Rangga melangkah memasuki pintu rumahnya.
Alya sedang berdiri menyambutnya. Saat Alya hendak mencium punggung tangannya, Rangga malah menepis tangan Alya dan menarik kasar tangannya.
Alya berlari kecil mengikuti langkah kaki Rangga yang lebar itu. "Tuan sakiiit."
Alya merintih karena Rangga menggenggam tangan Alya dengan kuat. Rangga tidak peduli dan tetap menarik paksa tangannya ke kamarnya.
Saat memasuki kamar, Rangga melempar tubuh Alya ke atas Ranjang. "Apa kau tau apa yang kakakmu lakukan padaku hari ini? Lihat ini?" Rangga memperlihatkan lengannya yang diperban. Alya terkejut melihat tangan Rangga yang diperban itu.
"Maafkan kakakku, Tuan, aku mohon." Alya masih dalam posisi di atas ranjang.
Rangga menindih tubuh mungil Alya. "Apa kau bilang? Maaf? Apa menurutmu aku orang yang puas dengan kata maaf?" Menatap Alya tajam. Tatapan yang sangat dekat dengan matanya dan hampir membuat jantungnya runtuh.
"Ampuni kakakku, Tuan." Alya memohon dengan sorot mata yang sangat menyedihkan.
"Tidak ada kata maaf dalam hidupku, aku akan menyuruh orang orangku membunuh Arya malam ini juga!"
"Jangan Tuan aku mohon, aku akan lakukan apa saja asalkan Tuan bisa memaafkan kakakku!" Alya masih berusaha melunakkan hati Rangga yang terbakar emosi.
"Baik lah jika itu maumu!" Rangga menarik tangan Alya dan membawanya dengan sebuah mobil.
Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Alya ketakutan dan menutup matanya.
Mereka sampai disebuah jembatan yang ada sungai di bawahnya. Rangga menarik paksa Alya keluar dengan kasar, lalu dia membawanya ke pinggir jembatan.
"Lihat lah, ini sungai yang mempunyai arus yang sangat deras. Bahkan buaya pun bisa hanyut di sini!" Rangga menundukkaan kepala Alya agar dia bisa melihat derasnya sungai itu.
Tubuh Alya gemetaran karena dia sangat takut melihat arus yang deras. apalagi dia tidak bisa berenang.
"Tuan aku mohon ampuni aku!" Alya memohon sambil terus menangis. Kakinya lemas karena rasa takutnya itu.
"Apa kau bilang? Bukannya tadi kau bilang bahwa kau akan melakukan apa saja agar aku memaafkan kakakmu? Maka sekarang lompatlah dan aku akan memaafkan kakakmu dan mengakhiri persaingan kami!" Rangga tersenyum licik.
"Tidak Tuan, jika aku melakukan ini, sama saja dengan bunuh diri dan Allah membenci itu." Alya memegang baju Rangga karena kini kakinya semakin gemetaran.
"Aku tidak peduli, aku ingin kau lompat sekarang!!" Rangga menorong tubuh Alya semakin ke pinggir, 3 centi lagi, maka Alya akan jatuh.
Alya menangis histeris dan refleks memeluk Rangga. "Tidak Tuan, aku takut. Ampuni aku huhuhu!"
Rangga melepaskan pegangan Alya dari tubuhnya.
"Lepaskan aku dasar wanita murahan!!!" Bentakan Rangga kini membuat Alya melepaskan pegangannya karena teriakan Rangga cukup membuat tubuhnya lemas.
Rangga hendak mendorongnya lagi, tapi lagi-lagi Alya berteriak histeris hingga akhirnya dia pingsan dan Rangga dengan refleks menangkap tubuhnya yang hampir jatuh ke sungai.
Rangga menggendong tubuh Alya ke bangku belakang mobil lalu mengemudikan mobilnya kembali kerumahnya.
"Dasar wanita lemah, baru di gertak saja sudah pingsan. Bikin repot saja!"
Rangga menggerutu sepanjang jalan. Berbagai sumpah serapah dia ucapkan sepanjang perjalanan. Namun, karena Alya memang benar-benar pingsan, sumpah serapah itu hanya terdengar oleh telinga Rangga sendiri.
Mobil berhenti di depan teras rumah megah Rangga. Rangga keluar dan membuka pintu belakang dan menggendong tubuh Alya menuju kamar dengan menggunakan Lift.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
syisya
selalu merinding & deg"an walaupun sudah baca 2x
2024-09-13
0
Asih Ningsih
pokok ya zku greget bangeet sama rangga.tpi semua itu hanya rencana rangga yg ingin menyelidiki siapa yg udh bekhianat pada rangga di rumshnya.
2023-08-07
0
Putri AuLia Senja
klo beneran benci napa gk lempar ada saat pingsan td biar gk repot gendong dan di bawa balik kan 😏 klo punya hati nurani jgn setengah²
2022-09-25
0