Siloam yang melihat seluruh tubuh kakaknya diperhatikan oleh dokter itu langsung menghela nafas dan menatap sang dokter, "Dia hilang ingatan, dia tidak tahu apapun yang terjadi dan tentunya dia tidak ingat dokter Jadi mohon periksa dia dengan baik," ucap Siloam yang cemas jika dokter itu bersikap lancang pada kakaknya maka kakaknya mungkin akan meledak marah.
Sang dokter yang mendengarkan ucapan Siloam menganggukkan kepalanya, lalu dia kemudian membuka tasnya yang berisi peralatan-peralatan pemeriksaannya lalu pria itu berkata, "haruskah kita memeriksa mu di sini atau mungkin kita bisa melakukan pemeriksaannya di kamarmu supaya lebih nyaman?"
🧱🧱🧱
Ucapan sang dokter langsung membuat Diana tersenyum jijik sambil berkata, "Aku menginginkan dokter perempuan, jadi biarkan dia kembali dan jangan mengizinkannya lagi untuk menemuiku!!!"
Setelah berbicara, Diana tidak menunggu ucapan kedua pria yang ada di sana dan dia langsung masuk ke kamarnya sambil menutup pintu dengan keras hingga membuat Siloam memijat keningnya.
Sementara sang dokter, dia menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.
Dia benar-benar yakin bahwa perempuan itu hilang ingatan sebab biasanya perempuan itu sangat menyukainya, namun sekarang perempuan itu malah terlihat sangat jijik padanya.
'Biasanya dia selalu memuji-muji permainanku di atas ranjang, tapi sekarang,,?' sang dokter menatap Siloam.
"Sepertinya dia benar-benar hilang ingatan, Padahal dia sangat menyukai permainanku. Kalau begitu aku akan pergi sekarang, dan aku akan mengirim salah satu teman dokterku yang perempuan untuk memeriksanya." ucap sang dokter yang juga sangat buru-buru karena dia memiliki seorang penting yang harus ia periksa hari itu juga sehingga dokter tersebut cepat-cepat meninggalkan apartemen tanpa mengatakan apapun lagi.
Siloam yang melihat kepergian pria itu kini menjadi sangat cemas pada kakaknya, karena tak menyangka bahwa kakaknya benar-benar begitu tegas menolak dokter tersebut.
Padahal, terhadap dokter yang baru saja datang di hadapan mereka, seharusnya kakaknya berhati-hati pada pria itu, sebab pria itu memegang banyak rahasia kakaknya, karena pria itu ialah pria yang selalu memeriksa kesehatan kakaknya setiap kali kakaknya ada masalah.
Terlebih, dokter itu juga dokter yang sangat terkenal, jadi akan ada banyak orang yang mempercayai ucapannya.
Maka sambil menahan rasa cemasnya, pria itu cepat-cepat berdiri menghampiri pintu kamar kakaknya dan mengetuk pintu kamar perempuan itu.
Tok tok tok..
"Kak, kita perlu bicara sebentar, ini sangat penting!!" Ucap pria itu tanpa ada jawaban dari dalam kamar.
Hal itu membuat Siloam menjadi frustasi menghadapi masalah mereka yang terlalu banyak, sehingga pria itu kemudian pergi untuk kembali ke kamarnya meneguk alkohol dan menenangkan dirinya dengan rokok.
Tetapi belum beberapa langkah meninggalkan pintu kamar kakaknya tiba-tiba saja pintu kamar kakaknya terbuka.
"Kita perlu bicara!" ucap Diana dengan tegas sembari perempuan itu membawa ponselnya keluar dari kamar dan dia kemudian duduk di sofa ruang tamu.
Melihat wajah kakaknya yang sangat tegas dan terlihat ingin membicarakan sesuatu yang penting, maka Siloam juga ikut duduk di depan kakaknya dan menatap perempuan itu dengan rasa frustasinya, namun juga penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh kakaknya.
"Apa yang ingin Kakak bicarakan?" Tanya Siloam sembari memperhatikan ponsel yang dibawa oleh kakaknya.
"Itu,, Aku ingin kau memperlihatkan padaku jumlah hutang yang harus dibayar, dan juga Kakak tidak ingat di mana aku menyimpan buku tabungan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan," ucap Diana yang merasa bahwa dia benar-benar harus mengurus keuangan selama dia berada di tubuh tersebut.
Karena bagaimanapun, meski uang bukan segalanya dalam dunia ini, tetapi segala materi yang dibutuhkan di dalam dunia membutuhkan uang untuk mendapatkannya!!
Dan masalah yang terbesar adalah, tidak mudah untuk mendapatkan uang, bahkan untuk menambah satu nol pada nominal uang saja, itu sangatlah susah!!!!
"Ahh itu,, semuanya ada di catatan keuangan kakak yang ada di ponsel, karena semuanya kakak yang mengaturnya, jadi aku tidak tahu apapun," ucap Siloam langsung membuat Diana mengerutkan keningnya memperlihatkan ponselnya pada pria itu.
"Di dalam ponsel ini sama sekali tidak ada catatan keuangan, tidak ada aplikasi keuangan dan sama sekali tidak ada informasi bahwa aku memiliki hutang!!" ucap Diana dengan tegas, yang mana sebelumnya dia sudah memeriksa ponsel itu berkali-kali, tetapi tetap saja dia tidak menemukan apapun di dalam ponsel itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus semangat
2022-12-12
0
sandi
naahhhh diana mesti teges ni🤣🤣
2022-12-10
0