"Tidak apa, Ma. Memangnya Mama tadi mimpi buruk apa?" Tanya Divan merasa penasaran.
"Emh, tidak perlu dipikirkan. Sekarang lebih baik kita kembali tidur karena besok Mama harus bekerja." Ajak Hanum sambil mengusap kepala putranya.
Walau merasa penasaran tentang mimpi buruk Hanum namun Divan memilih menurut pada Hanum untuk melanjutkan tidur mereka kembali.
Hanum pun tersenyum melihat Divan yang penurut dan tidak pernah membantah perkataannya. "Terima kasih telah menjadi anak yang baik." Ucap Hanum sambil mengecup kening Divan saat Divan sudah kembali terlelap.
Hanum pun kembali teringat dengan mimpi buruknya beberapa saat lalu. Tanpa terasa air matanya kembali mengalir saat bayang-bayang keluarganya mencampakkan dirinya terlintas di benaknya.
Kenangan buruk itu sampai saat ini sangat sulit untuk ia lupakan. Walau sudah mencoba menerima takdir hidupnya namun Hanum tetaplah wanita pada umumnya yang masih terbawa perasaan jika mengingat hal yang menyakiti dirinya.
"Divan... tetaplah berada di sisi Mama apapun yang terjadi." Ucap Hanum lembut pada Divan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Ya, setelah hari itu di saat keluarga mencampakkan dirinya Hanum pun bertekad untuk mengangkat bayi yang ditemukannya di depan kosnya menjadi anaknya. Bayi mungil yang belum memiliki nama dan sangat Hanum sayangi saat itu akhirnya Hanum beri nama Divan.
Walau begitu banyak tantangan yang harus Hanum lewati karena mengangkat Divan menjadi anaknya namun Hanum terus mencoba melewatinya. Tidak Hanum perdulikan begitu banyak cacian dan makian orang-orang sekitarnya yang menganggap jika Divan adalah anak kandung Hanum dari perbuatan di luar nikah. Menurut Hanum cukup ada Divan di hidupnya maka Hidupnya sudah cukup bahagia.
Sampai saat ini Hanum masih tidak mengetahui siapakah orang yang telah menyebarkan berita buruk tentang dirinya hingga orang-orang terdekatnya bisa berpikiran buruk padanya bahkan pihak kampus tempat ia menuntut ilmu berniat mencabut beasiswanya bahkan berniat mengeluarkannya saat itu.
Untung saja saat itu nasib baik berpihak padanya karena ada Bu Shanty dosen pembimbingnya yang begitu percaya padanya hingga Bu Shanty berjuang keras untuk mempertahankan dirinya tetap bisa melanjutkan kuliah hingga akhirnya ia bisa menyelesaikan studynya dengan hasil yang memuaskan.
Tak sampai di situ saja, setelah kuliah Bu Shanty bahkan menawarkan Hanum untuk bekerja di anak perusahaan milik suaminya yang berada di kota Bandung. Tentu saja tawaran Bu Shanty saat itu membuat Hanum begitu senang dan bersyukur karena ia bisa menghidupi dirinya dan Divan dengan hasil bekerja di anak perusahaan milik suami Bu Shanty.
Setelah bekerja di anak perusahaan milik suami Bu Shanty, Hanum juga mendapatkan fasilitas apartemen sederhana untuk tempat tinggalnya hingga ia tidak perlu lagi membayar kosan untuk tempat tinggalnya dan Divan.
Segala kebaikan Bu Shanty selama ini tidak akan pernah bisa Hanum lupakan. Bu Shanty bagaikan malaikat penolong di saat Hanum sangat jatuh dan membutuhkan sebuah pertolongan.
Setelah cukup lama larut dalam pemikirannya, Hanum pun menatap pada putranya yang kini sedang terlelap di pelukannya.
"Divan, terima kasih telah hadir di hidup Mama. Terima kasih telah menjadi penguat di setiap lelah Mama. Mama percaya kehadiran Divan memiliki arti di hidup Mama. Teruslah kuat bersama Mama apapun yang terjadi." Ucap Hanum lirih lalu mengecup sayang kening Divan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
Sulis Tyawati
jgn2 Divan cucunya bu Shanty
2025-03-12
0
Dira Mahkota Kebaya
ninggalin jejak 👏👏👏
2024-04-01
0
Dyah Shinta
kan hanum sudah tinggal bikin skripsi.
kuliah di situ sudah bertahun-tahun. masak ga ada yang tau kalau dia pernah hamil atau enggak. yang percaya dia hamil d punya anak ya uteknya ditaro di dengkul lah ya..
2023-06-28
5