NB : Maaf untuk penulisan yang masih berantakan. Author akan pelan-pelan merevisi agar enak dibaca, hehe.
"Kak, maafkan Adinda. Adinda tidak kuat lagi menjalani hidup tanpa Mas Arya. Jaga diri Kakak ya." Adinda melompat dari atas jembatan yang ada sungai di bawahnya.
"Adindaaaaaaa!!" Rangga terbangun dengan wajah penuh keringat. Ternyata dia mengalami mimpi buruk. Memang dia tidak melihat langsung kematian Adinda tapi dalam mimpi itu, dia melihat langsung bagaimana adik yang sangat di sayanginya berakhir tragis.
Rangga melihat jam. Ternyata sudah pukul delapan malam. Dia ketiduran di kamar Adinda.
Rangga keluar kamar dan pergi ke kamarnya untuk mandi. Saat membuka pintu, matanya langsung menangkap sosok Alya yang tengah tertidur di lantai beralaskan karpet. Dia melihat tubuh Alya merah dan sedikit membengkak karena guyuran air panas tadi.
Rangga, teringat akan mimpinya lalu memandang Alya dengan penuh kebencian. Dia memegang rambut Alya kemudian menariknya. Alya terbangun saat merasakan rambutnya sakit. "Aaaawww." Alya merintih kesakitan.
"Aku tidak menyuruhmu tidur!" Rangga masih menarik rambut Alya dan membuat gadis itu terus meringis.
"Maaf, Tuan." Alya samakin meringis saat Rangga menarik rambutnya lebih kuat.
"Aku tidak memerlukan maafmu. Siapkan air mandi untukku!" Rangga melepaskan rambut panjang Alya.
Alya segera ke kamar mandi dan menyiapkan air mandi untuk Rangga. Dia mengisi bathup dengan air hangat dan memastikan hawa air itu benar benar pas.
"Sudah, Tuan," ucap Alya yang kini berdiri di hadapan Rangga.
Rangga bangkit lalu berjalan ke kamar mandi. "Pijat kepalaku!" titah Rangga disela langkahnya.
Alya diam, namun cepat cepat dia masuk ke kamar mandi sebelum Rangga marah. Di dalam kamar mandi, Rangga membuka semua pakaiannya. Memperlihatkan tubuh sispacknya dan otot tangannya yang kekar."
Alya segera memposisikan wajahnya seperti semula.
Rangga masuk kedalam bathup. Dia menyandarkan kepalanya ke ujung bathup. "Pijat kepalaku."
Alya segera berpindah ke posisi menghadap kepala Rangga. Dia mulai memijat kepala Rangga pelan. Rangga yang sedang malas marah, tidak mencari kesalahan dalam pijatan itu, lagi pula pijatan itu benar benar enak.
"Kau tau? Kakakmu itu adalah pembunuh. Jadi kau akan merasakan semua penderitaan karenanya."
"Saya siap, Tuan jika itu,,,,,,"
Rangga bangkit dari bathup lalu menarik rambut Alya. "Kau mau menantangku ya? Rasakan ini!" Rangga mengambil shower dan membuat mode panas lalu mengguyur sekujur tubuh Alya.
"Aaaaa, panaaaaaas." Alya berteriak saat merasakan panas di punggungnya akibat guyuran air panas itu.
Setelah puas, Rangga memakai handuk lalu pergi keluar. Alya merasakan tubuhnya yang perih dengan ruam merah akibat air panas tadi.
Ia berjalan menuju ruang ganti lalu mengganti bajunya. Di sana sudah tidak ada Rangga. Ia mengambil kotak obat namun kesulitan mengoleskan salep ke punggungnya.
Rangga yang tiba-tiba masuk mendorong tubuh Alya dan membalikkan tubuh Alya dari telentang menjadi telungkup. Ia mengoleskan salep ke punggung Alya dengan tekanan yang membuat Alya semakin kesakitan.
"Sakit, Tuan. Jangan lakukan ini. Ini juga memalukan." Alya memohon sedangkan Rangga masih menekan tangannya lebih kuat lagi.
"Dasar wanita lemah, tidak berguna!"
Rangga berdiri lalu meninggalkan ruangan itu sambil tersenyum puas telah membuat Alya kesakitan sekaligus malu.
NB : Maaf untuk penulisan yang masih berantakan. Author akan pelan-pelan merevisi agar enak dibaca, hehe.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
𝙵𝚑𝚊𝚗𝚒𝚊 🦂🦂 🦂
kok di revisi thor.. dulu aku udah bolak-balik bacanya karna emang bagus dan keren. aku bahkan baca smpe ke anak cicitnya rangga loh
2025-01-02
0
Diana diana
awas aj kamu ! !
2024-01-24
0
MandaNya Boy Arbeto❤️
dasar laki" bajingan🤨
2023-09-19
0