Amel sudah sampai di rumah
Rumah yang besar dan mewah
Amel memarkirkan mobilnya di garasi, dia masuk rumah dan menuju ke kamar
Amel membersihkan diri lalu dis turun untuk menemui Mamanya
" Bi,,, Mama mana,, " ucap Amel pada Bi Siti
" Ibu lagi di taman belakang Non,, " ucap Bi Siti
Amel langsung berjalan mendekati Bu Dela
" Mah,, mama lagi ngapain,, " ucap Amel sambil duduk di kursi panjang yang ada di taman
" Eh Sayang,, sudah pulang,, " ucap Ibu Dela
Amel menganggukkan kepalanya
" Ini Mama lagi menanam bunga" Sayang,, " ucap Bu Dela sambil memegang bunga" dan menatanya
" Mah,,, kok Kak Devan masih hubungan sih sama Si Celine,,, " ucap Amel
" Iya Mel,, Mama juga tidak tau harus bagaimana ngomongnya sama Kakak kamu,, dia sudah terlalu di butakan oleh cinta,, " ucap Bu Dela
" Sebel deh Mah,, kok bisa" nya sih Kak Devan Cinta banget sama tuh nenek lampir,, " ucap Amel sambil mengerucutkan bibirnya
Bu Dela hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum
" Sudahlah Sayang,, pusing Mama ngurusin Kaka kamu,, oh iya kamu sudah makan belum,, " ucap Bu Dela
" Sudah Mah tadi habis jalan sama Mega sekaligus makan,, " ucap Amel
"Ooh iya Sayang,, gimana Mega,, dia sudah berangkat kuliah lagi,, " ucap Bu Dela
" Sudah Mah,, kasihan dia Mah sudah ga punya Orang tua,,hidup sendirian di dunia ini,, " ucap Amel
" Iya yah Sayang,, kasihan sekali Mega. kalau ada waktu kita ke rumah Mega ya Mel,, " ucap Bu Dela
" Iya Mah,, " ucap Amel
Tiba" Devan datang mendekati mereka
Dia duduk di kursi
" Siapa yang kasihan Mah,, " ucap Devan
" Mega,, dia sudah tidak punya Orang tua, Ibunya kemarin baru meninggal karena kecelakaan katanya,, " ucap Bu Dela
" Iya Kak,, dia kasihan. Ibunya jadi korban tabrak lari,, " ucap Amel
" Jadi Ibunya Mega meninggal karena tabrak lari Sayang,, " ucap Bu Dela
"Iya Mah,,, beliau lagi jualan nasi uduk dan mau nyebrang,tetapi ada mobil yang melaju sangat kencang dan langsung menabrak Ibunya Mega, parahnya lagi Mah, orangnya kabur ngga nolongin,,, " ucap Amel
Deg,,, " Tukang nasi uduk,, ya Alloh apa yang aku tabrak kemarin adalah Ibunya Mega,, " ucap Devan dalam hati
" Ya Alloh kasihan sekali Mega ya Sayang,, " ucap Bu dela
kini Devan masuk ke kamar,, dia kepikiran kata" adiknya
Sementara Mega, dia duduk di kamarnya dan terus memandangi foto Ibunya
" Bu,, semoga Ibu tenang ya di alam sana,, walaupun Ibu sudah tidak ada lagi di dunia ini, tapi Ibu tetap berada di hati ku Bu,, Aku Sayang Ibu,, " ucap Mega sambil memeluk Foto ibunya
Mega lalu berangkat kerja,dia kerja di cafe
Mega berangkat jalan kaki dari rumahnya menuju jalan raya dan dia menaiki angkot
Menang Mega bekerja dari jam 3 sampai jam 9 malam
Kini Mega sudah sampai di tempat kerja
"Hai Mega,,, lo udah baikan,,eyke turut berduka cita ya atas meninggalnya nyokap lo,, " ucap Inces pemilik cafe tempat Mega bekerja
" Iya Nces,, makasih, " ucap Mega sambil tersenyum
Inces adalah pemilik cafe Cinta,
