Pedang tajam itu bertatapan dengan manik coklat Meysa. Lalu beralih ke lehernya, Meysa jelas tau ini ahli dalam pedang dan bela diri. "Ratu!" Siu berteriak melihat beberapa centi lagi pedang itu bisa membuat goresan baru untuk ratunya.
Meysa mengambil jepit rambut miliknya dan menggunakan itu untuk menarik ujung pedang itu dengan tarikan dahsyatnya dan membuat sang empu pedang kaget karena pedangnya tertarik. Saat itu, Meysa langsung keluar dari tenda dengan tendangan maut nya, pintu itu terlepas dari tempat nya membuat kuda terperanjat kaget sehingga mengikik keras.
Bak pendekar berselendang yang melayang dengan indahnya Meysa menapakkan kakinya di tanah yang tandus dengan matahari yang bersinar terik.
"Wow ratu...." Siu tidak dapat berkata-kata lagi selain matanya yang berbicara melihat aksi ratunya yang sungguh diluar dugaan dan penuh keajaiban baginya.
Bukan hanya Siu, prajurit lain juga terbengong-bengong dengan mata yang membulat sempurna serta beberapa kali mereka mengucek mata mereka mengenai apa yang mereka lihat.
Meysa tidak peduli dengan tatapan kagum, kaget atau bahkan bingung semua. Meysa lebih mementingkan untuk mencari sosok yang berani bermain pedang dengan nya. Dengan mata tajam bak singa betina nya, Meysa menemukan sosok pria yang tak jauh darinya berbaju ala jenderal dengan rambut kuncir yang cukup tinggi disertai hiasan ikatan hitam emas.
Matanya menatap Meysa kaget bercampur bingung. Entah apa yang ia pikirkan, tapi tatapannya tak lepas dari Meysa, belum lagi dengan pedang yang masih di tangannya mencari pendaratan yang cocok.
"Aku tidak menyangka akan dikawal langsung oleh jenderal spesial ibu suri." Tak lupa dengan senyuman manis mengandung ejekan di sana membuat pria itu menatap serius.
...🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟...
Ditemani angin yang berhembus, jejak kaki yang hilang timbul ditutupi oleh dedaunan berjatuhan terus melangkah ke arah Utara dengan pakaian bukan miliknya.
Tidak ada hal khusus atau mewah yang melekat pada dirinya, tangannya hanya membawa sekantong baju zirah miliknya serta pisau kecil nan tajam di pinggangnya.
"Butuh sehari untuk sampai. Jika aku memaksa, aku bisa terancam atau bertemu dengan lalat berbalut kupu-kupu itu. Mereka ingin bermain-main rupanya, setelah aku datang, kita lihat bagaimana reaksi mereka." Sambil melihat daerah yang ia lewati, ia memutuskan untuk memanjat pohon jati yang besar dan rimbun, ia akan bersantai di sana.
Dengan luka yang sudah pulih dan pengobatan dari wanita bak pedang itu, ia tersenyum menatap langit yang mulai gelap sambil teringat berlian tersembunyi itu.
Saat ia memejamkan mata, terlihat seorang yang bermata menawan yang menggetarkan cawan hatinya.
Menumpahkan seluruh air yang menyegarkan dahaga serta mengambil ketenangan dirinya.
Beberapa kali ia mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa justru bayangan Ratu Tania menari-nari di kepalanya. "Apa dia memberikan racun atau sesuatu yang membuat ku tak bisa tidur? Bahkan dia seperti lukisan di langit yang membuat ku terus menatap dirinya atau ia berubah jadi angin yang terus menyapa ku?"
Meskipun udara mulai dingin, tapi tubuhnya terasa terbakar seperti kobaran api
Seperti kecanduan, pria itu teringat sepasang manik Tania yang memiliki anggur dimatanya.
"Astaga! Sejak kapan aku begini? Gara-gara mata itu! Aku akan menemui mu kembali Tania dan kita akan terus bertemu dengan identitas asliku!" Kembali ia memejamkan matanya untuk mengumpulkan tenaga menempuh perjalanan.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 166 Episodes
Comments
Leni Ani
hadeh kok ada kata2 yg susah di megerti ya
2024-11-19
0
NIA DJOHAN Djohan
bingung bacanya hadeh ,padahal bagus
2024-07-22
6
Sandisalbiah
banyak kata kiasan
2024-07-04
0