Humaira dan Jennie sudah keluar dari Rumah Sakit 2 hari yang lalu. Rencananya saat ini Humaira dan sahabatnya ingin pergi ke pantai untuk berlibur.
Setelah 1 jam, akhirnya mereka sampai di pantai.
" Hahh.. sudah lama aku merindukan suasana seperti ini " ucap Humaira tersenyum senang.
" Ini adalah kali pertama kami berlibur kepantai " ucap Lisa tersenyum.
" Sungguh?, kalian baru pertama kali ke pantai? " ucap Humaira tak percaya. " Kalian kan kaya, kenapa tidak pernah pergi ke pantai? " tanya Humaira lagi.
" Sebelum ada kamu, kami akan pergi ke club jika libur " ucap Lisa memandangi lautan lepas itu.
" Hahahhaa.. libur orang kaya memang beda " ucap Humaira lalu tertawa.
" Apa bedanya? " tanya Jennie.
" Bagi kami orang sederhana jika liburan akan ketempat yang menenangkan untuk melepaskan semua lelah seperti di taman, pantai, dan kebun.. tapi orang kaya mereka akan menghambur - hamburkan uang mereka untuk menenangkan pikiran " jelas Humaira panjang lebar.
" Hmm.. kamu benar, tapi tidak semua orang kaya seperti itu. Contohnya dia, dia sangat pelit mengeluarkan uangnya, kalau dia ingin sesuatu dia akan meminta uang orang tuanya. Padahal duitnya saja belum habis " ucap Jennie menunjuk Rose.
" Hei.. aku tidak pelit, aku berhemat lagi pula aku hanya meminta uang orang tua ku untuk ke clup selebihnya aku menggunakan uangku sendiri " ucap Rose membela diri. Semua tertawa mendengar jawaban Rose. Jika keperluannya dia akan mengeluarkan uangnya berapa pun, tapi kalau untuk bersenang-senang dia akan meminta uang orang tua nya. Jadi dia hemat atau pelit?
***
Di Suatu Tempat.
" Apa yang kau dapatkan? " ucap pria itu pada bodyguardnya.
" Ini semua data tentang mereka Tuan, saya sudah memata - matai mereka sejak 1 bulan terakhir " ucap bodyguard itu.
" Bagus, selidiki lagi apa saja yang berhubungan dengan mereka.. setelah itu baru kita hancurkan The Blue Star Line " ucap pria itu dengan tatapan tajamnya.
Dia adalah musuh The Blue Star Line, dia begitu benci dengan Min Darren beserta keturunannya. Karna dulu orang tuanya meninggal akibat Min Darren yang tidak mau tersaingin oleh orang tua nya. Saat itu dia memang masih kecil jadi dia tidak tau kenapa orang tuanya bisa meninggal tapi saat dia sudah dewasa Pamannya menceritakan bagaimana kejadian saat itu sehingga orang tuanya meninggal dunia.Kata pamanya, Dulu orang tuanya memang pembisnis handal sehingga dengan cepat mereka menjadi pembisnis tersukses nomor 2, jadi karna Min Darren tidak ingin tersaingi oleh orang tuanya, Min Darren menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh orang tuanya. Dan lebih parahnya lagi jasad orang tuanya dibuang ke semak - semak belukar begitu saja.
" Nyawa harus dibalas nyawa Tuan.. kita lihat sampai mana kemampuan mu Tuan Min " ucap pria itu penuh penekanan dan dendam.
" Siapkan mobilku kita berangkat " ucap pria itu lalu pergi.
\*\*\*
" Jennie aku pergi membeli minum sebentar ya " pekik Humaira yang tidak terlalu jauh dari sahabatnya.
" Kami ikut.. " ucap mereka serentak, lalu berlari ke arah Humaira.
" Eh, tidak apa-apa aku bisa sendiri " ucap Humaira tidak enak karna mengganggu aktivitas sahabatnya.
" Tidak.. kami tidak ingin hal yang buruk terjadi lagi pada mu untuk ketiga kalinya " tegas Lisa lalu diangguki oleh Jennie dan Rose.
" Hahhahahaa.. baiklah sahabat ku ini memang benar-benar perhatian sekali " ucap Humaira senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments