Rasa malas yang besar menghampirinya dan dia berharap supaya tidak perlu ada orang yang datang mencarinya ke tempat itu.
Ekspresi kakaknya benar-benar acuh membuat Siloam menghela nafas, lalu dia kemudian berkata, "kalau kakak tidak bangun sekarang, dokternya akan pergi!! Kalau kakak tidak berobat, maka aku yakin tidak akan ada lagi orang yang akan membuat Kakak tetap bertahan di industri hiburan ini. Bahkan aku baru saja berteleponan dengan Bobby, dia bilang kakak akan mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus tapi kakak harus sembuh terlebih dahulu!!!"
🧱🧱🧱
Mendengarkan ucapan adiknya, maka akhirnya Diana membuka lebar-lebar matanya dan menatap pria itu sambil berkata, "kalau kau bilang aku akan mendapatkan pekerjaan jika harus melakukan sesuatu dengan seorang pria, maka aku tidak akan menerimanya."
"Apa?! Apa maksud kakak?!" Tanya Siloam yang kini merasa sangat cemas.
Pertanyaan adiknya membuat Diana kemudian terduduk di tempat tidur dan menatap adiknya sambil berkata, "aku bilang aku tidak mau lagi menerima pekerjaan Kalau aku harus tidur dengan seorang pria!!"
"A,, apa?!! Kakak tidak mau lagi bekerja? Kalau begitu, utang-utang kita yang masih begitu banyak bagaimana kita akan melunasinya?!" Tanya Siloam langsung membuat Diana mengerutkan keningnya menatap pria itu.
"Memangnya, utang apa yang kita punya?" Tanya Diana yang tidak tahu apapun mengenai hutang yang dibicarakan oleh Siloam.
"Kakak lupa? Apartemen ini masih perlu dibayar selama 6 bulan lagi, dan juga, rumah baru yang Kakak beli untuk kedua orang tua kita itu, semuanya masih memiliki hutang sebanyak 500 juta barulah lunas!!! Juga, Kakak masih memiliki arisan yang harus dibayar selama 3 bulan lagi.
"Jadi, kalau dalam satu bulan kakak tidak menghasilkan uang sebanyak 100 juta, maka kita berdua akan dikejar-kejar oleh rentenir dan Kakak akan terkenal sebagai aktris pemenang penghargaan Mamamia yang terlilit hutang begitu banyak!!!" Ucap Siloam benar-benar membuat Diana tertegun di tempatnya.
Perempuan itu tak menyangka bahwa Ternyata selain terlempar ke dalam perempuan yang memiliki hidup berantakan dengan para pria, ternyata perempuan yang ia tempati tubuhnya juga memiliki jumlah hutang yang terlalu banyak.
100 juta dalam satu bulan?????
Itu jumlah yang gila!!!
Melihat kakaknya yang tampak sadar dengan apa yang mereka hadapi, maka Siloam langsung berkata, "cepatlah keluar, dokternya punya jadwal berikutnya setelah memeriksa kakak!!!"
Setelah berbicara, maka Siloam keluar dari kamar meninggalkan Diana yang masih tertegun di tempatnya.
Diana benar-benar tak menyangka bahwa tubuh yang ia masuki bukan kacau lagi, tetapi sangat kacau!!
Maka, Diana menenangkan dirinya beberapa saat sampai akhirnya dia turun dari tempat tidur memakai pakaian yang layak untuk menemui seseorang lalu dia keluar dari kamar.
Betapa terkejutnya Diana ketika dia tiba di luar dan mendapati bahwa ternyata dokter yang memeriksanya ialah dokter yang sama dengan yang ada di salah satu video mesum milik Diana yang ada di HP perempuan itu.
'Sial!!! Ini benar-benar cobaan!' ucap Diana dalam hati yang bisa melihat bagaimana tatapan mata pria itu, tatapan mata yang menyapu bersih tubuh Diana seakan akan bahwa tubuh Diana adalah sebuah makanan lezat yang hendak ditelan bulat-bulat.
Siloam yang melihat kakaknya diperhatikan oleh dokter itu langsung menghela nafas dan menatap sang dokter, "Dia hilang ingatan, dia tidak tahu apapun yang terjadi dan tentunya dia tidak ingat pada dokter. Jadi mohon periksa dia dengan baik," ucap Siloam yang cemas jika dokter itu bersikap lancang pada kakaknya maka kakaknya mungkin akan meledak marah.
Sebab bagaimanapun, saat ini kakaknya benar-benar memiliki sikap yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya
Kakaknya yang dulu sangat pemarah dan terus menariknya setiap detik kini berubah menjadi lebih lembut, dan kakaknya yang dulu sangat suka terhadap pria tampan dan ingin tidur dengan siapapun laki-laki yang ia temui asal mendapat keuntungan kini berubah menjadi perempuan yang paling membenci hal-hal seperti itu.
Sang dokter yang mendengarkan ucapan Siloam menganggukkan kepalanya, lalu dia kemudian membuka tasnya yang berisi peralatan-peralatan pemeriksaannya lalu pria itu berkata, "haruskah kita memeriksamu di sini atau mungkin kita bisa melakukan pemeriksaannya di kamarmu supaya lebih nyaman?"
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berusaha
2022-12-10
0
sandi
musibahhhh aigooo
2022-12-09
0