Karena kesal dengan sikap kedua orang tuanya padanya, akhirnya sore itu Dio memutuskan untuk kembali ke ibu kota dan tak melanjutkan keinginan kedua orang tuanya yang ingin mengajaknya makan malam bersama di rumah mereka yang ada di Bandung.
"Biarkan saja, Mama dan Papa harus tahu jika tidak semua keinginan mereka harus aku penuhi. Lagi pula aku bukan anak tunggal seperti Marvel yang menjadi harapan satu-satunya mereka." Ucap Dio sambil mengendarai mobilnya.
Baru dua hari berada dekat dengan kedua orang tuanya Dio sudah dibuat pusing dengan berbagai macam keinginan kedua orang tuanya. Terlalu banyak keinginan kedua orang tuanya yang sulit untuk Dio turuti termasuk memintanya menikah dalam waktu dekat.
"Calista, semoga setelah aku mengatakan keinginan Mama dan Papa, kau akan mengerti dan segera pulang." Ucap Dio penuh harap. Sesungguhnya Dio juga menginginkan segera menikah dengan wanita pujaan hatinya itu. Namun Dio tidak mau bersikap egois dengan tidak memperdulikn Calista yang kini tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Setelah menempuh kurang lebih tiga jam pernalanan, akhirnya mobil milik Dio sudah sampai di dalam besement apartemen. Dio keluar dari dalam mobil dengan wajah lesu dan tak bersemangat.
"Lupakan masalah ini dan istirahatkan tubuhmu." Ucap Dio sambil melangkah masuk ke dalam apartemennya.
*
Keesokan harinya, Dio nampak mengunjungi salah satu sahabat baiknya yang bernama Marvel di perusahaannya. Jika biasanya Dio menyempatkan untuk tebar pesona saat mengunjungi perusahaan Marvel, kini justru sebaliknya. Dio memasang wajah datar dan dingin seolah tak ingin disentuh.
"Ada apa dengan wajahmu, kenapa kusut sekali seperti baju yang belum disetrika?" Cibir Marvel.
Dio mendengus lalu menjatuhkan bokongnya dengan kasar di atas sofa.
"Bantu aku untuk membawa Calista kembali ke negara ini dan mau menikah denganku." Ucap Dio tanpa basa-basi.
"Uhuk." Marvel yang sedang minum sontak menyemburkan air dari dalam mulutnya karena merasa terkejut dengan permintaan Dio.
"Sungguh menggelikan." Gerutu Dio melihat Marvel yang sedang terbatuk-batuk.
"Kau meminta bantuanku untuk membawa Calista kembali ke negara ini?" Ulang Marvel tanpa perduli gerutuan Dio.
Dio menganggukkan kepalanya.
"Apa Om dan Tante sudah menanyakan kembali kapan kau akan menikah?" Tebak Marvel.
Dio kembali mengangguk. "Bukan hanya bertanya. Mama bahkan mengancam akan menikahiku dengan wanita pilihannya jika dalam waktu tiga bulan ini aku tidak berhasil membawa Calista kembali dan menikahinya." Keluh Dio.
Marvel terdiam beberapa saat sebelum menjawab. "Membawa Calista kembali bukanlah hal yang mudah. Dia terlalu nyaman menempuh pendidikan di sana hingga sulit untuk dibawa kembali ke sini." Ucap Marvel.
Kali ini Dio yang terdiam mendengar perkataan Marvel yang benar adanya.
"Dio, jika dia mencintaimu dengan tulus maka dia pasti mau menerima ajakanmu untuk menikah." Ucap Marvel.
"Dia mencintaiku. Tapi pendidikannya juga sangat dicintainya." Jawab Dio cepat.
Marvel mencibir dalam hati. Jelas saja Calista adalah wanita egois yang tidak memikirkan umur Dio semakin bertambah dan sudah layak untuk menikah.
"Jika kau meminta bantuan untuk ikut denganmu menyusul Calista di sana aku minta maaf karena aku tidak bisa. Kau tahu jelas jika saat ini istriku sedang mengandung dan ada Arthur yang harus aku jaga." Ucap Marvel.
Dio memasang wajah datar. "Aku akan menyusulnya sendiri ke sana." Jawab Dio.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
TongTji Tea
senengku membaca karya Shy adalah ceritanya bagus.bahasanya runut enak di baca .Malasnya adalah terlalu bertele-tele Dan panjaang.Banyak Hal yang tidak perlu tapi di 'masukan' jadi lama2 bosen baca
2024-10-19
0
Zudiyah Zudiyah
pendidikan macam apa 6 th g slesai" selama itu g pulang" ?kuliah juga ada liburnya? cari pendidikan apa cari pendidikan tu Calista? 🤔 Deo jangan sampai nanti kamu nyesel menangis meraung raung ketika tau Calista seperti apa?
2024-05-18
0
Dyah Oktina
lagian kuliah 6thn itu harusnya sdh beres tamat s2
2024-04-27
0