"Apa?!!!" Bobby yang adalah manajer Diana sangat terkejut ketika dia mendapat kabar dari Siloam bahwa Diana mengalami hilang ingatan.
Siloam menganggukkan kepalanya, "Ya, Bahkan dia sudah tidak ingat lagi bahwa dia memiliki seorang kekasih, tapi,," Siloam menghentikan ucapannya dan pria itu ingat bagaimana kakaknya bisa mengingat bahwa Gion adalah kekasih dari perempuan saingannya sendiri.
Bobby yang melihat pria di depannya berhenti berbicara kemudian memandang serius pria itu, "tapi apa?" Tanya Bobby yang merasa cemas bahwa benar-benar terjadi sesuatu pada perempuan itu yang merupakan sumber keuangannya.
"Tapi,, dia ingat kalau aku adalah adiknya dia juga ingat beberapa hal lainnya, namun dia bahkan tidak ingat kalau dia trauma pergi ke rumah sakit dan Bahkan dia mengambil kunci mobil. Dia bahkan berbicara sangat sopan denganku, jadi aku merasa kalau ada sesuatu yang salah dengan otaknya," ucap Siloam yang benar-benar bingung dengan kakaknya sendiri sebab perempuan itu terlalu sulit untuk dipahami.
"Hah,,, ini benar-benar gawat, sebaiknya kau kembalilah ke apartemen dan temani dia, aku akan menelpon dokter untuk pergi ke sana memeriksanya. Ahh,,,, katakan juga padanya bahwa jadwalnya untuk tiga hari kedepan akan ku kosongkan, Jadi biarkan dia beristirahat," ucap Bobby yang tentunya tidak mau membuat perempuan itu semakin kelelahan atau mungkin perempuan itu akan semakin sakit.
Siloam yang mendengarkan ucapan pria di depannya langsung menganggukkan kepalanya, lalu pria itu kemudian keluar dari ruangan dan merasa begitu aneh.
"Kakak tidak ingat pada ayah dan ibu juga, tapi dia ingat padaku. Tapi, dia juga ingat kalau Gion adalah kekasih Diana firdaus. Jangan-jangan dia hanya hilang ingatan separuh?" Ucap pria itu sembari melangkahkan kakinya memasuki lift.
Sementara berdiri dalam lift untuk membawanya turun menuju lahan parkir, pria itu terkejut saat pintu lift tiba-tiba saja berhenti lalu dia melihat seorang pria di depannya.
"Tuan Darius," ucap Siloam yang terkejut melihat tuan Darius yang ada di depannya, karena dia tahu jelas bahwa jika pria itu datang ke agensi, maka pria itu hanya datang untuk mencari kakaknya.
"Ahh,, kebetulan sekali kita bertemu di sini. Di mana kakakmu?" Tanya Tuan Darius yang merasa heran bahwa tiba-tiba saja pria itu hanya pergi sendirian, padahal biasanya selalu saja bersama dengan Diana.
Siloam yang mendengarkannya tersenyum membiarkan pria itu masuk ke dalam lift.
"Dia sedang tidak enak badan jadi dia tinggal di apartemen, ahh,, apakah Tuan Darius memerlukan sesuatu?" Tanya Siloam meski dalam hatinya dia merasa was-was Kalau pria itu meminta untuk bertemu dengan Diana, sebab Dia juga cemas kalau Diana mungkin tidak akan ingat hubungannya dengan pria itu.
Padahal, Tuan Darius adalah salah satu sumber keuangan terbesar Diana, hingga perempuan itu bisa membeli apapun yang ia sukai dan menghambur-hamburkan uang tanpa harus repot-repot memikirkan dari mana lagi akan datang uang-uang tersebut.
"Hm,, aku kemari untuk bertemu dengan kakak mu, tapi karena kau bilang dia sedang sakit, maka aku tidak akan pergi menemuinya. Sampaikan saja salam kepadanya, dan katakan padanya Jika dia sudah sembuh agar menghubungiku," ucap Tuan Darius benar-benar diangguki oleh Siloam karena dia merasa lega bahwa masih ada kesempatan untuk menjelaskan situasi pada kakaknya.
Maka, setelah tiba di lantai parkir, Siloam cepat-cepat berpisah dengan pria itu dan dia mengendara kembali ke apartemennya.
Ketika dia sedang dalam perjalanan, pria itu melihat bahwa popularitas kakaknya meningkat pesat setelah acara penghargaan.
Buktinya, setiap layar yang ada di sudut kota menampakkan wajah kakaknya yang artinya bahwa kakaknya sudah sangat diakui sebagai aktris yang berbakat meski sebenarnya bakat itu didapat dengan cara yang tidak seharusnya.
"Hah,, Aku tidak percaya di saat-saat seperti ini ketika popularitasnya sedang meningkat pesat dia malah mengalami hilang ingatan. Bagaimana kalau dia bertemu dengan wartawan nanti dan malah menjadi bingung untuk mengatakan apa di hadapan wartawan?" Ucap Siloam yang benar-benar cemas pada kakaknya, tetapi Tentu saja kecemasannya itu tak akan bisa ia hilangkan begitu saja.
Sehingga, pria itu hanya menyetir sampai ke apartemen, dan dia memasuki apartemen lalu melihat kakaknya yang sedang melihat-lihat foto yang terpajang di dinding.
Pria itu kemudian mendekati kakaknya dan melihat foto yang sedang diperhatikan oleh Diana.
"Itu adalah foto keluarga kita, yang di tengah adalah ayah dan ibu dan yang di samping adalah aku dan kakak. Ah,,, tapi, apakah Kakak ingat dengan Tuan Darius?" Tanya Siloam pada kakaknya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus sabar
2022-12-10
0
Asmaul Husna
semangat thor
2022-12-06
0
sandi
raja yuhuuuu keren donk😘😘😘
2022-12-06
0