"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Dio.
"Jangan balik bertanya. Ayo jawab saja pertanyaanku." Tekan Daniel.
Dio diam sambil memikirkan bagaimana sikap Queen dulu pada Daniel. "Dia terlalu mencintaimu hingga tidak ingin satu jengkal saja berjauhan darimu. Dia bahkan rela membantah perkataan kedua orang tuanya untuk kuliah di dalam negeri saja demi menemanimu kuliah di Jepang." Jawab Dio.
Daniel tersenyum sinis mendengarnya. "Jika kau berkata sikap Queen seperti itu karena dia begitu mencintaiku, lalu bagaimana dengan kekasihmu itu?" Tanya Daniel.
"Dia..." Dio pun tersadar atas apa yang ia katakan. "Dia juga sangat mencintaiku. Tapi caranya mencintaiku berbeda dengan cara Queen mencintaimu dulu." Jawab Dio. Wajahnya kini masam menatap pada Daniel.
Daniel mengangguk saja mengiyakan perkataan Dio. Berbeda dengan hatinya yang ingin tertawa melihat betapa bodohnya sahabatnya itu saat ini.
Tak berselang lama ponsel milik Daniel pun berdering tanda ada panggilan masuk ke dalam ponselnya.
"Siapa?" Tanya Dio merasa awas.
Daniel menunjukkan nama penelefonnya.
"Jangan di angkat!" Titah Dio.
"Jangan membuatku seperti orang yang tidak sopan." Ketus Daniel.
"Baiklah." Dio mengangkat kedua tangannya. "Jika kau ingin mengangkatnya maka angkat saja. Tapi yang jelas katakan hal yang sama seperti apa yang aku minta tadi." Pinta Dio.
"Aku tidak berjanji." Ucap Daniel lalu mengkat sambungan telefonnya.
Setelah panggilan terhubung dan Daniel mulai terlibat percakapan dengan seseorang yang tak lain adalah Bu Shanty di seberang telefon, Bu Shanty pun mulai mempertanyakan pada Daniel apakah Dio ada bersamanya saat ini karena Bu Shanty sudah menelefon Marvel dan Kevin untuk mempertanyakan keberadaan Dio namun mereka menjawab sedang tidak bersama Dio.
"Benar, Tante. Saya sedang bersama Dio saat ini. Sebentar lagi Dio akan pulang Tante." Jawab Daniel santai tanpa perduli jika saat ini Dio melototkan kedua matanya padanya.
"Kau..." geram Dio tertahan saat panggilan telefon sudah berakhir.
"Aku tidak ingin berbohong pada orang tua karena aku tidak ingin terkena sial." Ucap Daniel santai.
Dio masih menggeram melihat sahabatnya yang tidak mau membantu dirinya saat ini.
"Sekarang lebih baik kau pulang ke apartemenmu karena Om dan Tante sudah berada di sana." Ucap Daniel.
"Kau mengusirku?" Tanya Dio.
"Tidak. Aku hanya menyuruhmu pulang dan berbakti pada kedua orang tuamu." Jawab Daniel.
"Ck." Lidah Daniel berdecak. "Jangan menceramahiku." Ucap Dio lalu bangkit dari duduknya. Dio pun melangkah keluar dari dalam ruangan kerja Daniel tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Dio... Dio. Kenapa kau bisa sebodoh ini sekarang? Sudah jelas Calista tidak begitu mencintaimu. Jika dia benar mencintaimu dia tidak akan membuatmu menunggu terlalu lama seperti ini." Ucap Daniel menatap kepergian Dio dari dalam ruangan kerjanya.
*
Dio kini sudah sampai di apartemen tempat tinggalnya. Dengan malas kakinya terus masuk ke dalam apartemen yang kini sudah berisi kedua orang tuanya di dalamnya.
"Akhirnya kau pulang juga." Ucap Tuan Mahesa saat melihat kedatangan putranya
Dio hanya diam sambil terus melangkah mendekati kedua orang tuanya.
"Apa Mama dan Papa sudah lama sampai?" Tanya Dio pura-pura tidak tahu.
"Cukup lama sampai Mama dan Papa bisa menghabiskan dua bungkus makanan di sini." Jawab Bu Shanty.
Dio memasang wajah datar. Ia pun akhirnya duduk di atas sofa yang berhadapan dengan kedua orang tuanya setelah bersalaman dengan mereka.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
guntur 1609
dio..dio...jangan samapai kau nNti menyesal seperti kevin
2024-03-12
2
Erlinda
kenapa sih selalu cerita nya begini.buta akan cinta nanti begitu mengetahui keburukan pasangan baru nyesel dan begitu udah dapat pasangan baru pasti sang mantan datang lagi untuk menggoda supaya mereka balikan. lihat aja klo ga percaya
2023-06-28
2
Alea
cinta emang bikin orang jadi bodoh😁
2023-04-28
2