Pagi" sekali Mega sudah bersiap" , dia akan pergi dari kota ini.
Sebelum pergi Mega mendatangi makam Ibunya
" Bu,,, hari ini aku akan pulang ke kampungnya Ibu,,, Ibu aku tinggal di sini ya,,, Ibu selalu ada di hatiku bu,,, aku tidak akan ke sini lagi,,, Ibu jangan khawatir,, aku akan selalu mendoakan Ibu. Bu sekarang aku lagi hamil cucu Ibu,, doakan kami ya bu agar kami kuat menjalani hidup ini,, aku pamit bu,, Assalamu'alaikum,,, " ucap Mega sambil menangis
Rindu yang sangat menyiksa adalah rindu pada orang yang sudah tidak ada lagi di dunia ini
Kini Mega pulang ke rumah dan dia langsung mengambil barang" nya.
Mega memberikan kunci rumahnya pada pemilik kontrakan dan berpamitan
Mega juga berpamitan pada Bu Asih,, tetangga yang selama ini baik padanya
" Bu,,, Saya pamit ya Bu,,, titip makam Ibu kalau ada waktu tolong tengokin ya bu,, " ucap Mega
"Nak Mega mau kemana,,, " ucap Bu Asih
" Saya ingin pulang kampung Bu,,, saya ingin melanjutkan hidup di kampung Ibu,, " ucap Mega
" Ya sudah hati " ya nak,,, Semoga kamu bahagia di sana ya nak,, " ucap Bu Asih meneteskan air mata dan memeluk Mega
Mega menganggukan kepalanya,, dan ikut memeluk Bu Asih
" Terimakasih ya Bu,, selama ini Ibu sudah baik padaku dan Ibu,, " ucap Mega
" Iya Nak,,, jaga diri kamu baik" ya,, " ucap Ibu Asih
" Assalamu'alaikum,, " ucap Mega
"Wa'alaikum salam,, " ucap Bu Asih sambil menatap kepergian Mega
Kini Mega akan menuju Stasiun,,
Dia akan menggunakan kereta
Kampung Ibunya berada di Solo,,
Kini Mega sudah berada di kereta
Perlahan kereta sudah mulai jalan
" Selamat tinggal Ibu,,, selamat tinggal kota jakarta,," ucap Mega dalam hati
Mega terus memandangi luar jendela kereta
perlahan air matanya menetes
" Aku kembali ke kampung dengan membawa janin dalam kandungan ku,,dulu aku ke Jakarta waktu masih kecil bersama Ibu,, kini aku kembali pulang sendiri dan dengan menyandang Status Janda,, " ucap Mega
Sementara Andre datang ke rumah Mega
Dia mengetok pintu rumah, tetapi sepi tidak ada tanda" Mega mau keluar
" Mas,,, cari Neng Mega ya,, " ucap Bu Asih
" Iya Bu,,, " ucap Andre
" Neng Mega sudah pergi Mas,,,baru saja,, " ucap Bu Asih
" Pergi kemana ya Bu,, " ucap Andre
" Katanya sih pulang kampung Mas,,, " ucap Bu Asih
" Kampungnya di mana ya Bu,, kalo boleh tau,, " ucap Andre
" Solo sih kalau ga salah Mas,, "ucap Bu Asih
" Ya sudah terimakasih ya Bu,,, permisi,, " ucap Andre
Andre langsung menjalankan motornya mengejar Mega, berharap masih bisa bertemu dengannya
" Ya Alloh Mega,, lo tega banget sih ngga ngabarin gue,, " ucap Andre
Amel yang di kampus tidak melihat Mega menjadi khawatir
Setelah jam kuliah selesai, Amel mendatangi rumah Mega
Amel juga bertanya ke pemilik kontrakan,, Bu imah.
