Rangga yang sudah selesai menonton Tv, akhirnya memutuskan untuk ke kamar. Dia memanggil Alya.
"Hei, gadis bodoh. Kau dimana?" Rangga yang memang sejak awal tidak pernah menyebut nama Alya terus saja memanggilnya.
"Hei, jawab aku jika aku memanggilmu!!!" Suara Rangga menggema di ruangan itu.
Rangga hendak memanggil lagi, namun seketika dia teringat jam dan melihat ke dalam ruang ganti. Benar saja, Alya sedang sholat Isya'.
Rangga menutup pintu pelan dan menyandarkan tubuhnya ke Sofa.
Tak lama kemudian, Alya keluar dari ruang ganti. "Tuan, ada apa tadi memanggilku?"
"Apakah ibadahmu tidak khusyu' sehingga kau mendengar suaraku?" tanya Rangga.
'Bagaimana aku mau khusyu, sedangkan suaramu lebih kuat dari petir, Tuan,' batin Alya.
"Iya, Tuan. Saya masih mendengar suara Tuan tadi." Alya mengaku.
"Pijat kepalaku!" Rangga melangkahkan kaki ke ranjang diikuti oleh Alya. Alya memangku dan mulai memijat kepalanya. Rangga menikmati pijatan yang enak itu. Lama kelamaan dia pun tertidur.
Alya menggeser kepala Rangga dan menaruh bantal di bawahnya. Alya pindah ke sebelah Rangga. dia melihat Rangga sudah tertidur pulas. Dia mulai memikirkan soal syarat ke-6.
'Apa aku harus melakukannya?' batin Alya.
Alya bimbang, dia berpikir bahwa Rangga tidak akan tahu, tetapi bagaimana kalau dia sampai tahu?
'Ah lupakan harga diri, aku tidak ingin membuatnya marah dan mengkhukumku dengan hukuman yang berat,' batinnya.
Alya mendekatkan dirinya ke tubuh Rangga.
Dia melihat wajah Rangga yang tampan itu.
"Kalau tidur begini, wajahmu terlihat seperti pangeran, sangat tampan dan berkharisma. Andai saja sikapmu sedikit lebih lembut, mungkin aku akan,,," Alya menghentikan kata - katanya dan berusaha menepis pikiran aneh itu.
Dia menggeser tangan Rangga ke atas agar dia bisa memeluknya. "Ini tugasku, Tuan. Aku mohon jangan bilang aku ingin menggodamu," bisik Alya.
Dia sudah menyandarkan kepalanya ke dada Rangga. Dia bisa merasakan dada bidang nan kekar itu. Kini dia juga mendengar detak jantung Rangga. Dia pun merantangkan tangannya memeluk tubuh kekar itu. Dia mencoba memejamkan matanya, namun sedikit sulit karena rasa gugupnya. Lama kelamaan dia lelah dan akhirnya memejamkan matanya lalu tertidur pulas.
Pagi pun tiba, Alarm berbunyi dan Alya terbangun. Dia ingin menggerakkan tubuhnya namun terasa berat. Dia melihat posisinya kini tengah dipeluk erat oleh Rangga. Kakinya terkunci karena kaki Rangga yang menindih kedua kakinya, dan badannya terkunci karena tangan kekar Rangga memeluk erat bak bantal guling.
Alya berusaha lepas, namun Rangga semakin mengencangkan pelukannya.
"Tuan, aku tidak bisa bernafas." Akhirnya Alya berani menbuka suara karena kini dia benar-benar sulit bernafas.
Rangga membuka matanya perlahan, dia dalam keadaan setengah sadar. Dia melepaskan pelukannya dan membelai rambut panjang Alya. "Iya, iya, pergilah," ujar Rangga yang kemudian tertidur lagi.
Alya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu sholat subuh kemudian melakukan aktivitas yang lain sampai Rangga hendak berangkat kerja. Alya mencium punggung tangan kanannya lalu melihat kepergiannya.
Alya melangkahkan kaki ke dalam, dia berjalan menuju kamar. Sesampainya di kamar, dia duduk di balkon. Dia memperhatikan kendaraan dan orang yang sedang lalu lalang.
Dia kembali teringat saat tadi Rangga membelai Rambutnya. Jantungnya berdebar ketika mengingat hal itu.
"Kenapa aku jadi berdebar begini hanya karena mengingat perlakuannya tadi?" Alya menggelengkan kepalanya menepis hal yang ada dipikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Fanisah Official
/Joyful/lawak kali kau rangga
2024-07-16
0
MandaNya Boy Arbeto❤️
jangan sampe lu duluan lopr lope dah alya😔
2023-09-19
1
Neneng Neneng
Thor cerita nya bagus
2022-07-04
0