjalanan mereka menuju istana.
...🌟🌟🌟🌟🌟🌟...
Mentari mulai mundur dari kekuasaannya di langit tergantikan dengan gelap yang mulai memenuhi langit. Tania akhirnya sampai di istana, penyambutan terlihat tidak begitu mencolok. Dimulai dari Vanriel, Yuri Ibu suri dan kaisar sudah menunggu kedatangan Tania.
"Setiap langkah yang ku ambil, akan membawa perubahan yang membuat istana ini terguncang beserta penghuninya."
Wanita cantik itu segera melangkah dengan elegan, dimulai dari gerbang istana semuanya menatap kebingungan dengan gaya serta aura ratu Tania.
Hingga langkahnya berakhir di posisi keluarga kerajaan dengan satu hama gatal yang berdiri di sana. "Salam ayah kaisar." Dengan sopan santun dan senyuman manis ia memberikan salam kepada pria yang tengah sakit itu.
"Putriku Tania, akhirnya kau datang juga! Ayah menyambut mu, kemari lah!" Tania langsung memberikan pelukan hangat yang membuat ia merasakan sosok ayah.
"Bagaimana perjalanan mu dari tempat ibumu?" Meysa langsung menangkap kebohongan yang diciptakan oleh tiga hama ini yang akan ia balas dengan baik.
Ketiganya merasa aneh dengan sikap, cara bicara dan tatapan Tania kepada mereka. Dengan gaya otoriter nya Ibu suri menatap Tania untuk memainkan drama buatannya.
'Aku akan berikan serangan jantung pertama untuk mu Ibu suri!'
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Ayay Nya Yuda
whahaajaha aku sukaaa
2024-07-12
0
Ayay Nya Yuda
ngakak woyy😆😆😆
2024-07-12
0
Sandisalbiah
ayo Tania beri syok terapi utk ibu suri dan Barel raja KW itu
2024-07-04
1