"Ayo dimakan dulu, Dio. Kebetulan Mama dan Papa tadi membelikan makanan untukmu." Ucap Bu Shanty sambil menyodorkan sekotak makanan pada Dio.
"Dio tidak lapar. Dio akan memakannya nanti." Jawab Dio.
Bu Shanty memasang wajah sedihnya. "Ternyata kau sudah jauh berubah semenjak hidup sendiri di sini, Dio. Biasanya kau selalu mau langsung memakan makanan yang Mama bawakan untukmu." Ucap Bu Shanty.
Dio menghela nafas panjang. Tak ingin membuat Mamanya itu terlalu panjang berdrama, Dio pun akhirnya memilih memakan makanan yang Mamanya bawakan itu.
Bu Shanty pun tersenyum melihat putranya yang menurut. Ia pun beranjak menuju dapur untuk mengambil minuman untuk Dio.
Lima belas menit berlalu, Dio telah selesai menghabiskan makanannya. Ia pun beranjak menuju dapur untuk membuang sampah makanannya sekaligus ingin membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan.
"Dia terlihat manis jika menurut seperti tadi." Ucap Bu Shanty pada Tuan Mahesa.
Tuan Mahesa mengangguk membenarkannya. "Sejak dulu kau selalu membilangnya anak yang manis." Ucapnya.
Bu Shanty tersenyum lalu mengangguk membenarkannya.
Tak berselang lama Dio nampak telah kembali dari dapur. Ia pun kembali duduk di atas sofa yang berhadapan dengan kedua orang tuanya. "Kenapa tidak bilang lebih dulu jika Mama dan Papa akan datang ke sini?" Tanya Dio.
"Karena kami ingin membuat kejutan untukmu. Kau pasti senang bukan dengan kedatangan Mama dan Papa ke sini?" Tanya Bu Shanty.
Tidak. Jawab Dio namun hanya dalam hati.
"Dio?" Bu Shanty kembali bersuara.
"Tentu saja Dio sangat senang, Mah." Jawab Dip memaksakan senyumannya.
Tuan Mahesa pun menggeleng melihat interaksi anak dan istrinya itu.
"Dio, bagaimana dengan usahamu selama tiga bulan belakangan ini?" Tanya Bu Shanty yang kini memasang wajah serius.
Dio hanya bisa berdecak dalam hati. Terlalu lama kedua orang tuanya itu berbasa-basi karena hal inilah yang menjadi maksud kedatangan kedua orang tuanya kemari.
"Apa Mama tidak bisa membahas hal yang lain lebih dulu?" Tanya Dio.
Bu Shanty dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Mama sudah tidak sabar menantikan jawaban darimu." Jawab Bu Shanty jujur.
"Berikan Dio waktu tambahan tiga bulan lagi." Ucap Dio.
Bu Shanty tersenyum sinis mendengarnya. "Tidak ada waktu tambahan atau kompensasi apapun itu, Dio." Tekan Bu Shanty. Yang benar saja ia mau memberikan waktu untuk putranya itu karena Bu Shanty yakin jika hasil yang didapatkan Dio tetap sama.
"Mah..." Dio merendahkan nada suaranya berharap Mamanya dapat kasihan padanya.
"Waktu tiga bulan sudah cukup lama Mama berikan untuk kau bisa membawa wanitamu itu ke hadapan Mama dan Papa Dio. Dan saat ini Mama ingin menagih janji yang kau katakan pada Nenekmu beberapa tahun lalu." Ucap Bu Shanty.
"Aku tidak ingin menikah selain bersama Calista, Mah." Tekan Dio.
"Tidak ada penawaran apapun, Dio." Bu Shanty menatap putranya dengan wajah berang. Melihat itu membuat Dio akhirnya memilih diam dan membiarkan ibunya kembali bersuara.
"Kau harus menikah dengan wanita pilihan Mama atau jangan anggap lagi Mama, Papah, adikmu dan Nenek bagian dari keluargamu. Selama ini Mama sudah berendah hati membiarkanmu hidup dengan jalan yang kau pilih sendiri bahkan sampai mengabaikan perusahaan keluarga kita. Tapi kali ini Mama tidak ingin membiarkanmu terlalu lama mengulur waktu untuk menikah. Menikah dengan wanita pilihan Mama atau kau bukan lagi bagian dari keluarga Mahesa." Ucap Bu Shanty tegas.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 350 Episodes
Comments
Alea
kasian deh lo Dio 😁 nggak ada yg dipihak kamu😂
2023-04-28
1
Kalsum
Dio km jgn jadi anak nurhaka
2023-04-26
2
Henny Nurhayati
Dio tdk bisa berkata2 lg.
dia pasrah kalau di nikahin dgn pilihan mama nya 😭😭😭 tp kasihan wanita yg akan menjadi istri nya nanti yaitu Hanum akan selalu sedih yg di acuh kan atau gk dianggap tp karena Hanum anak yg baik selain itu Hanum jg sudah banyak hutang budi dgn bu shanti mama nya Dio 😔😔😔😔😙
2023-04-25
5