Pagi itu Alya tidak terlambat bangun karena alarm membangunkannya tepat waktu.
Dia bangun lalu mandi dan melaksanakan Sholat Subuh. Setelah itu, dia mengutip pakaian kotor di keranjang menuju ke ruang cuci. Dia mencucinya atas perintah Rangga.
Setelah selesai dia menuju dapur dan membantu pelayan menyiapkan sarapan. Kemudian, dia pergi ke atas dan membangunkan Rangga. Rangga masih tidur, namun wajahnya yang damai sungguh terlihat sangat tampan dengan rambut yang masih acak-acakan.
"Tuan, bangun." Alya mengusap tangan Rangga pelan.
Rangga menggeliat. Terlihat sangat imut sekali. Alya sampai tersenyum, dia bahkan lupa bahwa yang ada di hadapannya sekarang adalah orang yang sangat kejam.
Namun tiba-tiba Rangga menarik tangan Alya sehingga Alya jatuh ke pelukannya. Alya mencoba melepasnya namun Rangga malah mempererat pelukannya. Dia menggulingkan tubuh Alya ke samping seperti bantal guling. Sangat terlihat nyaman sekali.
Alya berusaha membangunkan Rangga lagi. "Tu...Tuan, bangun," bisik Alya yang masih berusaha melepas pelukan Rangga.
"Emmm nanti saja, aku masih mau tidur." Rangga masih mendekap Alya tanpa sadar. Bibirnya berbicara namun matanya masih terpejam.
"Maaf, Tuan. Tetapi aku ingin keluar." Masih berusaha melepas pelukan Rangga.
"Ya sudah, sana pergi!" titah Rangga yang masih menutup matanya.
"Tuan, aku tidak bisa bergerak karena sekarang Tuan tidak melepaskanku."
Ucapan Alya membuat Rangga membuka mata dan terkejut mendapati benda nyaman yang ia peluk sejak tadi adalah Alya, bukannya bantal guling.
"Apa yang kau lakukan? Ingin menggodaku, ya?!" Rangga melepaskan pelukannya.
"Tidak Tuan aku hanya...."
"Pergi! Siapkan air mandiku!" perintah Rangga.
Alya pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air mandi untuk Rangga. Sementara Rangga mengacak-acak rambutnya.
Apa apaan itu. Kenapa tubuhnya bahkan lebih nyaman daripada bantal guling
Setelah selesai, Rangga mandi dan mengganti bajunya. Lalu, mereka sarapan bersama. Alya makan dengan lahap sekali karena pagi ini semua menunya adalah makanan kesukaaannya. Rangga menatapnya sebentar lalu menyunggingkan bibirnya.
Selesai sarapan, Rangga mengeluarkan sebuah ponsel keluaran terbaru. "Pakai ini, aku sudah menyimpan nomorku di sini dan juga semua pelayan maupun pengawal di rumah ini."
Namun Alya tampak ragu-ragu.
"Ambillah atau aku akan menghancurkannya dan membuatmu menelannya!"
Alya segera mengambil ponsel tersebut. "Terima kasih, Tuan."
"Ingat, jangan pernah sekalipun menghubungi kakakmu atau orang lain karena kau akan tahu akibatnya!" ancam Rangga.
Alya mengangguk cepat.
Rangga pun berangkat bekerja. Alya menatap kepergiannya sampai depan pintu karena dia ingat ucapan Rangga.
*"Kalau sampai kau langkahkan kakimu selangkah pun melewati pintu rumah ini, maka pengawal akan mematahkan kakimu. Bahkan jika ujung jarimu terlihat melewati pintu ini, kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada jarimu."*
Alya kembali ke dalam kamar. Dia sangat senang mendapat ponsel baru itu. Karena sudah lama dia tidak nonton drama kesukaannya. Kebetulan di rumah itu ada wifi, jadi dia bisa menonton sepuasnya.
Tingg...
Tiba tiba hp Alya berbunyi. Itu pesan dari Rangga. Tapi anehnya nama yang tertera bukanlah Tuan Rangga, melainkan 'Suami'. Alya membaca isi pesan itu. Dia sedikit aneh melihat isi pesan yang berbunyi.
[Cara menyenangkan suami. Cari di internet dan kirimkan padaku.]
"Apa apaan dia ini, kenapa harus aku? Bukannya dia bisa mencari sendiri?"
Alya menggerutu sambil mencari di internet tentang cara menyenangkan suami.
Dia membaca satu persatu. Dia sangat gelisah karena kebanyakan isinya menuju ke adegan ranjang.
Alya pun mengetik lalu mengirimkannya ke Rangga. Rangga membaca pesan dari Alya yang isinya:
1. Mencium tangan suami saat pergi dan pulang bekerja.
2. Membuatkan minuman saat suami pulang bekerja atau saat bekerja di rumah.
3. Mmbisikkan kata-kata manis yang bermaksud memuji.
4. Meminta untuk melayani duluan.
5. Kecupan sebelum tidur.
6. Peluk suami saat hendak tidur"
Tingg...
Pesan balasan dari Rangga.
[Lakukan nomor 1, 2, dan 6.]
Alya terbelalak melihat isi pesan itu. Nomor 1 dan 2 dia tidak keberatan tapi nomor 6? "Ah seharusnya aku tidak sebutkan nomor 6." Alya membodohi dirinya sendiri.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Itu adalah panggilan dari Rangga.
"Halo."
Suara lembut Alya menjawab panggilan itu.
[Kenapa tidak membalas?] Rangga terdengar sangat kesal.
"Saya sedang mengetik pesan, Tuan," jawab Alya berbohong.
[Cepat kirim balasanmu!] Rangga mematikan panggilan itu.
Alya lekas menjawab pesan itu yang isinya :
"Baik Tuan, akan aku lakukan."
Rangga tersenyum puas dengan jawaban Alya. Sementara Alya menjadi gelisah karena mendapat tugas yang berat dari Rangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
kok lucu y
2024-06-16
0
yeonjunlope
dasar wkk
2023-12-21
1
MandaNya Boy Arbeto❤️
apaan kw senyum" rangga🙄🙄
2023-09-19
0