Di tempat lain.
" Syukurlah tidak ada bagian tulang yang retak dikepala nona, dan lukanya juga tidak terlalu dalam jadi nona hanya butuh istirahat agar cepat pulih " ucap dokter setelah memeriksa Jennie.
" Kau yakin dia tidak papa " tanya Taehyung pada dokter. lalu diangguki oleh dokter.
" Aku sudah sembuh Tuan, aku ingin melihat Humaira " desak Jennie.
" Sudah sembuh dari mana, kau lihat lah kepala mu sedang diperban, dan tangan mu ada infus. Istirahat saja jangan kemana - mana " ucap Taehyung lalu duduk di samping tempat tidur Jennie.
" Aku benar - benar tidak papa, ayolah aku ingin melihat sahabat ku Tuan " ucap Jennie memohon.
" Baiklah.. apa kau bisa berjalan? tanya Taehyung memastikan, lalu diangguki oleh Jennie dengan senang.
Saat baru beberapa langkah Jennie berjalan dia hampir saja terjatuh karna pusing, untung saja Taehyung dengan sigap langsung menangkap tubuh Jennie. Kalo tidak pasti dia sudah jatuh.
" Biar aku menggendong mu, kau peganglah infus mu "
\*\*\*
Di Ruangan Humaira.
Saat ini Yoongi sedang duduk disofa menunggu Humaira sadar. Dia sudah bosan karna sudah 2 jam Humaira tidak bangun - bangun juga dari pingsannya. Saat dia beranjak ingin melihat Humaira dia melihat bahwa mata gadis itu bergerak - gerak seperti orang yang pura - pura tidur.
" Hehh.. apa dia pura - pura masih pingsan?, Wahh gadis ini benar - benar keterlaluan. Aku sudah 2 jam menunggu dia sadar tapi dia malah enak tiduran, ku kerjai kau nona " ucap Yoongi tersenyum licik.
" Heh buta, bangunlah..kalau kau masih tidak bangun juga akan aku cabut beasiswa mu dan saat ini hanya ada kita berdua, tidak salahkan aku mencoba bibir mu? dia sangat menggoda ku " ucap Yoongi tersenyum licik.
" JANGAAN.. BAIKLAH AKU BANGUN " ucap Humaira panik dan langsung duduk. Dia sangat tidak menyangka selain kejam ternyata laki - laki ini juga MESUM.
" Cihh.. dari sejak kapan kau bangun? " tanya Yoongi menatap tajam Humaira.
" B-baru 20 menit yang lalu " ucap Humaira menunduk. Dia takut jika beasiswa nya dicabut maka orang tuanya akan kecewa.
" Wah.. kau benar - benar mencari masalah dengan ku, beasiswa mu akan aku--" belum selesai Yoongi berbicara langsung dipotong Humaira.
" Jangan Tuan.. saya mohon maafkan saya. Saya akan turuti permintaan anda tapi jangan cabut beasiswa saya Tuan " ucap Humaira memohon.
" Jelaskan padaku kenapa kau pura - pura masih pingsan, maka beasiswa mu aman " ucap Yoongi lalu duduk di kursi yang ada disebelah tempat tidur Humaira.
" A-anu.. a-aku-- "
" Berbicara lah dengan benar " ucap Yoongi dingin.
" A-aku takut bertemu dengan mu " ucap Humaira menundukkan kepalanya.
" Takut?, kenapa? setauku kau tidak pernah takut dengan ku, kau gadis pembangkang " ucap Yoongi pedas.
" Aku takut kau akan mencabut beasiswa ku, karna aku sudah beberapa kali berbuat salah pada mu " ucap Humaira sangat pelan tapi masih bisa didengar oleh Yoongi.
" Aku memang akan menca--"
" Kenapa kau masih mau mencabut beasiswa ku, aku kan sudah berkata jujur " ucap Humaira kesal.
" YAA.. Dengarkan Aku Dulu " ucap Yoongi meninggikan suaranya. Dari tadi Humaira selalu saja memotong pembicaraan nya.
" Maafkan saya " ucap Humaira kembali menunduk.
" Hahhh.. aku benar - benar dibuat gila oleh mu " ucap Yoongi kesal. Lalu meninggalkan ruangan Humaira.
" Nyenyenyenye.... kau memang gila Tuan bahkan dari awal kita bertemu, dasar laki - laki mesum " umpat Humaira ketika Yoongi sudah keluar dari ruangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments