Akhirnya hari berlalu dan sampai lah hari dimana kelulusan Alin dan kawan kawan dari tingkat SMA dan begitu juga Rio yang lulus kuliah nya.
"Akhirnya kita lulus juga selamat tinggal sekolah tercinta." cetus Lili sambil teriak dengan senang.
"Apaan sih Li Lo lebay amat! ehh katanya nanti pihak OSIS adain party nih buat perpisahan kita! kalian pada mau ikut ga?" kata Salma.
"Kapan acaranya?" tanya Alin.
"Kalo ga salah denger sih hari Minggu besok!" jawab Salma, dan berkata "gimana kalian bakal hadir ga?"
"Tunggu! bukan nya hari minggu Ayah Lo ada acara juga ya Lin?" tanya Lili.
"Waduh! bener Li berarti bentrok dong?" timpal Salma.
"Hmmmm iya ya! terus bukannya ortu kalian juga datang ke acara Ayah gue ?" Jawab Alin.
"Iya bener Mami juga bilang"kata Salma.
"Huuh Mamah juga bilang sama gue! gue harus ikut ke acara Ayah Lo Lin," timpal Lili.
"Hmmm, gini aja gimana kalo kita pertama hadir dulu di acara sekolah! terus lanjut ke acara keluarga gue ?" ucap Alin.
"Oke siip gitu aja kali ya!" jawab Lili.
"Sippp nanti gue bilang Mami deh, gue ke sekolah terus susul mereka," timpal Salma.
Yes kita party dulu hahahaha ucap Alin, Salma dan Lili sambil berpelukan.
"Yu ahhh gue balik duluan ya! Bunda minta gue balik cepet," ucap Alin sambil pergi meninggalkan Salma dan Lili.
Ok kata lili dan Salma.
******
"Assalamualaikum Bun," sapaan Alin pada Bagian.
"Waalaikumsalam, ehh anak Bunda dah pulang, gimana tadi di sekolah sudah terima kelulusan nya?" ucap Bunda dengan lembut.
"Alhamdulillah sudah Bun," ucap Alin.
"Kamu mau terusin kuliah dimana sayang? dan ambil jurusan apa?" Bunda bertanya
"Aku kuliah di disini aja deh Bun!"
"Kenapa ga ambil kuliah di Kairo aja bareng temen temen mu?".
"Ga juga deh Bun, Lili kalo ga di Indonesia dia ke Jepang dan Salma juga kalo ga di Indonesia dia bakal ke Paris!" jawab Alin.
"Terus kamu mau ambil jurusan apa?" Bunda bertanya.
"Hmmm, aku mau ambil jurusan musik aja deh Bun! lagian Lili dan Salma pun mereka ambil jurusan musik juga," kata Alin.
"Kamu serius sayang ga bakal nyesel?"
"Ga Bun, aku dari dulu memang suka musik kan, cuma Ayah slalu aja larang aku main musik." berkata dengan sedih. "Bun bilang ya sama Ayah buat ijin in aku ambil kuliah bidang musik," ucap Alin dengan manjanya.
"Oke deh Bunda bilang sama Ayah".
"Oia Bun acara nanti buat hari minggu jadi kah?"
"Iya lah pasti jadi itu sekalian acara syukuran kelulusan kamu sama Mas mu!"
"Ohh gitu ya Bun."
"Emang kenapa sayang?"
"Engga kenapa-napa Bun, tapi siangnya aku boleh kan pergi ke acara di sekolah? kalo udah beres aku langsung ke acara Ayah."
"Boleh, asal jangan telat ya nanti Ayah marah."
"Siap bunda sayang," ucap Alin sambil memberikan kecupan di pipi sang Bunda.
"Alin ke kamar dulu ya Bun, mau sholat dan istirahat."
"Iya gih sana." kata Bunda.
Pada malam harinya, Bunda ngobrol dengan Ayah masalah kuliah yang Alin ambil.
"Yah!"