Bu Imah mengatakan kalau Mega sudah tidak mengontrak lagi di rumah itu dan dia sudah pergi kembali ke kampungnya
Amel masuk mobil dan menangis di sana
" Mega,, ko tega banget sih ninggalin gue,, apalagi lo ga pamitan sama gue,, " ucap Amel
Amel pulang dan dia langsung masuk ke kamar
Ibu Dela yang melihat Amel sedih jadi bertanya
" Mel,,, ada apa Sayang,, kok kamu kelihatan sedih,, " ucap Bu Dela
" Mah,,,,Mega ninggalin aku mah,,, dia pergi jauh dari kota ini,, " ucap Amel menangis
" Apa,,, dia pergi ke mana Sayang,," ucap Bu Dela
" Kata pemilik kontrakan sih dia pulang kampung Mah,, tapi aku tidak tau di mana kampungnya,, " ucap Amel sedih
Devan yang kebetulan mendengar obrolan Mama dan Adiknya kaget
" Apa,,, dia pergi jauh dari kota ini,, " ucap Devan
Ada rasa sesak di hati Devan mengingat Mega
Memang Devan sudah menalak nya,,, tapi sebenarnya ada rasa kehilangan di hati Devan
Andre mencari di setiap terminal,, stasiun tapi tidak ada
Mega tidak terlihat
Andre duduk di bangku taman tempat Mega suka menyendiri
" Mega,,, kenapa kamu tega tidak berpamitan padaku,,, aku kehilangan kamu Meg,, " ucap Andre meneteskan air mata
Andre mengelus bangku dimana Mega sering duduk di situ
Andre benar" merasa kehilangan
Devan duduk dan bersandar di tepi ranjang,, dia terbayang saat membopong tubuh Mega saat pingsan,, dan terbayang saat Devan menalaknya,,,
" Ya Tuhan,,, kenapa aku terbayang wajahnya,apa aku terlalu kejam sehingga dia pergi dari kota ini,aku sudah menorehkan luka yang terlalu dalam padanya,, " ucap Devan
Tiba-tiba Celine menghubunginya
" Halo Sayang,, temani aku ya malam ini,, aku ingin keluar,, " ucap Celine
" Maaf Sayang,, aku tidak bisa. aku sibuk harus mengecek pekerjaan,, " ucap Devan
" Iih Sayang kok gitu sih,,, aku kan pengin jalan sama kamu,, " ucap Celine
" Lain kali aja ya,,, aku sibuk,, dah,, " ucap Devan sambil mematikan telfon nya
Devan langsung ke kamar Amel,,
" Dek,,, kamu tau kampung Mega ada di mana,, " ucap Devan
" Ngapain Kakak tanya kampung Mega,, " ucap Amel
" Ya kan aku mantan Dosennya,,, ingin tau aja sih,, " ucap Devan
" Lebih tepatnya Suami Mega Dek,, karena baru talak satu,, belum resmi cerai,, " ucap Devan dalam hati
" Kepoin aja tuh sosmed nya,,, siapa tau ada alamatnya,, " ucap Amel
" Sosmed nya apa dong,, " ucap Devan
" Mega Aulia,, " ucap Amel
Kini Devan langsung mencari info dari Sosmed Mega
Disana terdapat postingan foto Ibunya dan Mega
Deg,,, " Ini ksn Ibu penjual nasi uduk yang aku tabrak dulu,, Ya Alloh ternyata benar dia Ibunya Mega,, " ucap Devan
Devan yang dulu terburu" karena akan menjemput Celine di Bandara,,, dia menjalankan mobilnya sangat cepat sehingga tidak melihat ada orang yang nyebrang dan Devan juga tidak bisa menghindari
Devan menabraknya,, dia tidak berhenti karena sudah telat, takut Celine marah
"Ya Alloh,,, aku sudah membuat Mega menjadi piatu dan aku juga sudah merenggut kesuciannya. sekarang aku membuat dia menjadi janda,,, " ucap Devan
Devan sadar kalau dia sudah membuat hidup Mega menderita
Devan akan mencari informasi mengenai Mega
Sedangkan Mega kini dia sudah di perjalanan menuju kampung halamannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Ellya Salam
sadar juga kamu setelah apa yg kau lakukan sama mega
2023-01-30
1
Ning Mar
nah ....sadar kan, jadi orang ojo jahat2 toh...
2022-12-31
0