9. Di Culik

" Oke semuanya, disini kami akan menyapaikan bahwa Rektor dikampus ini telah undur diri, jadi akan digantikan oleh adik saya Jimin " ucap Seokjin menjelaskan.

" Perkenalkan saya Jimin, disini saya akan menjadi Rektor mulai hari ini.. jadi saya sudah membuat peraturan untuk Kampus ini.

Siapa yang telat dilarang masuk.

Siapa yang membantah perintah saya akan di skors selama 1 minggu.

Siapa yang membully di Kampus ini akan di D.O

peraturan ini tidak hanya berlaku bagi Mahasiswa, tapi juga berlaku untuk para Dosen " ucap Jimin dingin.

" Gila apa - apaan dia itu? jika membantah katanya di skors 1 minggu? " ucap Jennie menatap Jimin kesal.

" Guyss kalian jangan ada yang terlambat lagi yah " ucap Humaira pada sahabatnya. Dia tidak ingin sahabatnya seperti dia berurusan dengan para singa yang kejam.

" Memangnya kenapa? kita kan bisa lewat belakang atau manjat dinding " ucap Lisa santai.

" Aku tidak mau kalian kena masalah, yah " ucap Humaira memohon.

" Ahhh.. baiklah " ucap ketiganya serentak. Mereka memang sering terlambat walaupun Rose sudah memaksa mereka untuk tidak terlambat lagi tapi Jennie dan Lisa selalu bilang " kamu tenang saja, selama ada aku kamu akan aman ".

Sendari tadi tanpa diketahui Humaira. Yoongi memperhatikannya, Dia terlihat sangat frustasi dan itu membuat Yoongi sangat senang.

" Ini baru permulaan, Kim Humaira " ucap Yoongi dengan Smirknya.

Namun, tanpa disadari Yoongi dan Humaira ada yang memperhatikan mereka yang tidak lain adalah senior Humaira. Dia semakin membenci Humaira karna tidak hanya lelaki di Kampus ini yang tertarik dengan nya bahkan anak yang punya Kampus ini pun tertarik padanya. " Lihat saja kau Humaira, kau benar - benar membuatku jengkel " ucapnya dengan emosi yang sudah memuncak.

Setelah selesai memberikan pengumuman akhirnya semuanya telah bubar dan masuk ke kelas masing - masing.

" Kalian tunggu disini ya, kami ke toilet sebentar " ucap Lisa lalu pergi ke toilet dengan Rose.

" Mai.. aku angkat telfon dulu sebentar ya? " ucap Jennie lalu sedikit menjauh dari Humaira.

" Halo.. siapa? " tanya Jennie pada orang disebrang sana.

" Hah.. hutang? sejak kapan saya punya hutang dengan anda " ucap Jennie bingung, tiba - tiba ada yang menelfonnya dan menagih hutang.

Saat Jennie sibuk menelfon sambil membelakangi Humaira, tiba - tiba ada yang membekap mulut Humaira dari belakang.

" HEI- hmmm " ucap Humaira memberontak namun tak lama langsung pingsan. Jennie yang mendengar suara Humaira langsung membalikkan tubuhnya.

" Heii.. siapa kali- " Jennie pingsan karna kepalanya dipukul seseorang dengan kayu.

" Aman.. cepatlah sebelum ada yang datang " ucap seseorang yang memukul Jennie tadi. Lalu mereka pergi membawa Jennie dan Humaira.

Saat ini Lisa dan Rose telah selesai dari kamar mandi. Mereka bingung karna Humaira dan Jennie tidak ada ditempat mereka tadi, lalu Lisa dan Rose memutuskan untuk ke kelas tapi sebelum ke kelas Rose melihat ada benda pipih tergeletak di lantai tanpa ada tuan nya.

" Lis.. tunggu lihat itu " ucap Rose lalu menunjuk benda yang dia lihat tadi. Lisa menghampiri benda itu.

" Inikan ponselnya Jennie..kenapa dia meninggalkan nya disini? " ucap Lisa bingung.

" Lis.. perasaan aku kok gak enak ya " ucap Rose yang sudah berkaca - kaca.

" Kita lihat dulu mereka ke kelas kalau mereka tidak ada, kita cari sekeliling Kampus " ucap Lisa lalu diangguki oleh Rose. Tanpa berpikir panjang lagi mereka segera ke kelas.

Namun sayang Jennie dan Humaira tidak ada di kelas. Mereka sudah cari sekeliling Kampus juga tidak ada. " Hahhh.. kemana anak itu " ucap Lisa dengan nafas yang tidak beraturan dia sudah lelah mengelilingi Kampus yang besar ini, begitu juga dengan Rose.

