Di Ruang Rektor Humaira dan sahabatnya sedang bergelut dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak tau hukuman apa yang akan mereka terima, mengingat bahwa pria yang ada didepan mereka ini semuanya tidak punya hati.
" Kalian semua aku skors selama 1 minggu " ucap Jimin dingin.
" HAH.. " pekik Humaira dan sahabatnya bersamaan.
" Apa?, kalian tidak terima? " ucap Jimin kembali kesal.
" Tuan, bagaimana bisa anda menghukum kami seperti itu " protes Jennie.
" Jangan membantah ucapanku, kalau tidak hukuman kalian bertambah 1 minggu lagi " ucap Jimin.
" Tuan, berbaik hatilah pada kami.. apa yang akan kami katakan pada orang tua kami kalau kami di skors selama 1 minggu " ucap Rose memelas.
" Siapa suruh kalian membohongi ku " ucap Jimin ketus.
" Kami terpaksa berbohong, karna kalau kami jujur anda juga tetap menghukum kami " ucap Lisa pelan.
" Setidaknya kalau kalian jujur, hukuman kalian tidak seberat ini " ucap Jungkook dingin, yang membuat Lisa kesal. " Apaan sih bocah tengil ikut-ikutan saja " ucap Lisa dalam hati lalu menatap Jungkook dengan tajam.
" Jangan terus menatapku seperti itu, aku tau kalau aku ini tampan " ucap Jungkook percaya diri.
" Dih.. siapa juga yang melihat mu, dasar pria menyebalkan " ucap Lisa ketus.
" Nona jaga sikap mu " tegur J-Hope.
" Maafkan saya Tuan " ucap Lisa kembali menunduk.
( Kayanya dari semuanya cuman J-Hope yang baik, yah walaupun berwajah dingin dan datar juga seperti yang lainnya 🗿 )
" Tuan, aku mohon jangan beri kami hukuman itu.. nanti aku diomeli bunda ku " ucap Humaira memohon.
" Baiklah sekarang kalian pilih.. mau hukuman atau di skors " ucap Yoongi tersenyum licik. " Melihat dari gayanya aku yakin pasti dia menyiapkan rencana yang sangat licik, dasar pria kejam " ucap Humaira dalam hati.
" Hukuman.. " ucap mereka serentak.
" Baiklah..kalau kalian ingin hukuman, kalian bersihkan toilet di Kampus ini satu orang satu lantai " ucap Yoongi tersenyum licik.
" Tap--"
" Tidak ada protes, jika kalian masih protes kalian akan diskors 2 minggu " ucap Yoongi tegas.
" Benarkan apa yang aku bilang pasti pria ini sangat licik " umpat Humaira dalam hati.
" Sekarang keluar dan kerjakan hukuman kalian " usir Yoongi.
Humaira dan sahabatnya keluar dengan perasaan kesal. Setelah memastikan mereka keluar Seokjin baru membuka suara membahas masalah Irene dan Yoongi.
" Yoon.. kata Silvi sekretaris mu Irene selalu memaksa ingin masuk kantor, walaupun sudah di beri tahu bahwa kau tidak ada didalam dia tetap memaksa masuk " ucap Seokjin pada Yoongi.
" Baiklah biar aku telfon sebentar " ucap Yoongi lalu menghubungi sekretarisnya.
[ Halo selamat siang Tuan ]
[ Hm, bagaimana apa dia tetap memaksa masuk? ]
[ Iya Tuan, Nona Irene bilang kalau saya terus melarang dia masuk maka dia akan memecat saya ]
[ HEI BOS MU ADALAH AKU KENAPA KAU MALAH TAKUT PADANYA ]
[ M-maaf Tuan, Nona Irene kan kekasih anda..saya takut kalau saya melarangnya masuk dia akan meminta anda memecat saya ]
[ Dimana dia sekarang? ]
[ Di ruangan para CEO Tuan ]
[ Baiklah aku akan segera kesana ]
Setelah menelfon sekretarisnya Yoongi segera beranjak dari duduknya untuk pergi ke kantor menemui Irene.
" Mau kenapa bang? " tanya J-Hope.
" Aku ke kantor dulu kalian tunggulah disini " ucap Yoongi lalu pergi. Tapi sebelum dia meninggalkan kampus Yoongi menghampiri Humaira yang ada di lantai tiga.
" Yaa begitu bagus.. yang bersih lagi gosoknya " ucap Yoongi mengejek Humaira, tapi Humaira hanya melihat Yoongi malas.
" Nanti pulang dari Kampus kau ikut dengan ku " ucap Yoongi datar.
" Untuk apa saya ikut dengan anda " ucap Humaira acuh.
" Jika kau tidak ingin orang tua mu kenapa-napa maka ikuti saja perintahku " ucap Yoongi lalu pergi.
" Haiissss... kenapa aku harus bertemu dengan pria br*ngs*k seperti dia " pekik Humaira kesal, dia sangat frustasi berhadapan dengan makhluk itu.
Dukung aku trus yahh dengan cara di like, komen, subscribe dan vote sebanyak - banyak nya hehe.. byeeee💙💙💙
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
MAYS
Belum ada pengikutnya nihh😭
2023-01-29
1