"Mmm, kenapa Bun?"
"Gini Yah, Alin kan dah lulus dia mau kuliah di sini dan ambil jurusan musik, Ayah ijin in ya?" ucap Bunda dengan banyak harapan Ayah setuju dengan keinginan Alin.
"Ayah dah rencanakan dia ke Kairo, biar kaya Mba nya!"
"Yah bisa ga jangan membandingkan Alin dengan Nita? dan jangan jadikan Alin seperti Nita!"ucap Bunda dengan nada sedih.
"Bun, ini semua buat kebaikan nya! Ayah lakuin ini karena Ayah sayang sama Alin."
"Tapi ga gini juga kali Yah! kalo kaya gini itu tandanya Ayah mengekang Alin, dan dia tidak bisa menjadi diri nya sendiri."
"Bentar Ayah pikir dulu!" ucap Ayah sambil melamun dan lanjut berbicara, "Oia Bun, Bun inget ga dengan janji Ayah dengan Pak Ahmad?"
"Janji yang mana Yah?"
"Kemarin Pak Ahmad datang nemuin Ayah, katanya pingin jadiin Alin menantunya!"
"Apa Yah! Ayah serius! bukannya Alin masih kecil yah kasian, Alin kalo harus menikah muda?"
"Tapi Bun, Ayah banyak berhutang buudi sama Pak Ahmad, dia yang tolong Ayah saat Ayah kecelakaan, membutuhkan transfusi darah! Bunda inget kan kalo ga ada Pak Ahmad mungkin ayah ga akan ada sampai sekarang."
"Mmm, iya Bunda juga ga bisa lupa kejadian itu Ayah dan bunda sangat bersyukur."
"Jadi gimana Bunda setuju ga? lagian Bu Fatimah juga orang nya baik, soalnya yang meminta itu Bu Fatimah katanya yang cocok jadi anak menantu nya hanya Alin. Coba bunda ngobrol dengan Bu fatimah gimana-gimana nya." ucap Ayah pada Bunda.
"Iya deh Yah nanti."
Pagi hari di hari Sabtu pada saat sarapan semua nya duduk manis di meja makan.
"Rio, gimana setelah kamu lulus lebih baik kamu bantu Ayah urus kantor itung-itung kamu belajar urusan kantor ?" ucap Ayah yang memecahkan keheningan.
"Oke yah siap!!" jawab Rio dengan tegas.
"Dan kamu Alin, Ayah sudah putuskan kamu ke Kairo kuliah lah disana!!" kata Ayah pada Alin
"Yah!!Alin ga mau kuliah di Kairo, kan ayah tau Alin pingin kuliah di bidang musik! sekali ini aja yah jangan tentang keinginan Alin." ucap Alin dengan nada kesal.
"Iya Ayah, ijin in aja deh Alin kuliah dengan minat yang dia mau." timpal Rio
"Oke gini aja deh Ayah beri kamu 2 pilihan, yang pertama kamu kuliah di Kairo, pilihan kedua kamu kuliah di Indonesia dan kamu bisa tentuin jurusan yang kamu mau tapi kamu harus setuju menikah dengan orang pilihan ayah?"
"Apaaaaa!! Apa Ayah ga salah! Ayah selalu memaksakan apa yang Ayah mau! Ayah tidak pernah memikirkan perasaan ku!" jawab Alin sambil menangis.
"Ayah apa Ayah dah berpikir dengan baik? apa yang Ayah katakan tadi? Pikirkan lebih baik dulu Yah, Alin masih kecil dia harus bisa menikmati masa mudanya?" kata Rio
"Ayah sudah putuskan itu terserah Alin mau ato tidak!"
"Biarkan aku pikirkan dulu!" jawab Alin sambil pergi menuju kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
گسنيتي نيي
sedihhh
2023-08-27
0
Darna Dahlia
ayah alim terlalu egoiss
2022-06-14
0
Hasniawati
bapaknya egois,kasian alin
2021-05-23
0