" Liss.. a-aku takut mereka kenapa - napa " ucap Rose yang kembali berkaca - kaca.

" Rose jangan berfikir negatif , aku yakin mereka tidak apa - apa lagi pulang ada Jennie bersama Humaira Jennie pasti bisa mengatasi semuanya kalo memang terjadi hal buruk pada mereka, sekarang ayo kita cari lagi " jelas Lisa pada Rose, lalu kemudian pergi mencari Humaira dan Jennie lagi dan diikuti Rose.

Saat berlari mencari Humaira dan Jennie, Lisa dan Rose di halangi oleh Yoongi dan sahabatnya.

" Kenapa kalian tidak belajar?, ini masih jam pelajaran kan? " ucap Jimin dingin.

" Ahh.. minggirlah kami harus mencari sahabat kami " ucap Rose kesal,karna saat ini dia benar - benar tidak bisa berfikir positif.

" Yang sopanlah jika berbicara dengan kami, kalian tidak tau kami siapa? " ucap Taehyung menatap Lisa dan Rose dengan tajam.

" Tuan.. saya mohon beri kami jalan, kami sedang sibuk " ucap Rose berusaha sopan, dan menahan kesalnya.

" Kalian sibuk atau cabut hah? " ucap Jungkook meremehkan.

" HEI.. BISA MINGGIR TIDAK?,SAHABAT KAMI SEDANG DALAM BAHAYA, SEKARANG MINGGIRLAH ATAU AKU HABISI KALIAN " bentak Lisa mulai emosi, dia sudah tidak tahan lagi dengan basa basi manusia - manusia didepannya ini.

" Kau pikir kau siapa hah?, berani sekali kau membentak kami " ucap Jungkook mencengkram pipi Lisa kuat.

" Lepaskan dia Kook " ucap Yoongi.

" Siapa maksud kalian yang hilang? " tanya Yoongi serius.

" Apa urusan anda, ingin tau masalah kami " ucap Lisa ketus.

" JANGAN MEMBANTAH JAWAB!!" bentak Yoongi perasaannya sangat tidak keliru saat ini.

" Sahabat kami hilang namanya Humaira dan Jennie, jadi tolong beri kami jalan Tuan " ucap Rose menjelaskan.

" Maksud mu Kim Humaira? " tanya Yoongi memastikan.

" Heh.. dari mana anda tau nama sahabat kami " ucap Rose kaget.

" Itu tidak penting..baiklah kalian lanjutlah mencari mereka, kami akan membantu kalian " ucap Yoongi entah kenapa saat tau Humaira hilang dia menjadi cemas akan gadis itu. Sedangkan yang lain bingung dengan ucapan Yoongi kenapa juga mereka harus membantu mencari gadis itu, tidak biasanya Yoongi begitu peduli akan wanita sebab dengan kekasihnya saja dia tidak sebegitu perhatian.

Akhirnya mereka semua berpencar mencari Humaira dan Jennie.

Saat ini Humaira dan Jennie dikurung di gudang belakang sekolah, dimana tempat itu amat sangat jarang lewati mahasiswa maupun penjaga sekolah.

" A-au kepalaku pusing sekali " ucap Jennie tersadar dari pingsanya. Dia melihat seseorang disampingnya betapa kagetnya dia melihat Humaira yang sudah babak belur dan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya. " Humaira...Mai, Mai bangun Mai please bangun Mai jangan bikin aku takut Mai " Pekik Jennie histeris.

" Hahhh.. akhirnya kau bangun juga, dasar menyusahkan saja " ucapnya tiba - tiba datang dan duduk pada meja yang ada disana.

" SIAALANN, KAU APAKAN SAHABAT KU HAH " bentak Jennie emosi.

" Hussttt... jangan teriak - teriak tidak akan ada yang mendengar mu, dan kamu bilang apa? aku apakan sahabat mu?, tentu saja aku abis memberi dia pelajaran " ucap wanita itu dan tertawa terbahak-bahak.

" LEPASKAN KAMI SEBELUM KAU MENYESAL SIALANN " bentak Jennie lagi.

Plakkk...

" Jangan berani - beraninya kau membentak ku " ucap wanita itu lalu menampar Jennie.

" CUIHH.. BUAT APA AKU HARUS TAKUT PADAMU HAH!!, DASAR SIALAN LEMAH " ucap Jennie lalu meludahi wanita itu. Karna diludahi oleh Jennie wanita itu tidak terima dan langsung mengambil kayu yang ada disana, saat dia ingin memukul Jennie tiba - tiba.

" DASAR SIALAN "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!