"Ahh,, Aku tidak tahu kalau ada dinding itu di kamarku," ucap Diana kemudian memasuki ruangan tersebut dengan Siloam yang tentunya tidak berani untuk masuk sebab dia takut kakaknya mungkin akan memarahinya.
Oleh sebab itu, pria itu hanya keluar dari kamar kakaknya dan menunggu kakaknya memanggilnya jika perempuan itu mengalami kesulitan atau ingin mengatakan sebuah berita padanya.
🧱🧱🧱
'Pokoknya, kakak harus melihat daftar utang yang ia miliki itu supaya dia mengerti bahwa dia tidak bisa mundur dari dunia hiburan atau semua aset yang kami miliki akan disita!!!' ucap Siloam dalam hati yang benar-benar cemas Jika saja kakaknya meninggalkan industri hiburan dan pekerjaannya yang dahulu.
Sementara itu, Diana yang masuk ke dalam ruangan rahasia yang baru ia ketahui kini melihat-lihat tempat itu dan perempuan itu sangat terkejut bahwa ternyata di dalam tempat itu ada banyak sekali barang-barang berharga.
'Pantas saja akuaeheranan kenapa aku tidak melihat satupun barang-barang berharga milik perempuan itu di luar, ternyata dia menyimpan semuanya di sini,' ucap Diana dalam hati sembari menutup pintu dan terus melihat-lihat di dalam ruangan itu.
Perhiasan-perhiasan mewah, pakaian-pakaian koleksi yang sangat mewah, tas dan sepatu, semua yang sangat mewah diletakkan di tempat itu sementara yang diletakkan di luar ialah barang-barang yang tidak terlalu bernilai tinggi.
Lalu perempuan itu kemudian melihat sebuah brankas yang berada di dinding sehingga dia kemudian mendekatinya dan melihat tombol-tombol yang ada di sana.
'Ini masalah besar, aku tidak akan mengetahui apa sandi untuk brankas ini,' ucap Diana dalam hati sembari meminjat keningnya.
Perempuan itu tidak mau menyentuh barang itu sembarangan, karena bagaimanapun kau mah dia tidak akan mengetahui sandi untuk brankas itu sehingga perempuan itu kemudian melihat-lihat di tempat itu.
Dia membuka satu persatu lagi satu persatu lemari satu persatu kotak yang ada di sana dan melihat semua isinya.
Lalu tiba-tiba ketika dia membuka sebuah kotak berwarna hitam, perempuan itu melihat ada dua buah ponsel di dalamnya yang langsung membuat Diana mengambil ponsel itu.
"Jangan-jangan ini ponsel milik Diana yang di dalamnya ada catatan pembayaran hutang nya?" Ucap Diana sembari mengaktifkan ponsel itu, Tetapi dia mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa dia harus memasukkan sandi untuk telepon itu dan tidak bisa menggunakan sidik jari.
Maka perempuan itu mengambil ponsel yang lain dan mencobanya juga, namun hasilnya tetap saja sama, semuanya harus membutuhkan sandi.
Hal itu membuat Diana menggertakan giginya Dan Dia merasa bahwa ada banyak sekali tantangan ketika dia harus memperbaiki hidup sendiri Diana firdania supaya bisa membuatnya hidup dengan normal di dalam tubuh itu.
"Hah,,, aku harus membawa ponsel ini untuk diperbaiki oleh seseorang, tapi kalau Diana menyimpannya dengan sangat baik seperti ini, maka mungkin saja dia tidak ingin seseorang melihat ponsel ini," ucap Diana dalam hati sembari membuka laci-laci yang lain untuk menemukan sebuah petunjuk.
Tetapi karena dia tidak mendapatkan apapun, maka Diana hanya keluar dari kamar sembari membawa dua ponsel yang sudah ia temukan lalu memperlihatkannya pada Siloam.
"Aku sudah menemukan ponselnya, tapi ini tidak dapat dibuka karena Aku tidak tahu apa sandinya," ucap Diana pada Siloam.
Siloam memperhatikan ponsel yang ada di tangan kakaknya, lalu pria itu kemudian berpikir selama beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "kalau begitu aku akan memanggil seseorang kemari, supaya membantu kakak untuk memperbaiki dan membuka sandi ponsel itu. Tapi,, Apakah di dalam ruangan itu kakak menemukan brankas?"
Diana menganggukkan kepalanya, "ya, aku menemukannya. Tapi aku juga tidak tahu sandinya, jadi aku belum mencoba membukanya." Ucap Diana.
"Hah,,," Siloam menghela nafas dengan panjang, lalu pria itu kemudian duduk di salah satu kursi dalam ruangan itu sambil berkata, "kalau masalah sandi ponsel, itu gampang saja dibuka oleh seseorang, tapi kalau brankas, aku rasa sulit melakukannya kecuali jika kita menghubungi perusahaan brankas itu dan menyuruh mereka untuk membuka sandinya. Tapi pastinya akan sangat rumit untuk melakukan hal itu."
Diana menganggukkan kepalanya, lalu dia juga ikut duduk di depan pria itu sambil berkata, "kalau begitu uruslah Itu, karena aku harus mengetahui apa yang sudah kusimpan di dalam brankas itu mungkin saja ada sesuatu yang berguna di sana."
Siloam mengangguk sambil mengambil ponselnya lalu pria itu kemudian menelpon seseorang, "Carikan aku seseorang yang bisa membuka sandi ponsel." Perintah pria itu pada seseorang di seberang telepon tanpa Diana ketahui Siapa orangnya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Cahaya yani
si diana juga bego , masa gk bsa mkir mlh tmbh idiot, time travel bukn ny tmbh pinter mlh oondasar bdoh
2023-02-04
0
fifid dwi ariani
trus sejahtera
2022-12-12
0
sandi
kesiman sm diana dah
2022-12-12
0