"Cup, cup, cup, tenanglah, bayi." Hanum berupaya menenangkan bayi mungil yang terus menangis dengan kencang digendongannya. "Sepertinya dia kehausan." Ucap Hanum merasa mulai panik.
"Sebenarnya bayi siapa ini? Kenapa orang tuanya meletakkannya di depan kosanku?" Tanya Hanum bingung dan masih berupaya menenangkan bayi di dalam gendongannya saat ini. "Apa sebaiknya aku membawa bayi ini ke rumah Ibu kos saja." Ucap Hanum.
Setelah cukup berpikir, Hanum pun membawa bayi itu ke rumah ibu kosnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kos Hanum berada. Untung saja Hanum selalu menyediakan payung di kosannya sehingga bisa digunakan seperti saat ini.
"Maafkan aku karena membawamu hujan-hujan begini, bayi." Ucap Hanum merasa bersalah.
Saat sudah berada di rumah ibu kos, Hanum pun memberitahukan pada ibu kos jika ia baru saja menemukan seorang bayi di depan kosnya. Tentu saja perkataan Hanum membuat ibu kosnya terkejut sekaligus tak percaya ada orang tua yang tega menelantarka bayinya dan meletakkannya di depan kos Hanum.
Untuk membuktikan perkataan Hanum benar adanya, ibu kos pun meminta Hanum untuk masuk ke dalam rumah dan memutar rekaman cctv yang terhubung di layar ponselnya. Dan benar saja, beberapa saat setelah Hanum pulang ke kosnya seorang wanita nampak mengendap-ngendap di sekitar kos dan meletakkan bayi yang digendongnya di depan kos Hanum.
"Keterlaluan sekali dia!" Ucap ibu kos merasa marah sekaligus prihatin pada bayi mungil yang masih menangis digendongan Hanum.
"Ibu, bagaimana ini? Bayinya terus menangis. Sepertinya dia haus." Ucap Hanum.
"Tunggulah sebentar." Ucap Ibu kos yang bernama Endah itu lalu beranjak ke arah dapur. Entah apa yang Ibu Endah lakukan di dapur yang jelas setelah ia kembali Bu Endah terlihat membawa dot susu di tangannya.
"Coba berikan susu ini padanya, Hanum." Ucap Bu Endah pada Hanum.
Hanum mengiyakannya lalu memberikan dot susu itu ke mulut bayi.
"Ternyata dia benar-benar haus." Ucap Bu Endah menatap bayi mungil itu yang kini sudah diam karena asik menyedot susu dari dalam dot.
"Ibu, apa yang harus Hanum lakukan saat ini? Apa kita harus memberitahu Pak RT jika Hanum baru saja menemukan bayi di depan kos?" Tanya Hanum.
"Sebaiknya begitu Hanum. Mungkin saja warga di sini mengetahui siapa ibu dan ayah dari bayi ini." Ucap Bu Endah.
Hanum mengiyakannya lalu meminta Bu Endah untuk menghubungi Pak RT dan memberitahukan apa yang terjadi saat ini. Tak berselang lama, Pak RT pun datang ke kediaman Bu Endah untuk melihat bayi yang baru saja ditemukan oleh Hanum.
"Saya akan mencoba mencari tahu siapa orang tua dari bayi ini. Namun selama pencarian dilakukan, sebaiknya bayi ini dirawat lebih dulu oleh Bu Endah." Ucap Pak RT.
Bu Endah langsung menatap pada Hanum. "Saya tidak bisa merawatnya karena ada dua cucu saya yang harus saya rawat juga. Bukannya tidak mau, hanya saja saya takut menelantarkannya." Ucap Bu Endah.
Mendengar jawaban Bu Endah yang benar adanya membuat Hanum berpikir keras. Walau tidak mengetahui siapa orang tua dari bayi digendongannya saat ini namun Hanum menaruh rasa kasihan pada bayi mungil di tangannya itu.
"Biar Hanum saja yang merawatnya, Pak. Semoga dalam waktu dekat orang tua bayi ini segera ditemukan." Ucap Hanum pada akhirnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
Lilisdayanti
hemm ada yg tega dan Setega itu,,baru 2 bab udah nyesek duluan 😥
2023-11-24
1
Ⓤ︎Ⓝ︎Ⓨ︎Ⓘ︎Ⓛ︎
kan sudah ada saksi kunci, cctv Bu Endah sama pak RT ... kenapa disinopsi tetap dicap bahwa Hanum hamil diluar nikah ...
lanjoot baca yuk hehe
2023-11-13
1
nana timoty
...
2023-07-22
1