Dia adalah laki" tulang lunak, tapi dia sangat baik sama Mega
Kini Mega mulai bekerja
" Mba Mega,,tolong anterin pesanan ke Meja 12 ya Mba,, Saya mau ke belakang sebentar,, " ucap Asti teman kerja Mega
" Iya As,, " ucap Mega
Mega mengantar Minuman dan makanan ke Meja 12,,
" Maaf,, permisi,, " ucap Mega sambil menaruh minuman dan makanan
Orang tersebut menatap Mega dan alangkah kagetnya dia, bahwa yang melayaninya adalah Mahasiswinya
" Eemmm,, " ucap Devan sambil melirik Mega
Mega juga kaget, karena dia bertemu lagi dengan Dosen killer nya
" Aduh,, kenapa sih,, ketemu terus sama tuh Dosen killer,, " ucap Mega sambil berjalan menjauhi meja Devan
" Sayang,, siapin aku dong,, " ucap Celine manja
" Iya Sayang,, " ucap Devan sambil memotong stik dan menyuapi pacarnya
Sebenarnya Devan malu dilihatin orang, tapi karena rasa cintanya sangat besar jadi Devan terpaksa menuruti kemauan Celine
Kini Hari sudah malam,, sudah waktunya Mega pulang
Di saat Mega sedang berjalan sambil menunggu angkot yang lewat, tiba" ada sebuah mobil yang berhenti di depannya
Seseorang tersebut melongokkan kepalanya
dan mengajak Mega untuk ikut bersamanya
" Ayo Saya antar pulang,, tidak baik anak gadis berjalan sendirian malam",, ucap Devan
Devan memang habis jalan" bersama pacarnya dan mengantarnya pulang
" Bapak ngajakin Saya,, " ucap Mega sambil menunjuk dirinya sendiri
" Y iyalah,, memangnya ada siapa lagi disini.sudah cepetan masuk,, " ucap Devan
Akhirnya Mega masuk ke mobil Devan dan duduk di belakang
Saat Mega masuk ke mobil,, aroma parfum Devan langsung tercium oleh Mega
"hemm,, wanginya nih Dosen killer,, satu botol di tuangin semua kali ya parfumnya., " ucap Mega dalam hati
Mega menatap ke luar jendela kaca mobil
Sesekali melirik ke Devan yang di depan
" Duh,, dingin amat sih tuh orang,, berasa naik mobil hantu deh ini,, serem,, " ucap Mega sambil bergidik ngeri
Sikap Mega tidak luput dari pandangan Devan dari kaca
" Ngapain kamu,, menggoyangkan badanmu itu,,, emang saya hantu apa,, " ucap Devan sambil menatap Mega dari kaca
" Eh,, eng,,, enggak kok Pak,, " ucap Mega sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal
" Rumah kamu di mana,, Saya bukan Sopir Grab yang tau alamat rumah kamu,, " ucap Devan
" Em,,, iya Pak. berhenti di gang depan saja,," ucap Mega
Kini Devan sudah menghentikan mobilnya
" Em,, terimakasih banyak Pak atas tumpangannya,, " ucap Mega sambil membuka pintu mobil
" Heemmmm,, " Jawab Devan langsung menjalankan mobilnya
" Ish,,, itu orang apa kulkas sih,, dinginnya melebihi kutub utara,,, "ucap Mega sambil berjalan
Di perjalanan Devan memikirkan Mega
" Hebat juga tuh cewek,, bisa kuliah sekaligus bekerja. apa nggak terganggu ya kuliahnya,,, ah bodo amat kok aku jadi mikirin dia sih,, " ucap Devan
Kini Mega sudah sampai di rumah. dia membersihkan diri dan langsung Istirahat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments