7. Bertemu Kembali

" SIALAANNN... "

Teriak Lisa, Jennie, dan Rose. Mereka segera berlari ke arah Humaira yang sudah terkapar lemah, melihat Lisa dan yang lain datang para senior itu kabur, tapi mereka bukan kabur bukan karna takut pada Lisa dan yang lain melainkan mereka takut jika Lisa dan yang lain melihat mereka pasti mereka akan diadukan pada dosen dan dikeluarkan dari Kampus ini.

" Maii, bangun Mai..Lisa, Jennie Humaira pingsan " ucap Rose panik.

" Sialan.. siapa mereka itu berani sekali membuat sahabatku seperti ini " ucap Jennie naik pitam.

" Sudah kita bawa Humaira ke rumah sakit dulu " ucap Lisa memapah Humaira lalu dibantu yang lain.

Sesampainya dirumah sakit Humaira langsung ditangani oleh dokter. Lisa dan yang lain sendari tadi memikirkan siapa yang memukuli Humaira tadi padahal setau mereka, Humaira tidak memiliki musuh sama sekali.

Tidak lama akhirnya dokter keluar dari ruangan Humaira.

" Permisi.. disini yang keluarga pasien siapa? " tanya dokter ramah.

" Kami sahabatnya dok.. " ucap Rose lalu diangguki oleh Lisa dan Jennie. " Bagaimana keadaan sahabat kami dok? " tanyanya.

" Syukurlah pasien tidak apa - apa luka yang dialaminya hanya luka ringan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan " ucap dokter panjang lebar.

" Ahhh... syukurlah, terimakasih dok.. " ucap mereka ramah lalu dokter segera pergi dari sana.

Mereka memasuki ruang inap Humaira betapa sedihnya mereka melihat sahabatnya terkulai lemas diatas ranjang. Rose yang emang dasarnya cengeng sudah tidak dapat lagi membendung air matanya dia tidak tega melihat Humaira seperti ini.

" Sialan itu harus membayar semuanya... " ucap Jennie yang sudah emosi.

" Jangan gegabah, kita selidiki dulu siapa yang berani mengganggu sahabat kita setelah itu baru kita bertindak " ucap Lisa yang sebenarnya juga sudah naik pitam tapi mereka harus hati - hati siapa tau mereka orang berbahayakan.

Malam ini Humaira sudah diperbolehkan pulang. Tadi orang tua Humaira sempat datang dan bertanya apa yang terjadi tapi Humaira memohon kepada temannya untuk tidak memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi. Jadi dengan berat hati sahabatnya itu terpaksa harus berbohong juga pada orang tua Humaira.

Di kontrakan Humaira.

" Mai ayolah.. jujur saja kamu ini ada masalah apa? Kenapa mereka menghajar mu sampai begini? Siapa mereka? Apa tujuan mereka melakukan ini pada mu? dan Kenap -"

Pletakk..

"Auuu Sakit Tau.. " ucap Jennie meringis kesakitan karna keningnya disentil oleh Lisa.

" Kamu ini Wartawan atau apa hah?? pertanyaan mu banyak sekali.. " ucap Lisa kesal, karna Jennie memberikan pertanyaan tidak tanggung - tanggung semuanya dia lontarkan sekaligus.

" Hehehe... sorry " ucap Jennie cengengesan.

" Baiklah aku akan jujur.. " ucap Humaira terpaksa.

" Mereka adalah Senior kita di Kampus, mereka membully ku sudah dari awal masuk " ucap Humaira.

" HAH.. " pekik ketiganya.

" Kamu dibully dari pertama kamu masuk tapi dari kami tidak ada yang tau satupun.. " ucap Rose ternganga, dia tidak menyangka jika sahabatnya ini sudah disakiti sejak awal dia masuk Kampus. Sungguh saat ini dirinya merasa bodoh sekali karna tidak tau masalah sahabatnya sendiri. Begitupun dengan Lisa dan Jennie mereka merasa gagal melindungi sahabat mereka. " Aku benar-benar BODOH " umpat Jennie dan Lisa dalam hati.

" Maafkan aku tidak bisa membantu mu saat kamu susah Mai.. " ucap Lisa tertunduk.

" Heii.. kenapa minta maaf, kalian tidak salah sama sekali aku yang salah karna tidak bisa melindungi diriku sendiri " ucap Humaira tidak enak.

