Rangga sedang bekerja dikantornya. Asisten pribadinya yang bernama Celin memberi tahu bahwa seseorang memaksa masuk ingin menemuinya, namun dia tengah ditahan oleh satpam. Rangga heran siapa yang berani melawannya. Namun seketika dia langsung tau bahwa orang itu adalah yang selama ini dia benci.
"Biarkan dia masuk!" titah Rangga. Celin mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu.
Tak lama kemudian..
Brakkkk! Suara pintu terbuka dan membentur tembok ruangan itu. Rangga yang melihat hal itu hanya tersenyum.
"Silahkan duduk, Tuan Arya yang terhormat." Rangga kembali memencet tombol remot yang ada dimejanya dan pintu tertutup lagi.
Arya terlihat sangat emosi, tatapannya seperti ingin membunuh orang yang ada didepannya.
"Kembalikan adikku!!!!" Suara Arya menggema diruangan kedap suara itu.
"Adikmu? Maksudmu istriku?" Rangga menyeringai tajam.
"Diam kau!!! Dia menikah denganmu karena paksaanmu!!!" Raut wajah Arya semakin terlihat meradang, ingin rasanya ia meninju wajah itu namun dia tidak bisa melakukannya karena kondisi sedang dikantor.
"Terserah apa katamu, yang pasti sekarang dia adalah istriku, apa kau tidak ingin tau apa yang telah aku lakukan padanya?" Rangga kembali memancing amarah Arya.
"Berengsekkkk, apa yang kau lakukan padanya!!!! Jangan pernah sentuh adikku!!!!" Nafas Arya kian memburu. Emosinya seketika meledak mendengar ucapan Rangga.
"Sayangnya aku sudah menyiksanya setiap hari. Oh ya, apa kau mau lihat apa yang aku lakukan padannya?" Rangga mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video CCTV dimana dia menyiram air panas di kamar mandi dan membuatnya tidur di lantai.
Arya berlari mendekat hendak menghajar Rangga. Namun, dengan cepat Rangga menangkis serangannya dengan tangannya. Arya terpental ke belakang namun dia segera bangkit dan hendak memukul Rangga lagi.
Namun seketika pintu terbuka dan pengawal Rangga datang. Mereka menahan Arya.
"Lepaskan!!!! Biar aku membunuhnya, manusia seperti ini tidak pantas hidup!!"
Rangga merapikan rambutnya dan tersenyum licik.
"Sampai kapanpun, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku, Arya. Ini balasan karena kaulah penyebab adikku bunuh diri!" desis Rangga sambil melayangkan tatapan tajam.
"Aku memang bertanggung jawab atas kematian adikmu, tapi kau tidak bisa membalasku dengan menyakiti adikku, siksa saja aku atau bunuh saja aku!!!" Arya berteriak kencang, tanpa terasa air matanya ikut menetes.
"Lihatlah Arya, aku lebih suka melihatmu menangis seperti ini. Ini lebih menyenangkan dari pada harus membunuhmu. Melihat kau menderita seumur hidup itu sudah cukup untukku. Dan luka memar ini, aku akan memberikannya pada adikmu nanti!"
Rangga memperlihatkan lengannya yang memar karena serangan Arya tadi. Matanya menatap tajam, menyiratkan kebencian dan dendam.
"Tidak!!! Kau tidak bisa melakukan ini!!! kembalikan adikku!!!!" Arya memberontak saat kedua pengawal Rangga menyeretnya keluar ruangan itu.
Rangga menghela nafas kasar. "Berani sekali dia membuat pergelangan tanganku memar seperti ini. Lihat saja, adiknya akan menerima yang lebih dari ini."
Dia pun segera memanggil Celin untuk mengobati memarnya.
"Kenapa bisa begini, Rangga?" Celin yang terlihat kesal.
"Sudahlah itu masalahku. Jangan katakan apapun pada orang tuaku. Aku tidak ingin mereka khawatir dan pulang ke sini."
"Kau ini, tidak pernah berubah dari dulu!" Celin menatap Rangga sambil geleng geleng kepala.
Celin adalah teman Rangga. Mereka bisa berteman akrab karena 4 tahun yang lalu, Celin pernah mendonorkan darahnya untuk Rangga saat dia kritis akibat kecelakaan. Itu terjadi setelah kematian Adinda. Jiwanya terguncang dan membuatnya mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil. Sejak saat itu, Rangga berhutang nyawa pada Celin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Dian Min Young
celin ini pasti pelakor, sainganya Alya 😁
2022-08-30
1
Yunita Andrima
hhhh
2022-08-04
0
Vivia
mulaaailah kekejmanya😭😭😔😭
2022-05-20
0