Cukup lama Siloam merasa begitu ketakutan berada di dalam rumah itu sampai akhirnya pintu bel apartemen mereka dibunyikan oleh seseorang.
Ding dong..
Ding dong..
Siloam langsung menghampiri layar monitor untuk melihat siapakah yang datang, dan ketika dia melihat bahwa orang itu ialah orang yang akan membuka sandi ponsel kakaknya, maka Siloam langsung membuka pintu apartemennya.
Begitu pria itu masuk, pria itu langsung menatap siloam sambil berkata, "di depan ada banyak sekali orang, jadi aku rasa kalian tidak akan bisa keluar dari rumah ini. Ah,,, di mana ponsel yang harus ku perbaiki? Aku buru-buru jadi aku akan melakukannya dengan cepat."
Siloam jelas mengerti mengapa pria itu terburu-buru, tentu saja karena dia tidak ingin diganggu oleh para wartawan, sebab para wartawan pasti akan menanyainya banyak hal jika mengetahui media lama-lama bersama dengan salah satu target berita mereka.
Oleh sebab itu, Siloam cepat-cepat mengajak pria itu masuk sembari Dia kemudian melangkah ke arah pintu kamar kakaknya dan mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok tok tok..
"Orang yang akan membuka sandi ponselmu sudah ada di sini, jadi cepat buka pintumu karena dia terburu-buru," ucap Siloam langsung membuka pintu kamar dibuka dengan Diana yang cepat-cepat keluar dari dalam kamar tersebut sembari membawa 3 buah ponsel di tangannya.
"Dua ponsel Ini membutuhkan sandi untuk dibuka, Tolong segera diperiksa," ucap Diana sembari dia juga duduk di samping pria itu untuk melihat apa yang dikerjakan oleh pria itu.
Sang pria kemudian mengeluarkan laptop, lalu menggunakan sambungan kabel data, pria itu menghubungkan ponsel Diana dengan laptopnya lalu pria itu menjalankan jari-jarinya di atas keyboard.
"Tolong lebih cepat," ucap Diana sembari memperhatikan layar laptop pria itu, karena Tentu saja dia harus menjaga jika pria itu bersikap curang dengan mengcopy beberapa data dari dalam ponselnya yang mana dia juga belum mengetahui data-data apa saja yang ada di ponsel tersebut.
Akan baik Kalau tidak ada data yang beresiko merugikannya jika didapatkan oleh orang lain tetapi jika ada yang beresiko, maka dia sendiri yang akan menanggung konsekuensi atas kelalaiannya.
"Tolong bersabar, semuanya membutuhkan proses," kata Sang pria terus melakukan pekerjaannya sampai 2 menit kemudian akhirnya sandi ponsel Diana berhasil diketahui sehingga Diana cepat-cepat menghafalkan sandi ponsel tersebut lalu sang pria kemudian membuka sandi ponsel untuk ponsel yang lainnya.
Setelah 2 ponsel Diana selesai dibuka sandinya, pria itu kemudian menyimpan laptopnya ke dalam tasnya sambil berkata, "aku katakan pada kalian untuk berhati-hati, beberapa wartawan di luar menawariku banyak uang untuk membawa kamera kemari, tapi untungnya aku bukan orang yang memiliki niat buruk seperti itu. Ahh,,, biayanya kalian transfer saja ke rekening ini."
Sang pria menyerahkan sebuah kartu pada Siloam lalu pria itu kemudian cepat-cepat keluar dari apartemen Diana dengan Diana yang kini tidak memperdulikan pria itu lagi, tetapi tangannya bergerak di atas layar ponselnya untuk melihat apa-apa saja yang ada di dalam ponsel tersebut.
Perempuan itu menutup mulutnya dengan satu tangan sementara tangan yang lain gemetar memegangi ponselnya ketika dia melihat bahwa ternyata ponsel itu memiliki banyak sekali video-video aneh Diana dengan berbagai-bagai orang.
"Ada apa?!" Tanya Siloam menghampiri kakaknya tetapi kemudian Diana mematikan layar ponselnya dan menatap adiknya dengan tegas.
"Ini,,, aku akan melihatnya dulu di kamar baru memutuskan akan mengatakan yang mana terlebih dahulu," ucap Diana cepat-cepat mengambil semua ponselnya lalu perempuan itu kemudian masuk ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.
Siloam yang cemas dengan perempuan itu segera mengetuk pintu kamar kakaknya.
Tok tok tok...
"Kakak tidak bisa menyembunyikan apapun dariku, karena sekarang ini Kakak sedang sakit dan hilang ingatan. Akan sangat buruk bagi kakak untuk mengenali apapun jika Kakak bertindak sendirian saja!!!" Tegas Siloam yang merasa cemas pada perempuan itu, karena bagaimanapun, perempuan itu bahkan tidak mengetahui sandi ponselnya, jadi akan ada banyak hal yang tidak diketahui oleh perempuan itu.
Tetapi kemudian tidak ada jawaban dari dalam kamar membuat Siloam meramas rambutnya dan pria itu menggerakkan giginya sembari melihat ke arah ponselnya yang sedang berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Sial!!!" Teriak Siloam menghampiri ponselnya lalu dia melihat bahwa panggilan telepon itu berasal dari Bobby.
"Halo," ucap Siloam menjawab panggilan telepon itu dengan satu tangannya memijat keningnya yang terasa begitu berdenyut.
"Situasi sedang kacau, internet sedang kacau dan para penggemar berbalik menyerang dan mereka semua berbicara buruk pada agensi dan juga pada kakakmu!!! Sekarang juga, suruh dia untuk melakukan sesuatu!! Perintahkan dia untuk mengatakan apa yang sudah ia lakukan sehingga ada video seperti itu yang beredar, padahal selama ini aku selalu menyuruh untuk berhati-hati menjaga semuanya supaya tidak merepotkan kita seperti ini!!! Tapi apa yang sudah kau lakukan?!! Kau bahkan tidak bisa mengendalikan kakakmu!!!" Teriak Bobby dari seberang telepon yang mana pria itu sudah sedang melampiaskan amarahnya.
Siloam yang mendengarkan itu hanya bisa menjauhkan ponselnya dari telinganya dan dia benar-benar frustasi harus berkata apa sebab dia sudah mengatakan pada Bobby bahwa kakaknya telah hilang ingatan, jadi bagaimana bisa dia memaksa perempuan itu untuk berbicara???
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus lancar rejekinya
2022-12-12
0
sandi
ikut puyeng w
2022-12-12
1