Tidak terasa Humaira sudah seminggu belajar di Kampusnya, tapi sayang nya Humaira selalu mendapat bully an dari senior - seniornya karna mereka tidak terima semua lelaki di kampus itu memuji Humaira, biasanya merekalah yang mendapatkan pujian itu tapi sejak kedatangan Humaira mereka merasa terabaikan. Humaira memang menyembunyikan masalah itu dari sahabat - sahabatnya itu karna dia tau kalau sahabatnya mengetahuin tentang bully an itu sahabatnya tidak akan tinggal diam.
" Astagaaaaaaaa..kening mu kenapa Humaira?? " ucap Rose heboh karna melihat kening Humaira lebab.
" Ahh..i-ini aku tadi kepleset di toilet " ucap Humaira gelagapan. Bagaimana tidak gugup saat ini Lisa dan Jennie menatapnya dengan tatapan mengintrogasi.
" Mai.. kamu benar terpeleset?? " ucap Jennie mengintrogasi.
" I-iya aku tadi terpeleset di toilet " ucap Humaira bohong.
" Tapi kenapa kamu gelagapan begitu? " tanya Lisa masih mengintrogasi Humaira.
"Ahh.. perasaan kalian saja itu aku tidak gugup sama sekali " ucap Humaira berusaha tenang.
" Tapi setiap hari aku selalu melihat mu ada luka Mai.. kemaren ada bekas luka di bibir mu, sekarang ada bekas lebam di kening mu, apa kamu menyembunyikan sesuatu dari kami? " tanya Rose juga ikut mengintrogasi Humaira.
" Hahahahhh.. kalian ini, terimakasih kalian sudah perhatian dengan ku tapi aku benar - benar tidak papa jadi sekarang kalian tidak perlu cemas lagi okee.. " ucap Humaira memecahkan suasana tegang itu.
" Okee.. yasudah sekarang kita ke kantin yuk" ajak Rose lalu diangguki oleh semua sahabatnya.
Di Kantor The Blue Star Line
" Joon apa kau sudah mendapatkan identitas si buta itu?" tanya Yoongi.
" Sudah.. aku sudah mendapatkannya dari 5 hari yang lalu" ucap Namjoon fokus dengan pekerjaan nya.
"HAH.. kau sudah mendapatkan nya dari 5 hari yang lalu, tapi kenapa kau tidak memberitahu ku" ucap Yoongi kesal.
" Salah abang sendiri kenapa tidak bertanya" ucap Namjoon santai.
" Astaga adik ku ini.." ucap Yoongi sambil menepuk keningnya.
" Mana data nya? " ucap Yoongi di tempat duduknya.
"Ada dimeja ku ambil lah" ucap Namjoon menggoda Yoongi.
" YAAA... jangan membuat ku marah" teriak Yoongi yang sudah kesal.
"Hahahahhh.. oke - oke aku hanya becanda bang" ucap Namjoon lalu berjalan ke meja Yoongi lalu memberikan data - data yang diminta Yoongi.
Yang lain hanya tertawa senang melihat Namjoon menggoda Yoongi, pasalnya mereka semua memang suka menggoda Yoongi.
Kira - kira ginilah Ruangan 7 CEO tampan ini yah
"Jadi namanya Humaira?? aku tidak akan melepaskan mu " ucap Yoongi dengan Smirknya.
" Satu lagi bang, dia Kuliah di Kampus milik Daddy" ucap Namjoon.
" High Internasional School? " tanya Yoongi.
" Hm..ternyata dunia sangat sempit, orang yang jadi mainan mu hanya berkeliaran didekat mu " ucap Namjoon lalu dibalas Smirk oleh Yoongi.
" Ohh iya..minggu depan Daddy menyuruh kita berkunjung kesana " semua melihat kepada Jungkook.
" Kenapa Daddy tidak memberi tau ku? " ucap Seokjin karna biasanya dialah yang ditugaskan Daddy kesana.
" Tidak tau mungkin bang Jin bukan anak Daddy lagi" ucap Jungkook membuat semuanya terkekeh.
" Dasar adik lacnat " ucap Seokjin lalu menyentil kening Jungkook.
Mereka kembali fokus bekerja. Walaupu sesekali masih suka berdepat hal - hal konyol.
Kini jam sudah menunjukan pukul 5 sore Humaira dan yang lainnya segera keluar Kampus untuk pulang.
" Ehh tunggu.. astagaaa ponsel ku ketinggalan di kelas " ucap Humaira.
" Yasudah kamu ambilah dulu, ingin aku temani? " tanya Lisa.
" Ahh tidak usah kalian ketempat parkiran saja dulu, nanti aku menyusul " ucap Humaira lalu dibalas anggukan oleh sahabatnya.
Saat Humaira sudah selesai mengambil ponselnya. Humaira segera keluar untuk menyusul temannya, tapi sayang disaat Humaira keluar kelasnya dia dihadang oleh Senior - senior yang selalu membully nya.
" A-ada a-apa ya kak? " tanya Humaira gelagapan. Dia sangat takut karna jika bertemu dengan seniornya ini mereka pasti main fisik sedangkan Humaira tidak bisa bela diri sama sekali.
" Kau masih bertanya? ucap seniornya menjambak rambut Humaira dengan keras.
"Aku sudah bilang, jauhi semua laki - laki dikampus ini, kenapa kau masih saja bersikap sok manis didepan mereka " ucapnya marah.
" T-tapi kenapa aku harus menjauhi mereka? m-mereka teman ku kak " ucap Humaira menangis karna saat ini kepalanya sangat pusing.
Brukk..
Senior itu menghempaskan tubuh Humaira hingga tubuhnya menabrak dinding dengan cukup keras. Saat ini kening Humaira sudah berdarah.
"Aaauuu... S-sa-sakitt" ucap Humaira sesegukan. Senionya ini selalu memukulinya tanpa ampun. "A-ayah, B-bunda T-to-tolong Humaira " ucapnya sesegukan lalu pingsan.
" SIALAANNN... "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments