"Meminta bantuan?" Ulang Nenek Eno dan diangguki Dio sebagai jawaban. "Bantuan apa itu Dio?" Tanya Nenek Eno.
"Nenek, Dio ingin Nenek berbicara pada Mama untuk membatalkan niatnya untuk menikahkan Dio dengan wanita pilihannya. Nenek tahu kan jika saat ini Dio sudah memiliki seorang kekasih? Tidak mungkin Dio menerima tawaran Mama karena itu akan menyakiti hati kekasih Dio." Ucap Dio dengan wajah memelas.
Nenek Eno menghela nafas mendengar permintaan cucunya itu. "Dio, maaf untuk kali ini Nenek tidak bisa membantumu. Apa yang diminta Mamamu saat ini adalah salah satu permintaan Nenek juga padamu beberapa tahun yang lalu. Kau tidak melupakannya bukan?" Tanya Nenek Eno.
Dio menyandarkan punggungnya dengan lemah. "Dio mengingatnya, Nek." Jawab Dio kemudian.
"Jika kau masih mengingatnya berarti kau masih ingat dengan janjimu beberapa tahun lalu. Kau berkata akan menuruti permintaan Nenek untuk yang terakhir kalinya." Ucap Nenek Eno. Sampai saat ini Nenek Eno memang belum menagih janjinya itu pada Dio karena Nenek Eno merasa lebih baik anaknya Shanty yang mengatakannya langsung pada Dio.
"Nenek, Dio akan menikah tapi tidak dengan wanita pilihan Mama." Ucap Dio.
Nenek Eno menggelengkan kepalanya. "Nenek tidak setuju denganmu saat ini, Dio. Nenek sudah mengetahui bahkan sudah mengenal wanita yang dipilih Mamamu untukmu. Wanita itu adalah wanita yang baik dan sangat penyayang. Nenek yakin jika kehadirannya di dalam hidupmu akan membuatmu lebih bahagia." Ucap Nenek Eno.
"Nenek..." Dio merasa semakin frustrasi karena tidak ada satu pun orang yang berpihak padanya.
"Waktu enam tahun bukanlah waktu yang singkat, Dio. Kau sudah membiarkan kekasihmu itu pergi mengejar cita-citanya tanpa perduli dengan dirimu. Dan saat ini sudahi menunggu sesuatu yang tidak pasti itu. Nenek sudah sangat ingin memiliki cicit dan Nenek sudah setuju dengan pilihan Mamamu." Ucap Nenek Eno dengan tegas.
"Nenek... Dio mohon bantu Dio." Pinta Dio sambil mengatupkan kedua tangannya.
Sayangnya permintaan Dio kembali mendapatkan gelengan kepala tanda penolakan dari Nenek Eno.
Kenapa semua orang tidak ada yang berpihak kepadaku? Kenapa semua orang terlihat begitu menyebalkan?! Gerutu Dio dalam hati.
Akhirnya pagi itu Dio pulang dari rumah Neneknya dengan membawa sebuah penolakan atas permintaannya. Kali ini ia sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan pada siapa karena sepertinya semua orang tidak ada yang berpihak kepadanya termasuk ketiga sahabatnya.
*
Satu minggu sudah berlalu dari kedatangan Bu Shanty dan Tuan Mahesa ke Ibu kota. Dan hari ini adalah waktu yang ditentukan Bu Shanty pada Dio untuk datang ke Bandung untuk diperkenalkan pada wanita pilihannya.
Saat sudah berada di depan rumah kedua orang tuanya yang berada di Bandung, Dio dibuat bingung saat melihat mobil milik adiknya Digo terparkir di depan rumah kedua orang tuanya.
"Apa Digo ada di sini?" Tanya Dio sambil melangkah menuju pintu rumah.
"Hai Kak Dio." Sapa Digo saat baru saja membukakan pintu untuk Dio.
"Digo? Ternyata kau benar ada di sini?" Tanya Dio merasa terkejut.
"Ya. Tentu saja aku ada di sini. Aku datang ke sini sambil membawa Nenek." Jawab Digo.
"Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya Dio.
"Pertanyaan aneh. Tentu saja aku datang ke sini untuk menghadiri acara lamaran Kakak dan calon istri Kakak." Jawab Digo.
"Apa?! Lamaran?"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
Mitratur Rahmah
cerita nya disini presdir yg kurang kaya tapi gpp bagus ko masa selalu kalu kaya ceweknya dipantau in terus
2023-05-13
1
Halimah Tussaddiyah Cim II
Sesuatu yang tak ada kepastian lebih baik di koreksi ada apa dengan semua ini???
2023-05-12
1
muryani chayank
dio knpa gk sewa bodyguard buat mantau cwe u?. biar tau seberapa setianyaa k kamuu
2023-05-10
1