" Aku memang bodoh Mai.. seharusnya aku bisa melindungi mu, secara aku bisa beladiri percuma saja kelebihanku ini kalau pada akhirnya tidak bisa melindungi orang terdekat ku " ucap Jennie lesu.

" Sudahlah teman - teman.. kalian tidak salah sama sekali, maafkan aku karna membuat kalian semua khawatir.. " ucap Humaira memeluk semua sahabatnya itu.

" Janjilah Mai kalo mulai dari sekarang kamu tidak akan menutupi apa - apa lagi.. beritahu pada kami kalo kamu punya masalah, biar kami bisa membantu mu " ucap Rose.

" Baiklahh aku berjanji " ucap Humaira, dia sangat bersyukur bisa memiliki sahabat seperti Lisa, Rose, dan Jennie. Mereka sangat baik dan perhatian.

" Kalian menginaplah disini soalnya ini sudah larut malam " pinta Humaira.

" Hmmm.. okee " ucap ketiganya bersamaan.

\*\*\*

Di Masion Keluarga Min.

Saat ini Momi, Daddy, Yoongi, Jimin dan Namjoon sedang sarapan bersama. Kemana yang lain? jawabannya mereka tidak menginap di Masion Keluarga Min tadi malam.

" Dad benarkah Daddy menyuruh kami semua ke High Internasional School? " tanya Namjoon saat sudah selesai sarapan.

" Hem.. benar " ucap Daddy sambil mengisap kopinya.

" Tidak biasanya Daddy menyuruh kami semua kesana, biasanya hanya Bang Jin yang disuruh " ucap Yoongi bingung.

" Daddy menyuruh kalian kesana karna salah satu dari kalian akan menjadi Rektor disana " ucap Daddy santai.

" Hah.. memang Rektor yang Daddy tugaskan kemana? " tanya Jimin kaget.

" Dia sudah kembali ke kampungnya, karna ibunya sudah tua dan tidak ada yang mengurusnya " ucap Daddy menjelaskan.

" Hem.. baiklah " ucap mereka paham.

Tidak lama kemudian Jin, J-Hope, Taehyung, dan Jungkook sudah sampai di Masion Keluarga Min. Mereka sudah tau apa alasan Daddy menyuruh mereka pergi ke ' High Internasional School '.

Saat ini mereka sudah sampai di ' High Internasional School ' seperti biasa mereka selalu menjadi pusat perhatian karna ketampanan mereka. Banyak siswi - siswi yang bersorak karna kedatangan mereka. Tapi mereka hanya menghiraukan sorakan itu mereka tetap memasang wajah datar dan dingin mereka.

" OMG.... lihat siapa yang datang " Pekik Rose hebohh. Seketika semua sahabatnya menoleh, Lisa dan Jennie hanya melihat sekilas lalu mengalihkan kembali padangan mereka kepada benda pipih yang ada ditangannya, beda dengan Humaira dia sangat terkejut melihat siapa yang datang apalagi satu pria yang sangat tidak asing bagi nya. Siapa lagi kalau bukan ' Min Yoongi '.

" Astagaa.. dunia benar - benar sempit sekali " ucapnya dalam hati, dia berusaha menutupi wajahnya agar tidak kelihatan oleh mereka.

" Ishh.. kalian ini tidak asik sekali, lihatlah ada Malaikat tampan yang datang, tapi kenapa kalian biasa - biasa saja? " ucap Rose kesal. Karna sahabatnya ini tidak memberikan respon apa - apa.

" Kami tidak tertarik " ucap mereka bertiga serentak.

" Ishhh.. kalian menyebalkan sekali " ucap Rose lalu kembali ketempat duduknya.

" Semoga saja mereka tidak melihatku.. sungguh aku pasti sangat sial jika bertemu mereka, tuhan bantulah aku kali ini.. " ucap Humaira dalam hati.

Saat ini Yoongi dan yang lainnya sudah berada di ruangan mereka. Dan mereka semua membahas siapa yang akan menggantikan Rektor di kampus ini.

" Wihh.. ruangannya lumayan bagus, walaupun tidak seluas kantor kita " ucap J- Hope lalu diangguki oleh semuanya.

" Baiklah siapa yang ingin atau yang pantas menjadi Rektor diantar kita semua? " ucap Namjoon memulai pembicaraan.

" Tentu saja aku "

Terpopuler

Comments

Airhujan

Airhujan

Mampir di aku iya

2023-02-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!