11

"Ahh itu,, semuanya ada di catatan keuangan kakak yang ada di ponsel, karena semuanya kakak yang mengaturnya jadi aku tidak tahu apapun," ucap Siloam langsung membuat Diana mengerutkan keningnya memperlihatkan ponselnya pada pria itu.

.

"Di dalam ponsel ini sama sekali tidak ada catatan keuangan, tidak ada aplikasi keuangan dan sama sekali tidak ada informasi bahwa aku memiliki hutang!!" ucap Diana dengan tegas yang mana sebelumnya dia sudah memeriksa ponsel itu berkali-kali, tetapi tetap saja dia tidak menemukan apapun di dalam ponsel itu.

"Ahh, itu, sepertinya Kakak juga tidak ingat kalau kakak memiliki dua ponsel lainnya, jadi cobalah Kakak cari-cari dalam kamar Kakak, mungkin Kakak menyimpannya di sana," ucap Siloam langsung membuat Diana berdiri dan perempuan itu kembali memasuki kamarnya untuk mencari ponsel yang dimaksud oleh pria tersebut.

Setelah cukup lama mencari, Diana tidak menemukannya di mana-mana sehingga membuat perempuan itu memijat keningnya memperhatikan kamar tersebut.

Kamar itu sudah berantakan karena dia membongkar di sana-sini dan tidak merapikannya kembali, namun dia tetap tidak menemukan kedua ponsel yang dimaksud oleh Siloam.

'Di mana perempuan itu menyembunyikan kedua ponselnya? Dan mengapa kedua ponsel itu harus disembunyikan?' ucap Diana dalam hati sembari menggertakan giginya dan dia benar-benar merasa frustasi mencari barang tersebut.

Merasa bahwa kepalanya sangat panas, maka Diana kemudian duduk di kursi rias sembari menatap kamar yang sangat berantakan itu.

Dia benar-benar dipenuhi rasa penasaran tentang rahasia apa yang terdapat pada kedua ponsel itu sehingga disembunyikan begitu baik, atau Mungkinkah ponsel itu terjatuh dan hilang di suatu tempat???

Tok tok tok...

Suara pintu kamar yang diketuk membuat Diana kembali melihat ke arah pintu, "masuk!" Ucap perempuan itu dibarengi pintu yang terbuka dan perlihatkan Siloam yang masuk ke dalam kamar.

Pria itu terkejut melihat kamar yang sangat berantakan, lalu dia berkata, "ini,, Apakah kamarnya berantakan seperti ini karena Kakak sedang mencari ponsel itu?"

Diana menganggukan kepalanya dengan frustasi sehingga membuat Siloam benar-benar terkejut dengan perempuan itu bahwa perempuan itu ternyata memang tidak mengingat apapun dan bahkan membuat berantakan kamar itu hanya untuk mencari dua buah ponsel.

"Itu,,, Kakak seharusnya menyimpannya dalam brankas milik kakak, jadi Kenapa malah membuat berantakan seperti ini?" Tanya Siloam langsung membuat Diana menatap pria itu dengan tatapan terkejutnya.

"Tadi kau bilang kau tidak mengetahui di mana Aku meletakkan ponsel itu, tapi kenapa sekarang kau bilang kalau aku meletakkannya di brankas?" Tanya Diana yang merasa curiga dengan pria tersebut.

Tetapi Siloam menggaruk kepalanya sembari tersenyum, lalu dia berkata, "itu,, aku pikir kakak hanya mengerjai ku saja dengan hilang ingatan Kakak, jadi aku hanya ingin mengetes kakak, tidak menyangka kalau ternyata kakak malah membuat kamar ini sangat berantakan hanya untuk mencari kedua ponsel itu."

Ucapan adiknya benar-benar membuat Diana merasa kesal tetapi perempuan itu tidak berlarut-larut dalam kekesalannya dan Dia cepat-cepat berkata, "di mana brankas itu kuletakkan?"

Siloam yang mendengar pertanyaan kakaknya kemudian menunjuk ke arah ruang ganti, "biasanya kalau kakak membutuhkan sesuatu dari brankas Kakak akan pergi ke dalam ruangan ini tapi aku juga belum pernah masuk ke dalam ruangan ini," ucap Siloam yang mana selama ini dia tidak pernah diijinkan masuk ke dalam ruangan itu, sepertinya itu adalah ruangan rahasia yang tidak ingin bila seseorang masuk ke sana.

Sementara Diana, Dia menatap arah telunjuk Siloam sembari berkata, "kau menunjuk dinding, lalu di mana pintunya?"

"Ahh," Siloam tersenyum berjalan ke arah dinding itu lalu dia kemudian mendorong pajangan yang ada di dinding itu ke samping kanan, lalu dia kemudian mendorong dinding di balik pajangan itu sehingga membuat kedua orang itu melihat sebuah ruangan rahasia dibalik dinding tersebut.

"Ahh,, Aku tidak tahu kalau ada dinding itu di kamarku," ucap Diana kemudian memasuki ruangan tersebut dengan Siloam yang tentunya tidak berani untuk masuk sebab dia takut kakaknya mungkin akan memarahinya.

Oleh sebab itu, pria itu hanya keluar dari kamar kakaknya dan menunggu kakaknya memanggilnya jika perempuan itu mengalami kesulitan atau ingin mengatakan sebuah berita padanya.

@info

Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2022-12-12

0

momineniara

momineniara

nyimak

2022-12-10

0

sandi

sandi

hilang ingatan jiwa raga🤣🤣🤣🤣

2022-12-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!